UNJUNJ

Jurnal Sains GeografiJurnal Sains Geografi

Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan tingginya volume sampah, jika sampah di Tempat Pembuangan Sampah tidak dikelola dengan benar maka akan menimbulkan lindi di Tempat Pembuangan Sampah (TPA), maka air lindi berpotensi mencemari lingkungan salah satunya air sumur bor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air sumur bor parameter pH, TDS dan Besi di Kelurahan Sumur Batu. Populasi penelitian ini adalah kepala keluarga jumlah 6.526 jiwa dan jumlah pengguna sumur bor 254. Sampel penduduk dan area diambil 10% menggunakan metode sampling area dengan memperhatikan area dimana populasi/sumur berada. Penentuan dampak air lindi dilakukan dengan metode skoring menggunakan Excel dan dianalisis menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kualitas air sumur bor lebih banyak terdampak di utara dilihat dari faktor topografi, kedalaman sumur bor, jenis tanah, dan curah hujan. Berdasarkan hasil uji laboratorium metode SNI 6989.4.2009 dan baku mutu PERMENKES Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023, didapatkan sumur menjadi berbau, berasa dan keruh hingga kecoklatan. Sedangkan aspek kimia terdapat nilai pH, TDS, Besi (Fe).

Perubahan kualitas air sumur bor kemungkinan disebabkan oleh air lindi karena lokasi Kelurahan Sumur Batu yang berdekatan dengan tiga tempat pembuangan akhir sampah serta dipengaruhi oleh topografi, kedalaman air tanah, jenis tanah, dan curah hujan yang tinggi.Dampaknya terlihat pada penurunan kualitas fisik dan kimia air sumur, seperti perubahan warna, bau tidak sedap, serta rasa yang tidak layak untuk konsumsi, sehingga banyak warga tidak lagi menggunakan air sumur untuk kebutuhan minum dan memasak.Selain itu, kondisi ini berdampak pada aspek ekonomi dan kesehatan masyarakat, seperti peningkatan pengeluaran untuk air bersih dan munculnya gangguan kesehatan seperti penyakit kulit dan gangguan pencernaan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi pola penyebaran air lindi dari TPA secara spatiotemporal menggunakan pemantauan berbasis sensor dan citra satelit guna memahami dinamika pergerakan kontaminan sepanjang musim hujan dan kemarau. Kedua, diperlukan studi tentang efektivitas sistem pengolahan air sederhana berbasis masyarakat, seperti penyaringan alami menggunakan bahan lokal (ijuk, pasir aktif, arang), dalam menurunkan konsentrasi besi (Fe) dan TDS pada air sumur bor. Ketiga, perlu dikaji hubungan langsung antara tingkat pencemaran air sumur bor dengan prevalensi penyakit kulit dan gangguan pencernaan di tingkat rumah tangga melalui pendekatan epidemiologis lintas sektor yang melibatkan kesehatan, lingkungan, dan sosial. Penelitian-penelitian ini dapat membantu merancang intervensi yang lebih tepat dan berkelanjutan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar TPA dengan sistem open dumping.

  1. Kualitas Air Sumur Bor Rumah Tangga di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Dikelurahan Sumur... doi.org/10.21009/jsg.v3.i1.08Kualitas Air Sumur Bor Rumah Tangga di Sekitar Tempat Pembuangan Akhir TPA Sampah Dikelurahan Sumur doi 10 21009 jsg v3 i1 08
Read online
File size993.06 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test