UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Bahasa Inggris dan Bahasa Jawa adalah dua bahasa yang digunakan oleh banyak orang di dunia. Bahasa Inggris merupakan bahasa nasional di negara Inggris dan kini telah menjadi bahasa internasional yang digunakan oleh masyarakat dunia. Adapun bahasa Jawa adalah satu dari sekian banyak bahasa daerah di negara Indonesia. Tulisan ini mengkaji perbandingan bentuk sintaksis situasi telik dalam bahasa Inggris dan Jawa. Kedua bahasa ini menarik untuk dikaji indikator situasi telik dalam kalimat-kalimatnya. Indikator situasi telik adalah ciri yang terdapat dalam sebuah kalimat berupa ujaran yang menyarankan proses perbuatan dan ketercapaian targetnya. Melalui metode penelitian kualitatif deskriptif, pendekatan studi pustaka digunakan untuk mencermati ketelikan dalam kedua bahasa tersebut.

Berdasarkan beberapa contoh kalimat yang disajikan di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam ujaran kalimat bahasa Inggris dan bahasa Jawa sama-sama memiliki konsep situasi telik.Situasi telik sebagaimana yang para sarjana katakan yakni situasi (perbuatan) yang mencapai batas internal.Sebuah situasi (perbuatan) dalam sebuah kalimat dikatakan telik jika proses telah berhenti/sasaran akhir telah tercapai (batas internal).Keharusan berakhirnya proses/tercapainya sasaran itu dalam situasi telik, menurut para ahli sama halnya seperti analogi keharusan padamnya nyala sebatang lilin.Lilin padam dengan sendirinya pada saat bahan lilin habis terbakar.Akhir nyala lilin, yakni saat padamnya lilin merupakan batas internal antara keadaan “ada nyala lilin dengan keadaan “tidak ada nyala lilin yang dalam kalimat bahasa Inggris dan Bahasa Jawa dapat dilihat indikatornya terdapat dalam kalimat-kalimat berfrasa nominal terikat argumen tunggal, berfrasa nominal terikat argumen jamak terbilang, berfrasa adverbial terikat argumen takrif dan berverba pungtual.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan membandingkan indikator situasi telik dalam bahasa-bahasa lain, seperti bahasa Jerman atau bahasa Mandarin, untuk melihat apakah ada kesamaan atau perbedaan dalam pengungkapan situasi telik. Selain itu, studi komparatif antara bahasa Inggris dan bahasa Jawa dapat diperluas dengan menganalisis aspek-aspek lain dari sintaksis, seperti aspek temporal atau aspek modalitas, untuk melihat apakah ada pola-pola yang konsisten dalam pengungkapan situasi telik di kedua bahasa tersebut. Terakhir, penelitian ini dapat dikembangkan dengan menerapkan pendekatan kognitif atau psikolinguistik untuk memahami bagaimana penutur bahasa Inggris dan bahasa Jawa memproses dan memahami situasi telik dalam kalimat-kalimat mereka.

Read online
File size293.91 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test