STAINUPASTAINUPA

Jurnal Manajemen Pendidikan IslamJurnal Manajemen Pendidikan Islam

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta menelaah implikasinya terhadap perkembangan nilai-nilai religius siswa. Metode habituasi dipandang sebagai strategi efektif dalam membentuk kebiasaan baik melalui pengulangan perilaku positif hingga menjadi bagian dari kepribadian siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus, teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi habituasi di sekolah meliputi tiga dimensi menurut teori Lickona, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action. Kegiatan pembiasaan religius di sekolah terdiri dari ibadah harian (sholat berjamaah, tadarus, hafalan surat), pembiasaan sopan santun (3S: senyum, salam, sapa), kegiatan mingguan (kajian keagamaan, sholat Jumat), kegiatan bulanan (Semango Sholawat), serta kegiatan keagamaan tahunan. Implikasi dari penerapan habituasi meliputi perubahan sikap religius siswa yang lebih positif, kendala berupa kurangnya motivasi dan kesadaran diri siswa, serta evaluasi rutin yang dilakukan guru. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi habituasi dalam pendidikan karakter religius, terutama di tengah tantangan degradasi moral generasi muda.

Implementasi metode habituasi di SMAN 1 Gondang Mojokerto dilakukan secara terstruktur dan konsisten melalui kegiatan harian, mingguan, bulanan, dan tahunan.Penerapan ini terbukti efektif dalam membentuk karakter religius siswa melalui integrasi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta mampu meningkatkan ketaatan beribadah, sikap religius, dan solidaritas sosial.Namun, masih terdapat kendala seperti rendahnya motivasi siswa dan pengaruh lingkungan luar sekolah, sehingga diperlukan dukungan berkelanjutan dari guru, keluarga, dan masyarakat untuk mencapai dampak jangka panjang.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh intensitas dan variasi kegiatan habituasi terhadap peningkatan aspek afektif religius siswa, seperti empati dan kecintaan terhadap nilai-nilai agama, agar program pembiasaan tidak hanya bersifat ritualistik tetapi juga menyentuh dimensi perasaan. Kedua, sebaiknya dilakukan penelitian tentang efektivitas keterlibatan keluarga dan lingkungan sekitar dalam mendukung habituasi religius di sekolah, untuk memahami bagaimana kolaborasi tiga pilar pendidikan (keluarga, sekolah, masyarakat) dapat memperkuat keberlanjutan pembentukan karakter. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi peran guru sebagai figur teladan dalam habituasi, dengan menguji bagaimana keteladanan konkret guru dalam kehidupan sehari-hari memengaruhi internalisasi nilai religius pada siswa, sehingga strategi pembiasaan dapat lebih menyentuh aspek moral feeling dan moral action secara holistik.

  1. IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA KUPANG NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PARKIR DI TEPI... doi.org/10.21831/nominal.v3i1.2157IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KOTA KUPANG NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG RETRIBUSI PELAYANAN PARKIR DI TEPI doi 10 21831 nominal v3i1 2157
  2. One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.37985/jer.v2i1.45One moment please one moment please wait request verified doi 10 37985 jer v2i1 45
  3. Metode Pembiasaan dalam Mengembangkan Karakter Kemandirian Anak | Fajarwatiningtyas | Jurnal Pendidikan:... doi.org/10.17977/jptpp.v6i4.14692Metode Pembiasaan dalam Mengembangkan Karakter Kemandirian Anak Fajarwatiningtyas Jurnal Pendidikan doi 10 17977 jptpp v6i4 14692
Read online
File size253.8 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test