UNUBLITARUNUBLITAR

New Psycho Aksara : Jurnal PsikologiNew Psycho Aksara : Jurnal Psikologi

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mendalami pemahaman tentang bagaimana generasi zoomer melihat dan menghadapi fenomena flexing. Metode pengumpulan data melibatkan catatan lapangan, wawancara, dan observasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dalam pendekatannya dan bersifat kualitatif. Subjek penelitian menggunakan empat mahasiswi STIE Kesuma Negara Blitar angkatan 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa insecure tidak selalu mengakibatkan flexing, kemudian individu yang cenderung mengekspresikan diri secara berlebihan seringkali terlibat dalam manipulasi diri. Seseorang yang merasa puas dengan menjelajahi tempat-tempat yang belum menjadi tren cenderung menunjukkan perilaku berlebihan. Alasan di balik perilaku menunjukkan diri bervariasi, dan rangsangan yang diterima seseorang dapat menjadi pemicu dari tindakan ini. Kecenderungan untuk menunjukkan diri tidak selalu bersifat memaksa situasi, dan kemampuan seseorang untuk mengendalikan diri dapat mencegah perilaku menunjukkan diri karena kesulitan dalam berinteraksi sosial.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor dan indikator sebagai pendorong seseorang melakukan flexing seperti temuan sebelumnya.Selanjutnya berdasarkan hasil observasi dan wawancara memperoleh 1) tidak semua individu melakukan flexing dengan alasan yang sama, 2) persepsi individu terkait flexing tergantung dari seberapa dalam kontrol diri dan pengalaman hidup, 3) mahasiswi STIE Kesuma Negara jurusan akuntansi, angkatan 2021 dapat memahami dan mencegah perilaku flexing dari masa sebelumnya, 4) terjadinya perilaku flexing dari sudut pandang subjek dan peneliti terdapat faktor maupun indikator yang mempengaruhi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Menganalisis lebih dalam faktor-faktor psikologis yang mendorong perilaku flexing pada generasi Z, seperti rasa insecure dan manipulasi diri. 2. Meneliti pengaruh flexing terhadap kesehatan mental generasi Z, terutama dalam hal kecemasan sosial dan kepercayaan diri. 3. Mengkaji dampak flexing pada interaksi sosial dan hubungan pertemanan di kalangan generasi Z, serta strategi pencegahan perilaku flexing yang berlebihan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang fenomena flexing pada generasi Z dan implikasinya dalam kehidupan sosial dan psikologis mereka.

  1. Eksistensi Media Sosial,Youtube, Instagram dan Whatsapp Ditengah Pandemi Covid-19 Dikalangan Masyarakat... baitululum.fah.uinjambi.ac.id/index.php/b_ulum/article/view/46Eksistensi Media Sosial Youtube Instagram dan Whatsapp Ditengah Pandemi Covid 19 Dikalangan Masyarakat baitululum fah uinjambi ac index php b ulum article view 46
  2. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Impelementasi Kurikulum Prototipe di Sekolah Penggerak... doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2714Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dalam Impelementasi Kurikulum Prototipe di Sekolah Penggerak doi 10 31004 basicedu v6i3 2714
Read online
File size205.37 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test