UNISSULAUNISSULA
Jurnal Pendidikan Sultan AgungJurnal Pendidikan Sultan AgungPendidikan inklusi adalah tentang semua peserta didik yang berkebutuhan khusus mendapatkan perlakuan dan pelayanan pendidikan yang sama dan disesuaikan dengan kebutuhan individu. Penilaian merupakan komponen evaluasi yang sangat penting yang harus dilakukan oleh guru untuk mengetahui keefektifan suatu proses pembelajaran. Anak berkebutuhan khusus memiliki keberagaman dalam berbagai aspek seperti komunikasi interaksi, emosional emosional, fisik dan motorik anak. Seperti yang dilakukan oleh SDN 14 Jatinegara Kaum yag melakukan berbagai cara untuk mengetahui perkembangan secara siknifikan pada keefektifan dari anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar supaya proses pembelajaran diketahui oleh orang tua secara baik. Berdasarkan latar belakang tersebut rumusan masalahnya 1) Bagaimana Implementasi Penilaian pada anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi SDN 14 Jatinegara Kaum Jakarta, 2) Bagaimana Evaluasi sistem Penilaian yang disesuaikan dengan kebijakan pemerintah pada anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi SDN 14 Jatinegara Kaum Jakarta. Penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari data primer dan sekunder, melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menghasilkan beberapa temuan yaitu upaya guru dalam implementasi mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi.
Sistem evaluasi dan penilaian di SDN 14 Jatinegara Kaum Jakarta telah disesuaikan dengan kebijakan pemerintah dan kebutuhan individual anak berkebutuhan khusus (ABK) yang beragam.Penilaian hasil belajar ini bertujuan mengukur pencapaian standar kompetensi lulusan (SKL) pada mata pelajaran kekhususan dan vokasional, dengan mengacu pada Permendiknas No.70 Tahun 2009 untuk menciptakan pembelajaran yang efektif.Implementasi sistem ini meliputi tiga tahapan utama.perencanaan (RPP, Silabus), pelaksanaan (persiapan media, metode, materi), dan evaluasi menggunakan berbagai teknik seperti tes tertulis, observasi, tes kinerja, penugasan, tes lisan, penilaian diri, dan penilaian antar teman.
Penelitian ini telah memberikan gambaran penting mengenai implementasi sistem evaluasi dan penilaian bagi anak berkebutuhan khusus di sebuah sekolah inklusi. Namun, untuk memperkaya pemahaman kita tentang pendidikan inklusi, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dieksplorasi. Pertama, akan sangat bermanfaat untuk mengkaji lebih dalam tentang bagaimana efektivitas sistem evaluasi dan penilaian yang ada benar-benar berkontribusi pada peningkatan hasil belajar dan perkembangan holistik anak berkebutuhan khusus. Studi selanjutnya bisa menggunakan pendekatan kuantitatif atau metode campuran untuk mengukur secara lebih objektif dampak jangka panjang dari berbagai teknik penilaian yang diterapkan, tidak hanya deskripsi implementasinya saja, melainkan juga capaian konkret siswa. Kedua, mengingat peran sentral guru dalam proses ini, penelitian di masa mendatang dapat berfokus pada analisis mendalam mengenai tantangan, kebutuhan dukungan, serta tingkat kompetensi guru dalam merancang dan melaksanakan penilaian yang adaptif dan inklusif. Identifikasi kesenjangan kompetensi guru dalam penilaian ABK dan faktor-faktor yang memengaruhinya dapat menjadi landasan untuk pengembangan program pelatihan profesional yang lebih terarah dan relevan. Ketiga, penting juga untuk melibatkan perspektif orang tua secara lebih ekstensif. Penelitian dapat menyelidiki bagaimana persepsi orang tua terhadap sistem penilaian yang diterapkan, sejauh mana partisipasi mereka dalam proses evaluasi, serta bagaimana kolaborasi antara sekolah dan keluarga dapat dioptimalkan untuk mendukung pembelajaran anak berkebutuhan khusus secara komprehensif. Ini akan membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih terintegrasi antara rumah dan sekolah, memastikan bahwa semua pihak memiliki pemahaman yang sama tentang kemajuan dan kebutuhan anak.
| File size | 330.6 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
UNISMUHUNISMUH Adapun harapan informan mengenai motivasi mereka untuk melanjutkan pendidikan sebagaimana yang telah diuraikan seperti berharap adanya rasa aman karenaAdapun harapan informan mengenai motivasi mereka untuk melanjutkan pendidikan sebagaimana yang telah diuraikan seperti berharap adanya rasa aman karena
UNISMUHUNISMUH Faktor pendukung meliputi regulasi sekolah dan pelatihan guru, sedangkan faktor penghambat berupa kurangnya sarana/prasarana serta ketidakdisiplinan siswa.Faktor pendukung meliputi regulasi sekolah dan pelatihan guru, sedangkan faktor penghambat berupa kurangnya sarana/prasarana serta ketidakdisiplinan siswa.
UNYUNY Penelitian ini menekankan pentingnya integrasi prinsip belajar termediasi, scaffolding, dan zona perkembangan proksimal dalam pembelajaran fisik‑motorikPenelitian ini menekankan pentingnya integrasi prinsip belajar termediasi, scaffolding, dan zona perkembangan proksimal dalam pembelajaran fisik‑motorik
UNP KEDIRIUNP KEDIRI Oleh karena itu, pemilihan teknik mendongeng perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks pembelajaran agar hasil yang dicapai lebih optimal. BerbagaiOleh karena itu, pemilihan teknik mendongeng perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks pembelajaran agar hasil yang dicapai lebih optimal. Berbagai
UNP KEDIRIUNP KEDIRI Metode analisis data yang digunakan melibatkan deskripsi kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil validasi dari ahli materi memperoleh angka 87 denganMetode analisis data yang digunakan melibatkan deskripsi kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil validasi dari ahli materi memperoleh angka 87 dengan
UADUAD Ada beberapa strategi yang tidak diimplementasikan karena beberapa pertimbangan. Dalam hal tanggapan siswa, siswa sebagian besar melihat dan setuju bahwaAda beberapa strategi yang tidak diimplementasikan karena beberapa pertimbangan. Dalam hal tanggapan siswa, siswa sebagian besar melihat dan setuju bahwa
UNISSULAUNISSULA Subjek FD memiliki kategori baik dalam tahap memahami masalah, sedangkan dalam merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksaSubjek FD memiliki kategori baik dalam tahap memahami masalah, sedangkan dalam merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian, dan memeriksa
UNISSULAUNISSULA Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan 18 responden siswa. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kemampuan pemahamanPenelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif dengan 18 responden siswa. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan kemampuan pemahaman
Useful /
UNISSULAUNISSULA Untuk hasil belajar peserta didik di setiap siklusnya selalu mengalami peningkatan. Pada tahap pra-tindakan memiliki rata-rata nilai sebesar 61,78 denganUntuk hasil belajar peserta didik di setiap siklusnya selalu mengalami peningkatan. Pada tahap pra-tindakan memiliki rata-rata nilai sebesar 61,78 dengan
UNYUNY Di akhir, penelitian ini menyimpulkan bahwa pemancangan nilai-nilai ini adalah hal mendasar untuk memupuk pemahaman antarkultural dan memperkuat karakterDi akhir, penelitian ini menyimpulkan bahwa pemancangan nilai-nilai ini adalah hal mendasar untuk memupuk pemahaman antarkultural dan memperkuat karakter
UNYUNY Melalui penerapan nilai-nilai tersebut, ayah memainkan peran penting dalam mendukung perkembangan kognitif dan sosio-emosional anak, sesuai dengan teoriMelalui penerapan nilai-nilai tersebut, ayah memainkan peran penting dalam mendukung perkembangan kognitif dan sosio-emosional anak, sesuai dengan teori
UNISSULAUNISSULA Metode penelitian yaitu kuantitatif deskriptif, subjek dalam penelitian adalah penyajian konten dalam buku teks matematika SMP kelas VII program sekolahMetode penelitian yaitu kuantitatif deskriptif, subjek dalam penelitian adalah penyajian konten dalam buku teks matematika SMP kelas VII program sekolah