UNJAUNJA

Lintang AksaraLintang Aksara

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Berdasarkan langkah-langkah model experiential learning yaitu pengalaman konkret, observasi reflektif, konseptualisasi abstrak, dan eksperimentasi aktif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa hasil wawancara peneliti dengan guru bahasa Indonesia dan hasil belajar siswa dalam kegiatan proses pembelajaran menulis teks eksposisi, serta sumber data berupa RPP dan bahan ajar yang berkaitan dengan proses langkah-langkah pembelajaran experiential learning. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model experiential learning sangat cocok digunakan dalam pembelajaran menulis teks eksposisi karena model ini memanfaatkan pengalaman peserta didik yang dapat mempermudah pemahaman materi dan mengaktifkan peserta didik dalam pembelajaran. Hal ini terbukti dengan hasil kerja peserta didik di atas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Selain itu, model experiential learning tidak hanya mengutamakan pengalaman peserta didik, tetapi juga menciptakan pengalaman baru yang berkesan bagi peserta didik. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi model experiential learning dalam pembelajaran menulis teks eksposisi di kelas VIII di MTs Laboratorium UIN STS Jambi berjalan sesuai dengan langkah-langkah model experiential learning.

Berdasarkan hasil penelitian, implementasi model experiential learning dalam menulis teks eksposisi dapat dikatakan terlaksana dengan baik karena sesuai dengan target yang diharapkan oleh guru.Hal ini dibuktikan dengan memperoleh nilai individu menulis teks eksposisi setelah proses pembelajaran dengan menggunakan model experiential learning.Nilai individu menulis teks eksposisi dikategorikan sangat mampu.Implementasi model experiential learning telah sesuai dengan langkah pembelajaran yang dikembangkan oleh David Kolb dan telah sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dirancang oleh guru.Guru melakukan kegiatan pendahuluan seperti membuka pembelajaran dengan berdoa, mempersiapkan semua bahan yang diperlukan dalam proses pembelajaran, mengulas pembelajaran sebelumnya, menyampaikan kompetensi dan tujuan pembelajaran.Pada tahap inti, guru mengajukan tentang pengalaman konkret, observasi reflektif, konseptualisasi abstrak, dan eksperimentasi aktif.Pada tahap penutup, guru menyimpulkan pembelajaran yang telah dilakukan.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan adalah: 1. Menganalisis lebih lanjut efektivitas model experiential learning dalam meningkatkan kemampuan menulis teks eksposisi pada siswa kelas VIII. Penelitian ini dapat dilakukan dengan membandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan model experiential learning dengan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional. 2. Mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik untuk menerapkan model experiential learning dalam pembelajaran menulis teks eksposisi. Penelitian ini dapat fokus pada pengembangan bahan ajar dan metode pembelajaran yang kreatif dan interaktif, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan partisipasi aktif siswa dalam proses belajar. 3. Meneliti dampak jangka panjang implementasi model experiential learning terhadap kemampuan menulis teks eksposisi siswa. Penelitian ini dapat dilakukan dengan melakukan follow-up terhadap siswa yang telah mengikuti pembelajaran dengan model experiential learning, untuk melihat perkembangan kemampuan menulis mereka dalam jangka waktu yang lebih lama.

Read online
File size513.93 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test