JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B merupakan masalah besar di dunia, dengan diperkirakan 400 juta orang menjadi pembawa virus ini. Virus menyerang semua usia, jenis kelamin, dan ras di seluruh dunia. Sekitar 5% populasi dunia menderita hepatitis B tanpa gejala. Prevalensi di Indonesia berkisar antara 5-17%. Ibu hamil yang positif terinfeksi hepatitis B memiliki risiko lebih tinggi melahirkan secara prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), dan mengalami disabilitas. Wanita yang terdeteksi memiliki antigen e-hepatitis B (HBeAg) merupakan yang paling menular. Faktanya, tidak semua ibu hamil mengetahui pentingnya skrining hepatitis B. Tidak semua ibu hamil diperiksa secara rutin untuk hepatitis B, sehingga infeksi baru diketahui pada usia kehamilan 28 hingga 37 minggu. Jenis penelitian analitik dengan pendekatan observasional dan potong lintang, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 94 responden. Penelitian dilakukan dari tanggal 4 hingga 17 Oktober 2024 di Kampus Program Studi D3 Kebidanan, Universitas Tulungagung. Analisis yang digunakan adalah Chi Square. Hasilnya, dari 94 responden, 8 responden (19%) memiliki pengetahuan baik dan melakukan pemeriksaan laboratorium, 50 responden memiliki pengetahuan cukup dan melakukan pemeriksaan laboratorium, sementara 16 responden memiliki pengetahuan kurang dan tidak melakukan pemeriksaan laboratorium. Nilai p-Value dari uji Chi Square sebesar 0,026 < 0,05, yang berarti terdapat hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang hepatitis B dengan pemeriksaan laboratorium. Fakta dan teori sejalan dengan mayoritas responden berusia 17–25 tahun sehingga proses berpikir atau Kecerdasan Intelektual (IQ) mereka baik, serta bersedia melakukan pemeriksaan laboratorium hepatitis B karena mengetahui manfaatnya bagi kehamilan serta kesehatan ibu dan janin yang akan lahir.

Sebagian besar responden (59%) memiliki pengetahuan yang cukup tentang hepatitis B, sementara sebagian kecil (19%) memiliki pengetahuan yang kurang.Mayoritas responden (72%) telah menjalani pemeriksaan laboratorium hepatitis B selama kehamilan, sedangkan 28% belum melakukannya.Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang hepatitis B dengan tindakan melakukan pemeriksaan laboratorium, sebagaimana dibuktikan oleh nilai p-Value 0,026 < 0,05.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana tingkat pendidikan formal ibu hamil memengaruhi kedalaman pemahaman mereka tentang hepatitis B dan kepatuhan terhadap skrining, dengan membandingkan kelompok ibu hamil berpendidikan rendah, menengah, dan tinggi di berbagai fasilitas kesehatan. Selain itu, perlu diteliti efektivitas media informasi digital dibandingkan pendekatan langsung dari tenaga kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan dan motivasi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan laboratorium hepatitis B, mengingat peran media elektronik yang semakin mudah diakses. Selanjutnya, penting untuk mengkaji dampak konseling berbasis risiko terhadap perubahan perilaku pemeriksaan hepatitis B, khususnya pada ibu hamil dengan riwayat keluarga penyakit hati atau tinggal di wilayah dengan prevalensi tinggi, guna mengembangkan intervensi yang lebih personal dan efektif.

  1. Analysis Of Pregnant Women's Knowledge About Hepatitis B Regarding The Implementation Of Laboratory... doi.org/10.30994/jqwh.v8i1.282Analysis Of Pregnant Womens Knowledge About Hepatitis B Regarding The Implementation Of Laboratory doi 10 30994 jqwh v8i1 282
Read online
File size133.61 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test