JQWHJQWH
Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's HealthOne cause of colostrum discharge in caesarean section delivery is the implementation of early initiation of breastfeeding (IMD). The studys objective was to investigate the relationship between the implementation of IMD caesarean section delivery and colostrum discharge. The study design was cross-sectional, the population was 50 mothers who underwent caesarean section delivery, sampling using systematic sampling techniques, the number of respondents was 34 people according to the inclusion criteria. The research instruments were questionnaires and observations, then analyzed using Chi-square correlation. and it was found that χ2 count was 5.37, with a p-value of 0.02 (<0.05), a moderate relationship of 0.37. It was found that the implementation of I MD with an optimal duration (more than 60 minutes) in caesarean section delivery can play a role in accelerating the release of colostrum (less than 24 hours).
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara implementasi Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada persalinan dengan pengeluaran kolostrum.Sebagian besar implementasi IMD adalah lebih dari 60 menit, yang menunjukkan kesadaran dan implementasi IMD dengan durasi optimal cukup baik.Pengeluaran kolostrum pada ibu dalam persalinan sesar sebagian besar terjadi dengan cepat, kurang dari 24 jam, yang menandakan bahwa proses fisiologis pengeluaran kolostrum tergolong baik.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor klinis, psikologis, dan sistemik yang memengaruhi keberhasilan IMD dan pengeluaran kolostrum, seperti jenis anestesi, kesiapan ibu, dan kebijakan rumah sakit. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain kohort dapat dilakukan untuk menguji hubungan kausal antara durasi IMD dan produksi kolostrum jangka panjang, serta dampaknya terhadap kesehatan ibu dan bayi. Ketiga, penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dapat digunakan untuk memahami pengalaman ibu dalam melakukan IMD setelah persalinan sesar, termasuk tantangan yang dihadapi dan strategi yang digunakan untuk mengatasi hambatan tersebut. Dengan menggali lebih dalam faktor-faktor yang memengaruhi IMD dan produksi kolostrum, diharapkan dapat dirumuskan intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan praktik IMD dan memastikan bayi mendapatkan manfaat optimal dari kolostrum.
| File size | 361.02 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
JQWHJQWH Intervensi gizi menggunakan sayuran kaya zat besi dan vitamin C, seperti bayam air (Ipomoea aquatica), dapat menjadi strategi alternatif untuk meningkatkanIntervensi gizi menggunakan sayuran kaya zat besi dan vitamin C, seperti bayam air (Ipomoea aquatica), dapat menjadi strategi alternatif untuk meningkatkan
JQWHJQWH Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dan diperoleh 30 responden dengan anemia. Sampel diperoleh sesuai kriteria inklusiTeknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dan diperoleh 30 responden dengan anemia. Sampel diperoleh sesuai kriteria inklusi
JQWHJQWH Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probabilitas dengan jenis purposive sampling. Sampel terdiri dari 67 siswi kelas X dan XI. Instrumen yang digunakanTeknik pengambilan sampel menggunakan non-probabilitas dengan jenis purposive sampling. Sampel terdiri dari 67 siswi kelas X dan XI. Instrumen yang digunakan
UNIBUNIB Dikenal karena film-filmnya yang memenangkan penghargaan dan indah, Miyazaki telah membuktikan dirinya sebagai animator yang sangat terampil dalam menyajikanDikenal karena film-filmnya yang memenangkan penghargaan dan indah, Miyazaki telah membuktikan dirinya sebagai animator yang sangat terampil dalam menyajikan
JQWHJQWH This study uses the design of this study is quasi-experimental, pre-test and post test with control one group design. With the purposive sampling technique,This study uses the design of this study is quasi-experimental, pre-test and post test with control one group design. With the purposive sampling technique,
JQWHJQWH Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dengan α = 0,05 dan diperoleh hasil peningkatan nilai rata-rata pada pengetahuan pencegahan sebesarAnalisis data menggunakan uji paired sample t-test dengan α = 0,05 dan diperoleh hasil peningkatan nilai rata-rata pada pengetahuan pencegahan sebesar
JQWHJQWH Sampel yang digunakan adalah 27 wanita hamil primigravida yang menjalani pemeriksaan di PMB Kustini, dihitung menggunakan rumus Slovin. Teknik pengambilanSampel yang digunakan adalah 27 wanita hamil primigravida yang menjalani pemeriksaan di PMB Kustini, dihitung menggunakan rumus Slovin. Teknik pengambilan
JQWHJQWH Salah satu upaya untuk membantu kelancaran ASI adalah dengan perawatan payudara yang dilakukan secara berkala sesuai prosedur, yaitu pijat oketani danSalah satu upaya untuk membantu kelancaran ASI adalah dengan perawatan payudara yang dilakukan secara berkala sesuai prosedur, yaitu pijat oketani dan
Useful /
UNJAUNJA Mahasiswa adalah individu yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi untuk mempersiapkan dirinya di suatu keahlian tingkat sarjana. Keberagaman sukuMahasiswa adalah individu yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi untuk mempersiapkan dirinya di suatu keahlian tingkat sarjana. Keberagaman suku
UNIMMANUNIMMAN Petugas administrasi merupakan garda depan dalam sistem pelayanan rumah sakit yang tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga membentukPetugas administrasi merupakan garda depan dalam sistem pelayanan rumah sakit yang tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga membentuk
UNJAUNJA Untuk teknik yang digunakan dalam melakukan pengumpulan data adalah Teknik baca dan catat dengan data yang bersumber dari naskah drama “Bayang (Kan)Untuk teknik yang digunakan dalam melakukan pengumpulan data adalah Teknik baca dan catat dengan data yang bersumber dari naskah drama “Bayang (Kan)
UNJUNJ Penelitian ini menghasilkan tiga kategori potensi pengembangan wisata bahari berbasis mangrove yaitu tidak berpotensi, kurang berpotensi, dan berpotensiPenelitian ini menghasilkan tiga kategori potensi pengembangan wisata bahari berbasis mangrove yaitu tidak berpotensi, kurang berpotensi, dan berpotensi