ISASISAS

Journal of Applied Mechanical Engineering Technology and InnovationJournal of Applied Mechanical Engineering Technology and Innovation

Kasar permukaan merupakan salah satu parameter penting dalam menentukan kualitas hasil proses turning. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter pemotongan, yaitu kecepatan pemotongan (Vc) dan laju umpan (f) terhadap nilai kasar permukaan (Ra) pada proses turning baja ST41. Variasi parameter pemotongan meliputi lima tingkat kecepatan pemotongan (200, 215, 230, 245, dan 260 m/menit), tiga variasi laju umpan (0,1, 0,2, 0,3 mm/rev) pada kedalaman potong 0,5 mm, Pengukuran kasar permukaan dilakukan menggunakan tester kasar permukaan Mitutoyo. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan laju umpan memiliki pengaruh paling signifikan terhadap peningkatan nilai kasar permukaan. Interaksi parameter menunjukkan bahwa kombinasi laju umpan rendah dan kecepatan pemotongan menengah-tinggi (230-245 m/menit) menghasilkan kualitas permukaan terbaik. Sebaliknya, kombinasi umpan tinggi dan kecepatan pemotongan rendah menghasilkan kasar tertinggi akibat kontribusi simultan dari tanda umpan besar, pembentukan BUE, dan peningkatan gaya pemotongan.

Berdasarkan hasil diskusi, dapat disimpulkan bahwa variasi kecepatan pemotongan dan umpan memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai kasar permukaan (Ra) pada proses turning baja ST41 yang memiliki karakteristik mirip dengan AISI 1018 menggunakan alat potong karbida.1) Umpan merupakan parameter paling dominan dalam menentukan kasar permukaan.Peningkatan umpan dari 0,1 mm/rev hingga 0,35 mm/rev secara konsisten meningkatkan nilai Ra di seluruh variasi kecepatan pemotongan.Hal ini disebabkan oleh tanda umpan yang lebih besar, ketebalan chip yang meningkat, dan peningkatan gaya pemotongan, terutama gaya radial, yang memicu deformasi plastik dan potensi getaran.2) Kecepatan pemotongan menunjukkan hubungan nonlinear terhadap kasar permukaan.Pada kecepatan rendah (200 m/menit), pembentukan tepi terakumulasi (BUE) menyebabkan ketidakseragaman permukaan dan nilai Ra relatif tinggi.Peningkatan kecepatan menjadi 230-245 m/menit menghasilkan kondisi pemotongan yang lebih stabil dan meminimalkan BUE, sehingga menghasilkan kasar terendah.Namun, pada 260 m/menit, kasar permukaan meningkat akibat aus tepi (VB) yang dipercepat, peningkatan suhu, dan peningkatan gesekan pada permukaan benda kerja.3) Interaksi parameter menunjukkan bahwa kombinasi umpan rendah dan kecepatan pemotongan menengah-tinggi (230-245 m/menit) menghasilkan kualitas permukaan terbaik.Sebaliknya, kombinasi umpan tinggi dan kecepatan pemotongan rendah menghasilkan kasar tertinggi akibat kontribusi simultan dari tanda umpan besar, pembentukan BUE, dan peningkatan gaya pemotongan.4) Mekanisme utama pembentukan kasar permukaan ditentukan oleh tiga aspek.geometri umpan, stabilitas pembentukan chip, dan kondisi aus alat potong.Selain parameter utama ini, faktor-faktor penyumbang seperti getaran mesin, ketidakakuratan posisi pusat, ketidakseimbangan alat potong, dan gerakan umpan nonlinear juga berkontribusi pada peningkatan kasar permukaan.Secara keseluruhan, pengendalian umpan merupakan faktor kunci dalam mencapai kualitas permukaan yang baik pada proses turning baja ST41, sambil mempertimbangkan kecepatan pemotongan optimum untuk meminimalkan pembentukan BUE dan aus alat potong.

Saran penelitian lanjutan dapat difokuskan pada beberapa aspek berikut:. 1. Perbandingan Material: Melakukan eksperimen dengan membandingkan material ST 41 dengan material lain, dengan menggunakan parameter yang sama, untuk melihat perbedaan hasil kasar permukaan. Hal ini dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang pengaruh material terhadap kualitas permukaan.. 2. Optimasi Parameter: Mempelajari optimasi parameter pemotongan secara lebih mendalam, terutama dalam hal kombinasi kecepatan pemotongan dan laju umpan yang optimal untuk menghasilkan kualitas permukaan terbaik. Penelitian ini dapat menggunakan metode eksperimental atau simulasi untuk mengeksplorasi ruang parameter yang lebih luas.. 3. Analisis Mekanisme Aus: Menganalisis mekanisme aus alat potong secara lebih rinci, terutama dalam konteks material ST 41. Penelitian ini dapat melibatkan studi mikrostruktur dan analisis aus untuk memahami bagaimana material bereaksi terhadap kondisi pemotongan yang berbeda dan bagaimana hal itu mempengaruhi kualitas permukaan. Dengan memahami mekanisme aus, dapat dikembangkan strategi pemotongan yang lebih efektif untuk meminimalkan aus dan meningkatkan kualitas permukaan.

  1. Measuring Procedures for Evaluating the Surface Roughness of Machined Parts. measuring procedures evaluating... doi.org/10.3390/app13169385Measuring Procedures for Evaluating the Surface Roughness of Machined Parts measuring procedures evaluating doi 10 3390 app13169385
  2. The Effect of Cutting Speed on The Surface Roughness of AISI 1018 Steel in the Dry Turning Process |... doi.org/10.56862/irajtma.v4i2.209The Effect of Cutting Speed on The Surface Roughness of AISI 1018 Steel in the Dry Turning Process doi 10 56862 irajtma v4i2 209
  3. Effect of Machining Directions on Surface Integrity of AISI 1018 Steel in a Face Milling Process | FUOYE... doi.org/10.46792/fuoyejet.v7i4.882Effect of Machining Directions on Surface Integrity of AISI 1018 Steel in a Face Milling Process FUOYE doi 10 46792 fuoyejet v7i4 882
  4. A Review of the Factors Influencing Surface Roughness in Machining and Their Impact on Sustainability.... doi.org/10.3390/su16051917A Review of the Factors Influencing Surface Roughness in Machining and Their Impact on Sustainability doi 10 3390 su16051917
Read online
File size419.16 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test