LAPANLAPAN
Jurnal Teknologi DirgantaraJurnal Teknologi DirgantaraGetaran yang timbul pada saat roket terbang dapat menyebabkan kerusakan pada peralatan elektronik, sehingga dalam merancang sebuah roket perlu diuji sampai sejauh mana peralatan elektronik tersebut mampu menerima getaran. Berdasarkan pengalaman pada saat peluncuran roket selama ini, alat GPS (Global of Positioning System) yang terdapat pada muatan roket mengalami gangguan pada saat roket mengalami G-force sebesar 10 gravitasi Bumi, sehingga pada saat itu sulit untuk melacak keberadaan roket tersebut. Untuk itu dirancang sebuah sistem peredam getaran pada alat GPS roket RX 320 -LAPAN yang mampu menerima getaran sampai dengan 15 kali gravitasi Bumi. Hasil perancangan dengan perbandingan dua amplitudo berurutan X1 / X2 = 1 / 0.2, kekakuan pegas k = 12000 N/m dan massa GPS m = 0.3 kg dengan percepatan sebesar 15 g, maka didapat nilai koefisien redaman c = 24 N/m/detik dan amplitude resonansi X = 9.2 mm.
Berdasarkan perancangan yang dilakukan, diperoleh beberapa simpulan.Pertama, perancangan sistem peredam getaran pada muatan roket RX-320 LAPAN dengan perbandingan amplitudo X1/X2 = 1/0.2, kekakuan pegas k = 12000 N/m, dan massa GPS m = 0.3 kg menghasilkan koefisien redaman c = 24 N/m/detik.Kedua, pada percepatan 15 g, perhitungan menghasilkan amplitudo resonansi pada GPS sebesar X = 9.Ketiga, kombinasi nilai k = 12000 N/m, c = 24 N/m/detik, m = 0.3 kg, dan percepatan 15 g menghasilkan amplitudo resonansi X = 9,2 mm, yang dapat digunakan untuk meredam getaran pada alat GPS muatan roket RX 320 LAPAN.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi beberapa aspek terkait peredaman getaran pada roket. Pertama, studi tentang pengaruh variasi jenis material pada sistem peredam terhadap efektivitas peredaman getaran, terutama pada frekuensi tinggi yang mungkin timbul selama peluncuran roket, akan sangat bermanfaat. Kedua, investigasi lebih lanjut mengenai optimasi desain geometri dari sistem peredam getaran, dengan mempertimbangkan batasan ruang dan berat pada muatan roket, dapat menghasilkan solusi peredaman yang lebih efisien. Ketiga, penelitian tentang penerapan teknologi active vibration control pada sistem peredam roket, dengan memanfaatkan sensor dan aktuator untuk merespons getaran secara dinamis, berpotensi meningkatkan kinerja peredaman secara signifikan dibandingkan dengan sistem pasif konvensional. Studi ini dapat mengarah pada pengembangan sistem peredam getaran yang lebih adaptif dan efektif untuk aplikasi roket di masa depan.
| File size | 116.82 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
LAPANLAPAN The out-of-plane strength, including compression and tensile properties, is a critical aspect of honeycomb structures. Despite some experimental and numericalThe out-of-plane strength, including compression and tensile properties, is a critical aspect of honeycomb structures. Despite some experimental and numerical
LAPANLAPAN Melakukan pengukuran dan akuisisi data dalam rangka mengurai informasi desain suatu komponen satelit adalah tahap pertama proses reverse engineering. MakalahMelakukan pengukuran dan akuisisi data dalam rangka mengurai informasi desain suatu komponen satelit adalah tahap pertama proses reverse engineering. Makalah
LAPANLAPAN Dalam penelitian ini, dibuat slurry propelan A (APh: APk 1:2), propelan B (APh: APk 1:1), propelan C (APh: APk 3:2) dan propelan D (APh: APk 2:1). MetodeDalam penelitian ini, dibuat slurry propelan A (APh: APk 1:2), propelan B (APh: APk 1:1), propelan C (APh: APk 3:2) dan propelan D (APh: APk 2:1). Metode
LAPANLAPAN Metode Schrenk umum digunakan untuk estimasi cepat perhitungan besar distribusi gaya angkat di sepanjang sayap. Guna mencapai tingkat akurasi yang tinggiMetode Schrenk umum digunakan untuk estimasi cepat perhitungan besar distribusi gaya angkat di sepanjang sayap. Guna mencapai tingkat akurasi yang tinggi
LAPANLAPAN Data karakteristik dinamik struktur suatu roket, seperti besarnya “eigenvalues dan “eigenvectors (mode shapes), penting sekali diketahui untuk keamananData karakteristik dinamik struktur suatu roket, seperti besarnya “eigenvalues dan “eigenvectors (mode shapes), penting sekali diketahui untuk keamanan
LAPANLAPAN Analisis dilakukan pada sudu SKEA 50 kW LAPAN. Rotor dipasang pada menara setinggi 18 m. Dengan menggunakan Modifikasi dari Gerak Lurus Berubah BeraturanAnalisis dilakukan pada sudu SKEA 50 kW LAPAN. Rotor dipasang pada menara setinggi 18 m. Dengan menggunakan Modifikasi dari Gerak Lurus Berubah Beraturan
LAPANLAPAN Dari hasil simulasi diperlihatkan bahwa kinerja SKEA merek NEG-Micon tipe NM 600-48 adalah yang terbaik dengan nilai CF sebesar 44,27% dibandingkan denganDari hasil simulasi diperlihatkan bahwa kinerja SKEA merek NEG-Micon tipe NM 600-48 adalah yang terbaik dengan nilai CF sebesar 44,27% dibandingkan dengan
LAPANLAPAN Kata kunci: Low pass filter, Estimasi sudut, Radio tracking, Roket. Penerapan low pass filter dengan frekuensi cut-off 1 Hz menghasilkan pengurangan variasiKata kunci: Low pass filter, Estimasi sudut, Radio tracking, Roket. Penerapan low pass filter dengan frekuensi cut-off 1 Hz menghasilkan pengurangan variasi
Useful /
ULUMUNAULUMUNA Studi ini menunjukkan bahwa bida adalah masalah kontroversial dan menjadi subjek diskusi panas di kalangan ulama dan masyarakat awam. Beberapa ulama berpendapatStudi ini menunjukkan bahwa bida adalah masalah kontroversial dan menjadi subjek diskusi panas di kalangan ulama dan masyarakat awam. Beberapa ulama berpendapat
LAPANLAPAN Sampel dibuat dengan variasi komposisi campuran (fraksi volume) antara epoxy resin dengan hardener 2:1/4, 2:1/2, 2:3/4, dan 2:1. Hasil menunjukkan bahwaSampel dibuat dengan variasi komposisi campuran (fraksi volume) antara epoxy resin dengan hardener 2:1/4, 2:1/2, 2:3/4, dan 2:1. Hasil menunjukkan bahwa
LAPANLAPAN Penggunaan AP trimodal pada propelan RX 1220 memberikan efek katalitik signifikan, yang terbukti dari nilai energi aktivasi dan faktor pre-eksponensialPenggunaan AP trimodal pada propelan RX 1220 memberikan efek katalitik signifikan, yang terbukti dari nilai energi aktivasi dan faktor pre-eksponensial
LAPANLAPAN Dengan settling time kurang dari 1,5 detik dan overshoot kurang dari 1,3%. Heading hold dirancang berdasarkan sudut bank yang diperlukan. Settling timeDengan settling time kurang dari 1,5 detik dan overshoot kurang dari 1,3%. Heading hold dirancang berdasarkan sudut bank yang diperlukan. Settling time