UMSUMS
BiomedikaBiomedikaKinerja optimal mencerminkan efektivitas individu dalam pelaksanaan tugas dan secara langsung berkontribusi terhadap kualitas layanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas kerja, kuantitas output, ketepatan waktu, dan efektivitas kerja terhadap kinerja karyawan di Rumah Sakit Griya Waluya Ponorogo pada tahun 2024. Metode korelasional kuantitatif digunakan dengan fokus pada pengumpulan dan analisis data numerik untuk menentukan hubungan antar variabel. Populasi mencakup seluruh karyawan rumah sakit sebanyak 400 orang, dengan 80 partisipan yang dipilih menggunakan teknik sampling kuota. Data diperoleh melalui kuesioner, observasi langsung, dan analisis dokumen. Analisis regresi linier berganda dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS. Temuan menunjukkan bahwa semua dimensi yang diteliti—kualitas kerja, beban kerja, ketepatan waktu, dan efisiensi kerja—berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan secara keseluruhan. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan pada setiap dimensi dapat meningkatkan hasil kinerja staf. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit disarankan untuk terus memantau dan memperkuat aspek-aspek ini melalui pelatihan terarah, evaluasi kinerja, dan program pengembangan yang selaras dengan indikator kinerja utama (KPI). Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap praktik manajemen kinerja dengan menekankan pentingnya fokus seimbang pada berbagai dimensi kinerja di institusi layanan kesehatan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa keempat variabel independen—kualitas kinerja, kuantitas pekerjaan, ketepatan waktu, dan efektivitas—secara signifikan memengaruhi kinerja karyawan.Dimensi kualitas kinerja memiliki pengaruh paling kuat, diikuti oleh ketepatan waktu, kuantitas pekerjaan, dan efektivitas.Temuan ini menunjukkan bahwa kinerja tinggi didukung tidak hanya oleh jumlah tugas yang selesai, tetapi juga oleh ketepatan, disiplin, dan penggunaan sumber daya secara optimal.
Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana motivasi intrinsik dan ekstrinsik karyawan rumah sakit memengaruhi masing-masing dimensi kinerja seperti kualitas, kuantitas, ketepatan waktu, dan efektivitas, agar dapat dirancang intervensi yang lebih tepat sasaran. Kedua, penting untuk meneliti pengaruh gaya kepemimpinan manajerial terhadap kinerja karyawan dengan mempertimbangkan variabel mediasi seperti komunikasi organisasi dan budaya kerja, sehingga bisa diketahui model kepemimpinan yang paling efektif dalam konteks rumah sakit menengah. Ketiga, perlu dilakukan studi longitudinal untuk melihat perubahan kinerja karyawan seiring waktu setelah pelaksanaan program pelatihan berbasis KPI, untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang dari sistem pengembangan karyawan yang diterapkan. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan memberikan gambaran yang lebih menyeluruh tentang faktor-faktor yang memengaruhi kinerja, serta membantu rumah sakit merancang strategi pengembangan SDM yang berkelanjutan dan berbasis bukti. Dengan pendekatan yang lebih mendalam dan dinamis, institusi layanan kesehatan dapat meningkatkan kualitas layanan secara sistematis dan berkelanjutan.
| File size | 209.47 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
RISETPRESSRISETPRESS Namun, rumah tangga tersebut termasuk miskin sedang. Analisis regresi berganda mengungkapkan bahwa gender kepala rumah tangga, ukuran rumah tangga, pendapatan,Namun, rumah tangga tersebut termasuk miskin sedang. Analisis regresi berganda mengungkapkan bahwa gender kepala rumah tangga, ukuran rumah tangga, pendapatan,
STIKES BETHESDASTIKES BETHESDA Peningkatan tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan rumah sakit menuntut adanya strategi yang tepat untuk memenuhi harapan ini. Dalam hal ini,Peningkatan tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan rumah sakit menuntut adanya strategi yang tepat untuk memenuhi harapan ini. Dalam hal ini,
CERICCERIC Determinan yang Memengaruhi Kesiapan Tenaga Nonmedis dalam Melaksanakan Bantuan Hidup Dasar di Lingkungan Rumah Sakit. Seluruh petugas rumah sakit, baikDeterminan yang Memengaruhi Kesiapan Tenaga Nonmedis dalam Melaksanakan Bantuan Hidup Dasar di Lingkungan Rumah Sakit. Seluruh petugas rumah sakit, baik
BIARJOURNALBIARJOURNAL 304). Penelitian ini merekomendasikan bahwa Manajemen rumah sakit pendidikan harus memastikan bahwa mereka mempertahankan status quo pada teleworking untuk304). Penelitian ini merekomendasikan bahwa Manajemen rumah sakit pendidikan harus memastikan bahwa mereka mempertahankan status quo pada teleworking untuk
USBIUSBI Kualitas layanan memiliki efek tidak langsung pada loyalitas sikap karena kepuasan, nilai yang dirasakan, dan kepercayaan berfungsi sebagai mediator. Akhirnya,Kualitas layanan memiliki efek tidak langsung pada loyalitas sikap karena kepuasan, nilai yang dirasakan, dan kepercayaan berfungsi sebagai mediator. Akhirnya,
FIKES UMWFIKES UMW Teknik penarikan sampel menggunakan rumus Slovin sehingga didapatkan sampel sebesar 136 responden dan teknik analisis data menggunakan Uji Regresi LinearTeknik penarikan sampel menggunakan rumus Slovin sehingga didapatkan sampel sebesar 136 responden dan teknik analisis data menggunakan Uji Regresi Linear
UNSURUNSUR Hak-hak pasien harus dipenuhi mengingat kepuasan pasien menjadi salah satu barometer mutu layanan sedangkan ketidakpuasan pasien dapat menjadi pangkalHak-hak pasien harus dipenuhi mengingat kepuasan pasien menjadi salah satu barometer mutu layanan sedangkan ketidakpuasan pasien dapat menjadi pangkal
UKIMUKIM Pengumpulan data dengan cara responden diberikan kuesioner penerapan Atraumatic Care dan Hamilton Rating Scale Anxiety (HARS). Teknik pengambilan sampelPengumpulan data dengan cara responden diberikan kuesioner penerapan Atraumatic Care dan Hamilton Rating Scale Anxiety (HARS). Teknik pengambilan sampel
Useful /
UNSURUNSUR Hukum pidana internasional juga mengenal pertanggungjawaban individu, di mana pelaku kejahatan perang, baik komandan maupun prajurit, dapat diadili diHukum pidana internasional juga mengenal pertanggungjawaban individu, di mana pelaku kejahatan perang, baik komandan maupun prajurit, dapat diadili di
UNSURUNSUR Program diversi dalam sistem peradilan pidana anak saat ini terbatas diterapkan terhadap tindak pidana yang diancam pidana penjara di bawah tujuh tahun.Program diversi dalam sistem peradilan pidana anak saat ini terbatas diterapkan terhadap tindak pidana yang diancam pidana penjara di bawah tujuh tahun.
UNSURUNSUR Kadangkala seseorang yang menggunakan dokumen palsu tersebut tidak mengetahui keaslian dari dokumen tersebut. Hal inilah yang membuat dilematis aparatKadangkala seseorang yang menggunakan dokumen palsu tersebut tidak mengetahui keaslian dari dokumen tersebut. Hal inilah yang membuat dilematis aparat
UNSURUNSUR Hasil dari penelitian ini di Indonesia bahwa gratifikasi seksual hanya diatur dalam Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang PemberantasanHasil dari penelitian ini di Indonesia bahwa gratifikasi seksual hanya diatur dalam Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan