USMUSM

Jurnal TransformatikaJurnal Transformatika

Penelitian tentang teknologi anti-drone dan sistem pertahanan udara modern semakin berkembang seiring dengan meningkatnya penggunaan drone dalam konteks militer dan sipil. Tren utama dalam pengembangan meliputi penggunaan radar, sensor optik, teknologi microwave, dan integrasi kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi deteksi. Studi terbaru menunjukkan bahwa menggabungkan beberapa teknologi dapat meningkatkan kinerja sistem pertahanan udara. Metode penelitian yang digunakan beragam, seperti simulasi komputer, pengujian lapangan, dan analisis biaya-manfaat. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa masih terdapat tantangan, termasuk kesalahan deteksi, respons yang lambat, dan jangkauan yang terbatas. Selain itu, aspek etika dan hukum juga merupakan pertimbangan penting. Secara keseluruhan, tinjauan ini memberikan gambaran komprehensif tentang perkembangan dan tantangan terbaru dalam implementasi teknologi anti-drone.

Penelitian ini menunjukkan bahwa drone telah menjadi elemen strategis dalam pertahanan, keamanan, dan pengembangan sipil.Integrasi teknologi AI, SIG, dan HAPS semakin meningkatkan otonomi dan kemampuan adaptasi drone terhadap berbagai fungsi.Ancaman yang ditimbulkan oleh drone otonom menyoroti urgensi kebijakan anti-drone dan kerja sama lintas instansi.Regulasi dan pendidikan operator masih menjadi kelemahan signifikan dalam pengelolaan wilayah udara.Ke depan, Indonesia perlu memperkuat ekosistem drone nasional, mencakup inovasi, penelitian, sertifikasi, dan kolaborasi sipil-militer.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi mendalam mengenai efektivitas berbagai teknologi anti-drone dalam kondisi lingkungan yang berbeda, seperti cuaca buruk atau area perkotaan padat, untuk mengidentifikasi kelemahan dan potensi peningkatan. Kedua, penelitian tentang integrasi sistem anti-drone dengan sistem pertahanan udara konvensional, termasuk radar dan sistem rudal, perlu dilakukan untuk menciptakan pertahanan berlapis yang lebih efektif. Ketiga, pengembangan algoritma AI yang lebih canggih untuk identifikasi dan klasifikasi drone secara otomatis, termasuk kemampuan untuk membedakan antara drone militer dan sipil, sangat penting untuk mengurangi risiko kesalahan dan meningkatkan respons yang tepat. Integrasi ketiga saran ini akan menghasilkan sistem pertahanan udara yang lebih adaptif, responsif, dan mampu menghadapi berbagai ancaman drone di masa depan, sekaligus memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat.

  1. LITERATURE REVIEW ON ANTI-DRONE TECHNOLOGY AND DEFENSE SYSTEMS | Jurnal Transformatika. literature review... journals.usm.ac.id/index.php/transformatika/article/view/13113LITERATURE REVIEW ON ANTI DRONE TECHNOLOGY AND DEFENSE SYSTEMS Jurnal Transformatika literature review journals usm ac index php transformatika article view 13113
Read online
File size441.78 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test