UHBUHB

Jurnal Kolaborasi Riset SarjanaJurnal Kolaborasi Riset Sarjana

Kehidupan penduduk kota yang sangat sibuk dengan pekerjaan mengakibatkan terbatasnya waktu dan kesempatan untuk melakukan aktivitas berkebun atau bertani di rumah. Oleh karena itu, dikembangkanlah sistem penyiraman tanaman pada kebun vertikal secara otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dengan tujuan mempermudah tugas manusia dalam aktivitas berkebun di rumah. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pengatur dan pengontrol utama, dilengkapi sensor kelembaban tanah, sensor suhu, serta aplikasi Blynk untuk realtime monitoring yang dapat diakses melalui perangkat Android maupun situs web. Pengujian dilakukan dengan membandingkan pembacaan sensor dengan alat ukur standar untuk mengukur tingkat akurasi, serta uji fungsi sistem pemantauan dan pengendalian. Sistem dirancang untuk menjaga kelembaban media tanam pada kisaran 40–60% dan suhu udara sekitar tanaman pada kisaran 25–35°C. Hasil pengujian menunjukkan rata-rata kesalahan (error) pembacaan sensor kelembaban sebesar 4,29% dan sensor suhu sebesar 5,69%. Selain itu, uji fungsi pemantauan menggunakan Blynk berhasil menampilkan data secara realtime dengan tingkat keberhasilan 100%, sehingga kondisi kelembaban dan suhu media tanam dapat dikendalikan sesuai kebutuhan. Ke depan, penelitian ini dapat dikembangkan dengan menambahkan analisis efisiensi, nilai ekonomi, dan kebutuhan konsumsi daya listrik sistem.

Penelitian ini berhasil merancang dan mengimplementasikan sistem pemantauan serta pengendalian kelembaban lingkungan pada vertical farming berbasis IoT dengan memanfaatkan mikrokontroler ESP32 dan aplikasi Blynk.Sistem ini mampu memantau kelembaban tanah, kelembaban udara, dan suhu secara realtime, sekaligus melakukan pengendalian otomatis untuk menjaga kondisi lingkungan tanaman pada rentang optimal.Pengujian menunjukkan tingkat akurasi sensor yang baik dan fungsi otomatis dengan keberhasilan 100%, sehingga sistem dapat menjadi solusi praktis bagi urban farming yang efisien dan berkelanjutan.

Pertama, perlu diteliti bagaimana integrasi sensor cahaya dan nutrisi tanah dapat meningkatkan akurasi pengendalian pertumbuhan tanaman dalam sistem ini, karena penelitian sebelumnya hanya fokus pada kelembaban dan suhu. Kedua, perlu dikembangkan studi tentang efisiensi konsumsi energi dari sistem secara keseluruhan, termasuk analisis kebutuhan daya listrik pompa, kipas, dan humidifier dalam jangka panjang agar sistem lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ketiga, perlu dilakukan penelitian tentang aspek ekonomi penerapan sistem ini dalam skala rumah tangga maupun komersial kecil, termasuk analisis biaya operasional, penghematan air, dan potensi peningkatan hasil panen, agar dapat dievaluasi kelayakan adopsinya oleh masyarakat perkotaan secara luas.

  1. Wi-fi Communication Methods for Internet of Things-based Sensor Telemetry with a Visual Basic-based User... ieeexplore.ieee.org/document/9239162Wi fi Communication Methods for Internet of Things based Sensor Telemetry with a Visual Basic based User ieeexplore ieee document 9239162
  2. IoT–based tire pressure monitoring system for air and temperature pressure using MPX5500D and LM35... doi.org/10.1109/ICCED56140.2022.10010355IoTAebased tire pressure monitoring system for air and temperature pressure using MPX5500D and LM35 doi 10 1109 ICCED56140 2022 10010355
  3. Radware Bot Manager Captcha. radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human... doi.org/10.1088/1755-1315/1133/1/012070Radware Bot Manager Captcha radware bot manager captcha apologize ensure keep safe please confirm human doi 10 1088 1755 1315 1133 1 012070
  4. Inovasi Solar Dryer Dome pada Usaha Budidaya Multiguna untuk Mendukung Urban Farming di Ekowisata Sungkai... doi.org/10.25077/JARPET.V4I1.96Inovasi Solar Dryer Dome pada Usaha Budidaya Multiguna untuk Mendukung Urban Farming di Ekowisata Sungkai doi 10 25077 JARPET V4I1 96
Read online
File size595.72 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test