UMSRAPPANGUMSRAPPANG

Jurnal LaogiJurnal Laogi

Kepemimpinan dalam pendidikan tinggi semakin beroperasi dalam struktur tata kelola yang kompleks, ditandai oleh akuntabilitas etis, tekanan emosional, dan tanggung jawab institusional jangka panjang. Meskipun teori kepemimpinan yang berlaku menekankan visi, orientasi pelayanan, dan perilaku moral, kesabaran tetap kurang dikembangkan sebagai konstruk inti kepemimpinan. Penelitian ini mengusulkan Sheik Leadership Model (SLM), sebuah kerangka kerja kepemimpinan yang berbasis kecerdasan buatan dan berfokus pada kesabaran, yang dirancang untuk menjelaskan praktik kepemimpinan berkelanjutan dalam pendidikan tinggi. Berdasarkan literatur sekunder dan sintesis konseptual berbasis AI, model ini merekonseptualisasi kesabaran sebagai mekanisme regulasi aktif yang menstabilkan tata kelola etis, kecerdasan emosional, efektivitas bimbingan, dan visi institusional jangka panjang. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif dan konseptual, studi ini meningkatkan keteguhan teoritis melalui representasi matematis sederhana, yang menggambarkan kesabaran sebagai pengganda penstabil sekaligus kondisi ambang yang membedakan kepemimpinan reaktif dari kepemimpinan berkelanjutan. Studi ini memberikan kontribusi bagi teori kepemimpinan dengan menempatkan kesabaran sebagai mediator dasar yang mendukung konsistensi pengambilan keputusan, kepercayaan institusional, dan keberlanjutan jangka panjang dalam kepemimpinan pendidikan tinggi.

Penelitian ini memperkenalkan Sheik Leadership Model (SLM) sebagai kerangka kerja kepemimpinan berbasis kecerdasan buatan dan berfokus pada kesabaran untuk kepemimpinan berkelanjutan di perguruan tinggi.Model ini merekonseptualisasi kesabaran bukan sebagai kebajikan moral pasif, melainkan sebagai kompetensi strategis dan regulatif yang mengatur regulasi emosional, efektivitas bimbingan, dan visi institusional jangka panjang.Model ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis dengan menempatkan kesabaran sebagai konstruk penghubung utama yang menjelaskan stabilitas keputusan, konsistensi etis, dan keberlanjutan tata kelola akademik.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian empiris yang menguji validitas Sheik Leadership Model melalui pendekatan kuantitatif seperti structural equation modeling untuk mengevaluasi bagaimana variabel kesabaran secara nyata memengaruhi efektivitas kepemimpinan di berbagai institusi pendidikan tinggi. Kedua, penting untuk dilakukan studi lintas budaya yang mengeksplorasi bagaimana konstruksi kesabaran dalam kepemimpinan dipahami dan diimplementasikan dalam sistem akademik yang berbeda, mengingat nilai dan praktik kesabaran bisa sangat dipengaruhi oleh konteks sosial dan kultural. Ketiga, perlu dilakukan penelitian longitudinal yang mengamati perubahan dalam efektivitas kepemimpinan seiring waktu, khususnya untuk mengetahui apakah tingkat kesabaran yang tinggi benar-benar menghasilkan tata kelola yang lebih stabil dan berkelanjutan dibandingkan dengan pendekatan kepemimpinan yang lebih reaktif dan impulsif. Penelitian-penelitian ini akan memperdalam pemahaman tentang peran kesabaran sebagai mekanisme inti, bukan sekadar ciri sifat pribadi, dalam konteks kepemimpinan akademik.

  1. Ethical Leadership | Annual Reviews. ethical leadership annual reviews review psychology behavior volume... annualreviews.org/content/journals/10.1146/annurev-orgpsych-032414-111237Ethical Leadership Annual Reviews ethical leadership annual reviews review psychology behavior volume annualreviews content journals 10 1146 annurev orgpsych 032414 111237
  2. Self-Control and Grit - Angela Duckworth, James J. Gross, 2014. self control grit angela duckworth james... doi.org/10.1177/0963721414541462Self Control and Grit Angela Duckworth James J Gross 2014 self control grit angela duckworth james doi 10 1177 0963721414541462
Read online
File size443.62 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test