UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Dalam sejarah perkembangannya, Negara Republik Indonesia tidak luput dari peran serta mahasiswa sebagai salah satu bagian masyarakat yang dianggap memiliki kemampuan lebih dalam mengawal terselenggaranya pemerintahan. Mahasiswa dengan fungsinya sebagai agent of change dan agent of social control harus mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi pemerintahan. Namun ada fenomena yang menarik saat ini, kebanyakan mahasiswa sudah tidak mampu lagi berada pada posisi pemerhati dan pengaplikasi pembangunan masyarakat. Mahasiswa dengan dengan berbagai macam kesibukannya seperti sengaja memposisikan diri atau diposisikan sebagai penonton saja tanpa memberikan masukan dan kritik yang membangun. Situasi semacam ini bukanlah hal yang serta merta terjadi, tentu ada upaya yang mengarahkan agar mahasiswa tidak terlalu kritis dalam menyikapi roda pemerinntahan. Secara internal kemahasiswaan itu sendiri saat ini mahasiswa terlalu banyak disibukan dengan aktifitas lain yang tidak menopang pengembangan dirinya sebagai mahasiswa yang produktif, sehingga disebutlah sebagai silent majority serta tidak mampu menjadi pressure group.

Mahasiswa memiliki peran krusial dalam mengawal proses pemerintahan, mulai dari pemilihan umum hingga menjadi agen pencerahan bagi masyarakat untuk menjadi pemilih dan pengawas yang cerdas.Keterlibatan aktif mahasiswa sangat penting untuk melahirkan petarung politik yang berkualitas dan memastikan pemerintah tetap berada pada jalur *good governance*.mahasiswa harus secara cerdas dan berkelanjutan aktif memberikan masukan demi terwujudnya pemerintahan yang bersih dan berkualitas bagi masyarakat.

Fenomena *silent majority* di kalangan mahasiswa saat ini memerlukan kajian lebih dalam untuk menemukan solusi yang berkelanjutan. Salah satu arah penelitian yang penting adalah mengidentifikasi dan mengembangkan model pembinaan atau kaderisasi mahasiswa yang paling efektif. Bagaimana program kaderisasi dapat dirancang untuk tidak hanya meningkatkan kapasitas intelektual dan keberanian kritis, tetapi juga mampu mengikis dampak negatif dari ideologi individualisme, konsumerisme, dan hedonisme yang disebutkan dalam artikel, sehingga mahasiswa kembali termotivasi untuk aktif sebagai *pressure group*? Penelitian ini bisa mengeksplorasi metode pendidikan transformatif dan penggunaan teknologi untuk membangun gerakan mahasiswa yang kohesif. Selain itu, penting untuk melakukan studi komparatif yang lebih mendalam mengenai mekanisme dan strategi yang digunakan oleh gerakan mahasiswa yang berhasil di masa lalu (seperti era pra-reformasi) dibandingkan dengan pendekatan gerakan mahasiswa kontemporer. Fokusnya bukan hanya pada perbedaan kondisi, tetapi pada identifikasi elemen-elemen strategis yang memungkinkan mereka mengatasi fragmentasi dan membangun kekuatan kolektif, yang kemudian dapat diadaptasi ke konteks saat ini. Terakhir, mengingat pentingnya kontribusi mahasiswa dalam tata kelola pemerintahan, penelitian dapat mengeksplorasi secara spesifik bagaimana mahasiswa dapat berpartisipasi dan memberikan *input* politik yang efektif dalam pengawasan kebijakan publik di tingkat lokal atau dalam isu-isu sektoral tertentu, misalnya kebijakan lingkungan atau reformasi birokrasi, serta mengukur dampak riil dari intervensi mereka terhadap kualitas dan akuntabilitas kebijakan. Dengan demikian, kita bisa memahami cara terbaik mengaktifkan kembali peran mahasiswa untuk Indonesia yang lebih baik.

Read online
File size165.49 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test