169169

PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaPANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya

Penelitian ini berfokus pada bagaimana musik di tempat hiburan malam (diskotek) dapat membuat pendengar mencapai fase entrainment. Entrainment, yaitu kondisi di mana tubuh makhluk hidup tersinkronisasi dengan sumber pancaran musik (oscillator), merupakan penjelasan ilmiah untuk fenomena tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dengan sejumlah peserta dalam dua uji coba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta mampu mencapai fase ketiga entrainment dan memengaruhi pengunjung lain secara kolektif, yang tidak terjadi pada uji coba awal. Hal ini menunjukkan bahwa entrainment dapat dicapai dengan teknik transisi musik yang efektif dari seorang DJ, dan kondisi entrainment individu dapat memengaruhi pengunjung diskotek baik secara individu maupun kolektif.

Penelitian ini membuktikan bahwa teknik transisi yang digunakan oleh seorang DJ mampu membuat pengunjung diskotek mencapai entrainment, dibandingkan dengan DJ yang tidak memiliki teknik tersebut.Entrainment yang berhasil juga dapat menjelaskan secara ilmiah apa yang terjadi pada tubuh manusia ketika mereka kehilangan kendali atas tubuh mereka sendiri.Hal ini disebabkan oleh sinkronisasi ritme biologis dalam tubuh mereka dengan masukan ritmis dari luar.Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa entrainment akan terjadi dengan berbagai faktor.seperti keintiman, kesenangan dan proses penyerapan dalam musik.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi pengaruh faktor-faktor psikologis, seperti kepercayaan dan pengalaman musik sebelumnya, terhadap proses entrainment. Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan peserta dengan latar belakang musik yang beragam dan mengukur tingkat kepercayaan mereka terhadap fenomena musik trance. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi mekanisme neurologis yang mendasari entrainment, dengan menggunakan teknik neuroimaging seperti fMRI atau EEG. Hal ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana otak memproses informasi musik dan menghasilkan respons motorik yang terkoordinasi. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi potensi aplikasi entrainment dalam konteks terapi musik, misalnya untuk membantu pasien dengan gangguan ritme atau kesulitan dalam koordinasi motorik. Dengan memahami lebih lanjut tentang mekanisme entrainment, kita dapat mengembangkan intervensi musik yang lebih efektif untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan.

  1. DOI Name 10.11588 Values. doi name values index type timestamp data hs admin 31z handle na delete hdl... doi.org/10.11588DOI Name 10 11588 Values doi name values index type timestamp data hs admin 31z handle na delete hdl doi 10 11588
  2. Mixed methods and mixed methodologies - Tony Gilbert, 2006. mixed methods tony gilbert skip main content... journals.sagepub.com/doi/10.1177/1744987106064634Mixed methods and mixed methodologies Tony Gilbert 2006 mixed methods tony gilbert skip main content journals sagepub doi 10 1177 1744987106064634
  3. Model Concurrent Transformative dalam Desain Metode Penelitian Campuran: Sebuah Pengenalan | Syntax Idea.... jurnal.syntax-idea.co.id/index.php/syntax-idea/article/view/1488Model Concurrent Transformative dalam Desain Metode Penelitian Campuran Sebuah Pengenalan Syntax Idea jurnal syntax idea index php syntax idea article view 1488
  4. DOI Name 10.3389 Values. name values index type timestamp data serv crossref desc prefix frontiers research... doi.org/10.3389DOI Name 10 3389 Values name values index type timestamp data serv crossref desc prefix frontiers research doi 10 3389
Read online
File size738.24 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test