JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Salah satu upaya meningkatkan kemampuan motorik halus adalah permainan bubur kertas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh permainan bubur kertas terhadap perkembangan motorik halus anak usia 4 hingga 5 tahun. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain One Group Pretest Posttest Design, populasi sebanyak 30 siswa di TK Dharma Wanita Tosaren II Kecamatan Pesantren Kota Kediri, dengan teknik total sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah permainan bubur kertas, sedangkan variabel terikatnya adalah perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun. Hampir setengah responden, tingkat perkembangan motorik halus sebelum pemberian permainan bubur kertas termasuk kategori peringatan yaitu 12 orang (40,0%). Namun, hampir seluruh responden, tingkat perkembangan motorik halus setelah pemberian permainan bubur kertas termasuk kategori normal yaitu 24 orang (80,0%). Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai ρ value = 0,000 sehingga < α = 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga terdapat pengaruh pemberian permainan bubur kertas terhadap perkembangan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di TK Dharma Wanita Tosaren II Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan permainan bubur kertas dapat diterapkan untuk membantu meningkatkan motorik halus anak.

Hampir setengah responden mengalami perkembangan motorik halus dalam kategori peringatan sebelum diberikan permainan bubur kertas, yaitu sebanyak 12 anak (40%).Setelah dilakukan intervensi, hampir seluruh responden berada dalam kategori normal, yaitu 24 anak (80%).Hasil uji wilcoxon menunjukkan nilai ρ value = 0,000 (< α = 0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan permainan bubur kertas terhadap perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun.

Pertama, perlu diteliti efektivitas permainan bubur kertas dibandingkan dengan media stimulasi motorik halus lainnya, seperti tanah liat atau plastisin, untuk melihat apakah bubur kertas lebih efisien, menarik, atau mudah diakses dalam konteks berbeda. Kedua, penting untuk mengeksplorasi dampak jangka panjang dari permainan bubur kertas terhadap keterampilan motorik halus dan kreativitas anak, apakah manfaatnya berkelanjutan setelah beberapa bulan tanpa intervensi lanjutan. Ketiga, perlu dikaji peran orang tua dalam memperkuat efek stimulasi di rumah, misalnya dengan melihat bagaimana keterlibatan orang tua dalam kegiatan bubur kertas di rumah memengaruhi hasil perkembangan motorik halus dibandingkan dengan anak yang hanya mendapat stimulasi di sekolah. Penelitian lanjutan dapat merancang intervensi kolaboratif antara guru, anak, dan orang tua untuk menguji efektivitas pendekatan holistik dalam stimulasi dini. Studi ini juga dapat mengukur variabel sosial-emosional anak selama kegiatan, mengingat bermain kreatif berpotensi memperkuat rasa percaya diri dan ekspresi diri. Peneliti dapat mengembangkan modul pembelajaran berbasis bubur kertas yang terstandar untuk berbagai topik pengembangan anak. Selain itu, dapat dievaluasi kesiapan guru dalam mengimplementasikan kegiatan ini, termasuk pelatihan dan sumber daya yang dibutuhkan. Penelitian juga bisa mengeksplorasi adaptasi kegiatan untuk anak dengan keterlambatan perkembangan khusus. Fokus pada aspek kesenangan dan motivasi intrinsik anak selama bermain perlu dikaji sebagai bagian dari efektivitas metode. Dengan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, penelitian lanjutan dapat memberikan gambaran komprehensif tentang dampak dan potensi permainan bubur kertas dalam pendidikan anak usia dini.

Read online
File size427.49 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test