UNPARUNPAR

JURNAL PENDIDIKANJURNAL PENDIDIKAN

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya siswa kelas IX SMPN 2 Tasik Payawan yang melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal bilangan berpangkat dan bentuk akar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesalahan dan faktor penyebab yang dilakukan siswa kelas IX SMPN 2 Tasik Payawan dalam menyelesaikan soal bilangan berpangkat dan bentuk akar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif yang dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas IX SMPN 2 Tasik Payawan, kemudian dipilih 3 siswa untuk diwawancarai. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan wawancara secara luring. Instrumen penelitian berupa lembar tes dan pedoman wawancara yang telah divalidasi oleh tiga orang penilai. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan siswa meliputi: (1) melakukan penjumlahan dan pengurangan pada soal yang tidak dapat dioperasikan, (2) menyelesaikan soal tidak sesuai dengan sifat bentuk akar, dan (3) salah dalam operasi hitung. Faktor penyebab kesalahan meliputi kurangnya pemahaman siswa terhadap lambang dan konsep bentuk akar, kurangnya kemampuan memahami sifat-sifat bentuk akar, serta kurangnya kemampuan menerapkan sifat-sifat tersebut dalam penyelesaian soal.

Kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal bilangan berpangkat dan bentuk akar terdiri dari tiga jenis.kesalahan konsep, yaitu menyelesaikan soal yang seharusnya tidak dapat dioperasikan.kesalahan prinsip, yaitu tidak memahami sifat-sifat bentuk akar.dan kesalahan operasi, yaitu kurang teliti dalam perhitungan.Faktor penyebab kesalahan berasal dari ranah kognitif, meliputi pengetahuan, pemahaman, dan penerapan.Pada aspek pengetahuan, siswa kurang paham terhadap lambang dan konsep bentuk akar.pada pemahaman, siswa kesulitan memahami sifat-sifat bentuk akar.dan pada penerapan, guru kurang memberikan penjelasan sehingga siswa kesulitan menerapkan sifat-sifat bentuk akar.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan modul pembelajaran berbasis kesalahan umum yang dialami siswa dalam materi bilangan berpangkat dan bentuk akar, agar dapat digunakan sebagai alat bantu bagi guru dalam mengatasi miskonsepsi. Kedua, perlu dikaji efektivitas pembelajaran remedial yang dirancang berdasarkan jenis kesalahan kognitif (konsep, prinsip, dan operasi) untuk melihat apakah pendekatan tersebut mampu meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa secara signifikan. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi peran guru dalam menyampaikan materi bilangan berpangkat dan bentuk akar, termasuk analisis terhadap metode mengajar, strategi penjelasan konsep abstrak, dan cara memberikan umpan balik terhadap kesalahan siswa, guna mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat direplikasi di sekolah sejenis. Studi-studi ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam perbaikan kualitas pembelajaran matematika di tingkat SMP, khususnya pada materi yang menjadi prasyarat untuk topik lanjutan.

  1. Idenfikasi Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar : Idenfikasi... doi.org/10.52850/jpn.v23i1.4214Idenfikasi Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Bilangan Berpangkat dan Bentuk Akar Idenfikasi doi 10 52850 jpn v23i1 4214
Read online
File size202.04 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test