UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Lembaga Pemasyarakatan merupakan tempat yang menjalankan fungsi Pembinaan terhadap Narapidana. Over kapasitas menjadi permasalahan yang berlangsung hampir seluruh Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia termasuk juga di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon. Dalam mengatasi permasalahan ini, Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon melakukan salah satu alternatif pemecah masalah dengan cara memberikan Pembebasan Bersyarat. Pembebasan Bersyarat dinilai sangat efektif untuk diberikan kepada narapidana sebagaimana yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum Dan Hak Asasi Manusia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan . Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang difokuskan pada yang terdiri dari 4 dimensi yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi. Informan penelitian terdiri dari 16 orang yaitu dari unsur pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon, Balai Pemasyarakatan Kelas I Cirebon, Kejaksaan Negeri Kota Cirebon dan Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon. Peneliti mengambil data dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa berkaitan dengan 4 dimensi sudah diterapkan dengan baik sehingga sudah terlaksana sesuai dengan maksud dan tujuan sistem pemasyarakatan. Namun pada dimensi sumber daya tepatnya pada indikator sumber daya manusia masih ditemukan permasalahan mengenai ketersedian sumber daya manusia yang masih kurang dan pada indikator fasilitas yaitu ketersediaan fasilitas kamar/blok hunian yang masih kurang sehingga menyebabkan over kapasitas hunian Lembaga Pemasyarakatan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cirebon telah aktif mengoptimalkan pelaksanaan program pembebasan bersyarat melalui komunikasi yang baik.Pelaksanaan program ini juga telah menerapkan sumber daya yang cukup baik, meskipun masih terdapat kendala pada ketersediaan sumber daya manusia dan fasilitas hunian yang menyebabkan overkapasitas.Selain itu, pelaksanaan program ini didukung oleh disposisi yang baik dari para pelaksana dan struktur birokrasi yang memadai.

Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak program pembebasan bersyarat terhadap tingkat residivisme narapidana yang telah dibebaskan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor sosial dan ekonomi yang memengaruhi keberhasilan reintegrasi mereka ke masyarakat. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan dengan lembaga pemasyarakatan lain di Indonesia yang memiliki karakteristik serupa, untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dan tantangan yang umum dihadapi. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model intervensi yang lebih efektif untuk mengatasi permasalahan overkapasitas di Lembaga Pemasyarakatan, dengan mempertimbangkan pendekatan alternatif seperti peningkatan program rehabilitasi, diversifikasi hukuman, dan peningkatan koordinasi dengan lembaga terkait lainnya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan efektivitas sistem pemasyarakatan di Indonesia dan mengurangi angka residivisme.

Read online
File size285.41 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test