UMSUMS

QiST: Journal of Quran and Tafseer StudiesQiST: Journal of Quran and Tafseer Studies

Penelitian ini bertujuan untuk menyoroti ketidaksamaan Quran melalui penggunaan kata Bayt, selama periode yang panjang, untuk menunjuk apa yang sekarang dikenal sebagai Kaaba. Bangunan tersebut awalnya memiliki bentuk persegi panjang, dengan bentuk semi-lingkaran di sisi utara, karena Ibrāhīm telah membangunnya dengan bantuan putranya Ismāʿīl. Bentuk kubik berasal dari lima tahun sebelum kedatangan Islam ketika Quraysh telah membangunnya kembali setelah sebagian hancur akibat hujan deras. Oleh karena itu, nama Kaaba yang berarti kubus dalam bahasa Arab. Hal ini menjelaskan mengapa penggunaan kata bayt dalam Quran, dalam berbagai bentuk, lebih dari lima kali lipat dari kata Kaaba. Ketidaksamaan Quran dalam pemilihan kata yang bijaksana yang sesuai dengan fakta-fakta sejarah yang terbukti sangat penting dalam Memulihkan Pengetahuan Awqāf. Kata Bayt mengacu pada Rumah Allah sebagai Ḥabs, yaitu sesuatu yang tetap berada di bawah Kedaulatan Allah. Hal ini berlaku secara luas untuk setiap tempat ibadah seperti yang disebutkan oleh al-Bukhārī melalui salah satu judulnya dalam Koleksi Aḥādīth yang Otentik. Dalam hal ini, kata Bayt lebih dalam daripada kata Kaaba, karena mengandung lapisan makna yang tidak ditemukan melalui kata Kaaba, dan memungkinkan, akibatnya, untuk menghubungkan hal-hal yang kata Kaaba tidak memungkinkan, dengan membenamkan kita dalam sejarah manusia yang mendalam dalam keadaan bawaannya yang mendorong ketulusan ibadah kepada Allah. Dengan demikian, dalam hal organisasi kehidupan, pada awalnya ada Rizq Allah, yang menghasilkan pembangunan Bayt sebagai Ḥabs, kemudian datang Maʿash untuk menyediakan bagi mereka yang mengunjungi-Nya untuk beribadah kepada Allah, dan ʿUmrān mengikuti pengelompokan orang untuk tinggal di sekitar Rumah Allah.

Pada akhir penelitian ini, terungkap bahwa kata Bayt lebih dalam daripada kata Kaaba, karena mengandung lapisan makna yang tidak ditemukan melalui kata Kaaba, dan memungkinkan, akibatnya, untuk menghubungkan hal-hal yang kata Kaaba tidak memungkinkan, dengan membenamkan kita dalam sejarah manusia yang mendalam dalam keadaan bawaannya yang mendorong ketulusan ibadah kepada Allah.Hasil ini sangat penting dari sudut pandang taʾsīl al-maʿarifah (pendirian pengetahuan) karena membuktikan salah satu misteri kefasihan dalam Quran dalam hal dua kata mengandung makna yang sama, tetapi salah satunya mengandung lapisan makna tambahan, yang berdampak pada cara kita memandang kata-kata yang menyusun kehidupan kita.Dengan demikian, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya membaca melalui makna, di mana setiap nuansa dalam pemilihan kata mengungkapkan kedalaman yang tak terduga yang menentang algoritma kuantitatif yang paling canggih.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penting untuk mengeksplorasi lebih lanjut hipotesis bahwa Rumah Allah dibangun oleh malaikat. Meskipun data yang tersedia terbatas, penelitian ini dapat memberikan dasar untuk penyelidikan lebih lanjut tentang peran malaikat dalam sejarah agama. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menyelidiki hubungan antara konsep rizq dan organisasi kehidupan di sekitar rumah-rumah Allah. Ini dapat melibatkan analisis mendalam tentang teks-teks keagamaan dan studi empiris tentang praktik-praktik ekonomi dan sosial yang terkait dengan tempat-tempat ibadah. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan kerangka kerja konseptual untuk memahami waqf sebagai bentuk warisan bersama umat manusia. Ini dapat melibatkan eksplorasi lintas budaya tentang praktik-praktik filantropi dan studi tentang peran waqf dalam mempromosikan keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan. Dengan menggabungkan wawasan dari berbagai disiplin ilmu, penelitian ini dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih komprehensif tentang waqf dan relevansinya dalam dunia modern.

  1. I'jaz in the Qur'an through the Use of the Word Bayt to Designate the Ka'aba Before its... journals2.ums.ac.id/index.php/qist/article/view/8430Ijaz in the Quran through the Use of the Word Bayt to Designate the Kaaba Before its journals2 ums ac index php qist article view 8430
Read online
File size611.64 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test