UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Kabupaten Indramayu merupakan kabupaten pengirim tenaga kerja ke luar negeri terbanyak di Provinsi Jawa Barat. Saat ini tercatat 25.521 warga Kabupaten Indramayu bekerja di luar negeri. Dari sekian ribu jumlah warga Kabupaten Indramayu yang bekerja di luar negeri, 167 di antaranya adalah warga Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu. Hal ini menimbulkan konsekuensi adanya komunikasi jarak jauh antara buruh migran dan keluarganya. Pertanyaan penelitian adalah bagaimana determinasi teknologi komunikasi yang ada pada masyarakat Desa Majasari Indramayu dan bagaimana karakter komunikasi buruh migran Desa Majasari Indramayu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian didapatkan pertama, dalam komunikasi antara buruh migran dengan keluarganya telah menggunakan teknologi komunikasi yang terkini. Kedua, komunikasi buruh migran dan keluarganya diarahkan sebagai komunikasi keluarga yang bertujuan untuk mengurangi ketidakpastian dan mencegah konflik keluarga.

Usaha bidang pertanian secara signifikan belum mampu mensejahterakan masyarakat Desa Majasari, sementara diversifikasi usaha atau kesempatan kerja sangat terbatas, sehingga menjadi pendorong utama warga untuk menjadi buruh migran yang sebagian besar terserap di sektor informal di wilayah Timur Tengah dan Asia.Dalam komunikasi antara buruh migran dengan keluarganya telah digunakan teknologi komunikasi terkini yang memungkinkan interaksi langsung secara intensif.Komunikasi tersebut diarahkan sebagai komunikasi keluarga yang bertujuan mengurangi ketidakpastian dan mencegah terjadinya konflik keluarga.

Pertama, perlu diteliti bagaimana dampak penggunaan media sosial seperti Facebook dan WhatsApp terhadap kualitas hubungan emosional antara buruh migran dan anak-anak mereka yang ditinggal di desa, mengingat media ini menjadi sarana utama komunikasi jarak jauh. Kedua, penting untuk mengkaji bagaimana literasi digital keluarga buruh migran memengaruhi efektivitas komunikasi jarak jauh, khususnya dalam menghadapi perbedaan zona waktu dan keterbatasan akses internet, karena kemampuan mengoperasikan fitur komunikasi modern belum tentu merata di semua keluarga. Ketiga, sebaiknya dilakukan penelitian tentang peran komunitas TIK di desa asal dalam membentuk jaringan dukungan sosial bagi keluarga buruh migran, termasuk bagaimana komunitas ini membantu mengurangi rasa kesepian dan stres akibat perpisahan jangka panjang, mengingat keberadaan komunitas ini menjadi bagian dari ekosistem komunikasi keluarga migran. Temuan dari ketiga arah penelitian tersebut dapat memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana teknologi dan sumber daya sosial lokal bersama-sama memperkuat ketahanan keluarga buruh migran di tengah tantangan perantauan.

Read online
File size153.82 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test