UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Krisis Identitas merupakan permasalahan yang kerap terjadi pada masa kini. Permasalahan krisis identitas terjadi dikarenakan manusia tidak memahami akan eksistensi dirinya dan kurangnya kepercayaan diri, selain itu krisis identitas terjadi didasarkan beberapa permasalahan yaitu baik akademik, keluarga maupun asmara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif dengan data yang didapatkan dari penelitiaan kepustakaan. Confucius banyak menuliskan karya-karya. Filsafat Confucius merupakan filsafat yang memiliki pengaruh besar di Cina. Ajaran utama Confucius menekankan cara menjalani kehidupan yang harmonis dengan mengutamakan moralitas atau kebajikan dan mengarah menuju sifat-sifat ideal manusia baik sebagai individu maupun di dalam masyarakat. Kode Etik Individu merupakan pemikiran dari Filsuf Cina, yaitu Confucius. Kode Etik Individu merupakan sifat-sifat yang harus dimiliki yaitu konsep manusia ideal. Didalamnya terdapat beberapa sifat yang harus dimiliki manusia yaitu Jen (kemanusiaan), Hao (hormat kepada orang tua), Chun-tzu (gentlemen) , Li (etiket) dan yang mendasari sifat-sifat tersebut yaitu harus memiliki sifat Chih (Kebijaksanaan). Dengan pendidikan mengenai kode etik individu dan diterapkan dalam diri manusia dapat menjadi jalan tengah dalam mengatasi krisis identitas karena individu dapat mengenal dirinya lebih dalam dan mengetahui akan adanya nilai dalam dirinya sehingga krisis identitas dapat teratasi.

Pemikiran Confucius mengenai Kode Etik Individu, yang mencakup karakter seperti Jen, Chih, Chun-tzu, Li, dan Hao, dapat menjadi solusi untuk mengatasi krisis identitas yang umum terjadi saat ini.Penerapan kode etik ini membantu individu membangun kepercayaan diri dan menyadari nilai-nilai yang mereka miliki.Dengan demikian, pendidikan mengenai kode etik individu Confucius menjadi penting sebagai jalan tengah untuk mengatasi permasalahan krisis identitas.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas implementasi kode etik Confucius dalam program konseling atau pengembangan karakter di kalangan remaja. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan pendekatan Confucius dengan teori-teori psikologi modern dalam mengatasi krisis identitas. Terakhir, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami bagaimana individu menginternalisasi dan mempraktikkan nilai-nilai kode etik Confucius dalam kehidupan sehari-hari, serta dampaknya terhadap pembentukan identitas mereka. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang peran filosofi Confucius dalam membantu individu menemukan makna dan tujuan hidup, serta mengatasi tantangan identitas di era modern. Dengan demikian, pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Confucius dapat diintegrasikan ke dalam berbagai aspek pendidikan dan pengembangan diri, sehingga membantu generasi muda membangun identitas yang kuat dan bermakna.

Read online
File size270.49 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test