UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Penelitian ini berangkat dari pertanyaan: dapatkah pembangunan kesehatan dilakukan tanpa disertai pendidikan? Jika dapat, bagaimana hasilnya? Dan apakah pembangunan kesehatan yang disertai pendidikan dapat memberikan hasil yang lebih baik? Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pendidikan di Desa Dompyongwetan Kecamatan Gebang? (2) Bagaimana pelaksanaan pembangunan kesehatan di Desa Dompyongwetan Kecamatan Gebang? (3) Berapa besar pengaruh pendidikan terhadap pembangunan kesehatan di desa tersebut? Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-survey explanatory dengan pengujian hipotesis secara statistik. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan studi pustaka terhadap 98 responden berusia produktif. Hasil menunjukkan adanya pengaruh positif antara tingkat pendidikan terhadap partisipasi masyarakat dalam pembangunan kesehatan, meskipun besarnya pengaruh hanya sebesar 3,50%, sedangkan 96,50% ditentukan oleh faktor lain. Hipotesis penelitian diterima, yaitu terdapat pengaruh antara pendidikan terhadap pembangunan kesehatan di Desa Dompyongwetan.

Tingkat pendidikan masyarakat di Desa Dompyongwetan berada pada kategori sedang.Pembangunan kesehatan di desa tersebut berada pada kategori tinggi.Terdapat pengaruh positif antara pendidikan terhadap pembangunan kesehatan, meskipun pengaruhnya sangat rendah, yaitu sebesar 3,50%.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor non-pendidikan yang berkontribusi terhadap pembangunan kesehatan, mengingat pendidikan hanya menjelaskan 3,50% dari pengaruh total, sehingga penting untuk mengidentifikasi variabel lain seperti ekonomi, budaya, atau akses informasi yang mungkin lebih dominan. Kedua, sebaiknya dikaji secara mendalam bagaimana kualitas pendidikan (bukan hanya tingkat pendidikan) memengaruhi kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam program kesehatan, karena mungkin ada kesenjangan antara lulusan sekolah dengan pemahaman nyata tentang kesehatan. Ketiga, perlu diteliti efektivitas strategi sosialisasi kesehatan yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan masyarakat, untuk melihat apakah metode komunikasi tertentu dapat meningkatkan partisipasi meskipun tingkat pendidikan rendah, sehingga dapat dirancang intervensi yang lebih inklusif dan kontekstual bagi masyarakat Desa Dompyongwetan.

Read online
File size191.57 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test