UNJAUNJA

Lintang AksaraLintang Aksara

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana cara guru mengembangkan kompetensi dasar (KD) menjadi indikator pencapaian kompetensi. Subjek penelitian ini adalah guru Bahasa Indonesia SMPN 14 Kota Jambi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan dokumentasi, kemudian data dianalisis menggunakan teknik triangulasi atau pencocokan data. Adapun hasil dari penelitian ini adalah dalam mengembangkan kompetensi dasar (KD) menjadi indikator masih terdapat kekurangan, seperti indikator yang tidak dicantumkan pada RPP/silabus, indikator yang dikembangkan belum memenuhi syarat, dan tingkat kompetensi pada indikator yang tidak berurutan. Jadi, dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa masih terdapat kekurangan dalam rancangan pembelajaran guru Bahasa Indonesia SMPN 14 Kota Jambi khususnya pada pengembangan KD menjadi indikator pencapaian kompetensi.

Berdasarkan hasil penelitian, analisis kompetensi dasar (KD) menjadi indikator pencapaian kompetensi (IPK) dalam rancangan pembelajaran guru Bahasa Indonesia di SMPN 14 Kota Jambi masih terdapat kekurangan.Meskipun jawaban guru dalam wawancara cukup baik, dalam praktiknya masih ditemukan guru yang belum sepenuhnya memahami cara mengembangkan KD menjadi indikator dengan benar.Hal ini ditunjukkan dengan adanya guru yang tidak mencantumkan indikator pada silabus maupun RPP, padahal indikator pencapaian kompetensi sangat penting untuk mengukur kompetensi dasar peserta didik.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengembangkan model pelatihan yang lebih efektif bagi guru dalam merumuskan indikator pencapaian kompetensi yang selaras dengan KD dan Taksonomi Bloom revisi. Pelatihan ini perlu menekankan pada praktik langsung dan studi kasus untuk memastikan guru dapat mengaplikasikan pengetahuan mereka dalam konteks pembelajaran sehari-hari. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada analisis dampak penggunaan indikator yang lebih terstruktur dan terukur terhadap peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya dalam hal pencapaian kompetensi siswa. Penelitian ini dapat menggunakan metode kuantitatif dengan membandingkan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah implementasi indikator yang lebih baik. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana karakteristik peserta didik, seperti gaya belajar dan tingkat kemampuan awal, dapat dipertimbangkan dalam perumusan indikator pencapaian kompetensi yang lebih personal dan relevan. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan mixed methods dengan menggabungkan data kuantitatif dari asesmen diagnostik dan data kualitatif dari observasi kelas dan wawancara dengan siswa.

Read online
File size369.5 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test