UNJANIUNJANI

Dinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan InternasionalDinamika Global : Jurnal Ilmu Hubungan Internasional

Penelitian ini menyoroti peran vital Bea Cukai dalam mengawasi perusahaan jasa titip (PJT) serta upaya meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi kepabeanan. Bea Cukai bertanggung jawab dalam menjaga keamanan nasional, melindungi industri dalam negeri, dan memastikan persaingan pasar yang adil. Namun, tantangan kompleks muncul terkait kepatuhan PJT terhadap regulasi. Banyak PJT mengalami kesulitan dalam mengelola dokumen kepabeanan akibat kurangnya pengetahuan dan sistem yang memadai, sering kali menyebabkan penyitaan barang dan ketidakpuasan masyarakat. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian merekomendasikan beberapa langkah strategis. Pertama, Bea Cukai perlu menerapkan audit komprehensif dan berkala terhadap PJT, termasuk pemeriksaan dokumen, inspeksi fisik barang, serta evaluasi prosedur internal. Audit membantu mengidentifikasi ketidakpatuhan sekaligus memberikan rekomendasi perbaikan. Kedua, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), seperti platform daring untuk pelaporan dan verifikasi dokumen, dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi. Penggunaan teknologi big data dan analitik prediktif juga dapat mendukung penilaian risiko. Komunikasi yang efektif dengan publik sangat penting untuk meningkatkan pemahaman terhadap prosedur dan alasan di balik penyitaan barang. Melalui edukasi publik dan layanan pelanggan yang responsif, Bea Cukai dapat mengurangi ketidakpuasan masyarakat. Kolaborasi dengan instansi terkait seperti Kementerian Perdagangan dan Badan Karantina juga diperlukan untuk mempercepat proses verifikasi dokumen. Pelatihan dan peningkatan kapasitas petugas Bea Cukai harus terus dilakukan. Keseluruhan langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja Bea Cukai dan kepercayaan publik, serta menciptakan lingkungan perdagangan yang adil dan aman guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Bea Cukai memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran dan kepatuhan regulasi perdagangan internasional, tidak hanya dalam pengumpulan pendapatan negara tetapi juga dalam melindungi industri dalam negeri dan keamanan nasional.Tantangan utama yang dihadapi berasal dari kurangnya pengetahuan dan ketidakpatuhan perusahaan jasa titip (PJT) dalam pengurusan dokumen, yang sering menimbulkan penundaan dan kesalahpahaman publik.Untuk mengatasinya, Bea Cukai perlu menerapkan audit rutin terhadap PJT, memperkuat pemanfaatan teknologi informasi untuk pemantauan dan verifikasi dokumen, serta meningkatkan komunikasi publik melalui kampanye edukasi dan layanan pelanggan yang responsif.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengembangkan sistem audit dinamis berbasis risiko yang dapat menyesuaikan frekuensi dan kedalaman pemeriksaan terhadap perusahaan jasa titip berdasarkan riwayat kepatuhan dan kompleksitas kiriman mereka, sehingga alokasi sumber daya pengawasan menjadi lebih efisien. Kedua, perlu dikaji bagaimana penerapan platform digital kolaboratif antara Bea Cukai, PJT, dan instansi terkait dapat memungkinkan pertukaran dokumen dan verifikasi secara real-time, guna meminimalkan keterlambatan akibat kurangnya koordinasi dan informasi yang terfragmentasi. Ketiga, penting untuk mengevaluasi efektivitas berbagai metode edukasi publik, seperti kampanye media sosial interaktif, simulasi proses kepabeanan, atau aplikasi mobile panduan impor, dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap aturan dan prosedur, sehingga dapat mengurangi kesalahpahaman dan respons emosional terhadap penahanan barang.

  1. #persepsi publik#persepsi publik
  2. #bea cukai#bea cukai
Read online
File size240.22 KB
Pages27
Short Linkhttps://juris.id/p-20g
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test