LASIGOLASIGO

Indonesian Journal of Religion and SocietyIndonesian Journal of Religion and Society

Al-Qurʼān menegaskan prinsip keadilan sosial dengan memerintahkan kontrol atas harta rampasan perang bagi Allah, Rasul, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan musafir. Penelitian ini menjelaskan hermeneutika kata Māl serta relevansinya dengan keadilan sosial melalui pendekatan hermeneutika Hasan Hanafi. Metode penelitian Library Research deskriptif‑analisis mengkaji teks Al‑Qurʼān dan literatur Hassan Hanafi serta sumber sekunder terkait keadilan sosial. Hasilnya menunjukkan bahwa kata Māl diartikan sebagai harta yang merupakan amanah Allah, yang harus dipergunakan secara adil, investasi kebaikan, dan tidak disalahgunakan. Konsep ini selaras dengan nilai keadilan sosial Pancasila yang menuntut keseimbangan dan kemakmuran bagi semua, menolak praktik monopoli serta mengutamakan kepentingan umum. Penafsiran ini dapat menjadi dasar kebijakan redistribusi harta dan peningkatan kesejahteraan sosial di Indonesia.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Hasan Hanafi terhadap kata Māl menegaskan harta sebagai amanah Allah yang harus dipergunakan secara adil, melarang penyalahgunaan, dan mendorong investasi kebaikan.Konsep ini sejalan dengan nilai keadilan sosial Pancasila, yaitu menciptakan keseimbangan, pemerataan, dan kemakmuran bagi semua masyarakat tanpa diskriminasi.Penafsiran ini dapat menjadi landasan teologis dan kebijakan untuk menegakkan redistribusi harta dan mengurangi ketidakseimbangan sosial di Indonesia.

Di antara saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan, pertama, memeriksa pengaruh praktik investasi kebaikan yang diusulkan oleh penafsiran Māl terhadap pertumbuhan ekonomi sosial di wilayah pedesaan Indonesia, agar dapat diidentifikasi faktor-faktor kunci yang memperkuat atau menghambat peran harta sebagai alat kemajuan bersama. Kedua, mengkaji dampak kebijakan redistribusi harta yang memperhatikan prinsip-prinsip keamanan dan fairness dalam konteks perubahan demografis dan distribusi pendapatan, sehingga dapat menyiapkan rekomendasi kebijakan publik yang lebih responsif terhadap kebutuhan kelompok terpinggirkan. Ketiga, melaksanakan studi perbandingan antara pendekatan hermeneutika Hasan Hanafi dan interpretasi lain di kalangan ulama kontemporer, guna menilai konsistensi, keberlanjutan, dan relevansi makna Māl terhadap permasalahan aktual ketidakadilan ekonomi di Indonesia yang terus bertransformasi.

  1. Hasan Hanafi, New Theology, and Cultural Revolution: An Analysis of Cultural Intensification | Manshur... hts.org.za/index.php/HTS/article/view/6190Hasan Hanafi New Theology and Cultural Revolution An Analysis of Cultural Intensification Manshur hts za index php HTS article view 6190
  2. Implikasi kebijakan reforma agraria terhadap ketidaksetaraan kepemilikan tanah melalui lensa hak asasi... jurnaltunasagraria.stpn.ac.id/index.php/JTA/article/view/223Implikasi kebijakan reforma agraria terhadap ketidaksetaraan kepemilikan tanah melalui lensa hak asasi jurnaltunasagraria stpn ac index php JTA article view 223
Read online
File size463.49 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test