UM-SORONGUM-SORONG

Metode : Jurnal Teknik IndustriMetode : Jurnal Teknik Industri

Jenis penelitian adalah untuk mengetahui nilai infestasi obat, mengetahui jumlah pemesanan optimum dan waktu pemesanan kembali masing-masing obat yang ada di Puskesmas Malawili Kab. Sorong. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh dari wawancara mendalam dan data sekunder melalui dokumen dan literatur lain. Berdasarkan metode EOQ dengan jumlah obat yang optimal setiap kali pesan pada tahun periode oktober 2018 sampai oktober 2019 adalah sebesar 441 tablet, nilai SS optimal setiap kali pesan pada tahun periode oktober 2018 sampai oktober 2019 adalah sebesar 89.682 tablet dan ROP yang di dapat pada periode oktober 2018 sampai oktober 2019 adalah sebesar tablet dan ROP yang di dapat sebesar 133.482.Puskesmas Malawili perlu menggunakan sitem informasi manajemen yang terintegrasi ke setiap unit sehingga mempermudah pengawasan/ pengendalian obat-obatan yang perlu menerapkan metode pengendalian obat agar tidak terjadi stock out.

Dari hasil penelitian, maka kesimpulan yang peneliti dapatkan adalah.Berdasarkan metode EOQ dengan jumlah obat yang optimal setiap kali pesan pada tahun periode oktober 2018 sampai oktober 2019 adalah sebesar 441 tablet, nilai SS optimal setiap kali pesan pada tahun periode oktober 2018 sampai oktober 2019 adalah sebesar 89.682 tablet dan ROP yang di dapat pada periode oktober 2018 sampai oktober 2019 adalah sebesar tablet dan ROP yang di dapat sebesar 133.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu adanya pengembangan sistem informasi terintegrasi yang tidak hanya mencatat data pemakaian obat secara real-time, tetapi juga mampu memprediksi kebutuhan obat berdasarkan pola penyakit dan faktor eksternal lainnya. Hal ini akan membantu Puskesmas Malawili dalam merencanakan pemesanan obat secara lebih akurat dan efisien, serta mengurangi risiko stock out. Kedua, penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas penerapan metode pengendalian persediaan obat yang berbeda, seperti Just-in-Time (JIT) atau Vendor Managed Inventory (VMI), untuk melihat apakah metode tersebut dapat memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan dengan metode EOQ dan ROP yang telah diterapkan. Ketiga, penting untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi lead time pengadaan obat, seperti kinerja pemasok, proses administrasi, dan kondisi transportasi, serta mencari cara untuk mengurangi lead time tersebut agar persediaan obat dapat tersedia lebih cepat dan tepat waktu.

Read online
File size504.64 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test