JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Menyusui adalah proses alami yang memperkuat ikatan ibu dan bayi serta membutuhkan kesabaran, pengetahuan, dan dukungan keluarga, terutama dari suami. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara pengetahuan ibu dan dukungan suami terhadap motivasi ibu nifas dalam menyusui. Desain analitik dengan pendekatan cross-sectional digunakan, melibatkan 40 ibu nifas yang dipilih melalui purposive sampling. Variabel independen adalah pengetahuan ibu dan dukungan suami; variabel dependen adalah motivasi menyusui. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa 50% responden memiliki pengetahuan yang baik, 57,5% mendapatkan dukungan suami, dan 65% memiliki motivasi menyusui yang positif. Analisis chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan dukungan suami terhadap motivasi menyusui (p = 0,000 < 0,05). Pengetahuan ibu dan dukungan suami merupakan penentu kritis terhadap motivasi menyusui. Penguatan edukasi kesehatan dan dorongan terhadap keterlibatan aktif suami direkomendasikan sebagai strategi untuk meningkatkan praktik menyusui eksklusif.

Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang menyusui, mendapatkan dukungan yang memadai dari suami, serta menunjukkan motivasi positif dalam memberikan ASI.Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan dukungan suami terhadap motivasi ibu nifas untuk menyusui.Temuan ini menegaskan pentingnya pengetahuan ibu dan keterlibatan pasangan sebagai penentu kunci keberhasilan praktik menyusui.

Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana tingkat pendidikan dan latar belakang budaya suami memengaruhi bentuk serta kualitas dukungan mereka selama masa nifas, mengingat konteks masyarakat patriarki yang kuat di Jawa Timur. Kedua, penting untuk mengeksplorasi efektivitas program edukasi kesehatan berbasis komunitas yang melibatkan suami secara aktif, seperti kelas antenatal khusus pasangan, dalam meningkatkan pengetahuan dan motivasi jangka panjang terhadap menyusui eksklusif. Ketiga, perlu penelitian tentang pengaruh kombinasi antara dukungan suami dan akses terhadap konseling menyusui profesional terhadap ketahanan motivasi ibu, terutama saat menghadapi tantangan seperti produksi ASI rendah atau tekanan pekerjaan. Studi ini juga dapat menggali bagaimana peran suami berubah seiring bertambahnya usia bayi, serta bagaimana sistem pendukung keluarga luas berinteraksi dengan keterlibatan suami. Pendekatan longitudinal dapat memberikan wawasan lebih kaya tentang dinamika motivasi menyusui dari waktu ke waktu. Selain itu, penting untuk mengevaluasi apakah intervensi yang sukses di Ponorogo dapat direplikasi di daerah lain dengan karakteristik sosial-budaya berbeda. Penelitian lanjutan juga bisa mempertimbangkan peran media digital dalam menyampaikan informasi menyusui kepada suami. Dengan memahami faktor-faktor ini secara lebih mendalam, program kesehatan dapat dirancang lebih tepat sasaran dan inklusif bagi seluruh keluarga.

  1. ENHANCING BREASTFEEDING MOTIVATION: THE ROLE OF HUSBANDS’ KNOWLEDGE AND SUPPORT AMONG POSTPARTUM... doi.org/10.30994/jqwh.v8i2.298ENHANCING BREASTFEEDING MOTIVATION THE ROLE OF HUSBANDSAo KNOWLEDGE AND SUPPORT AMONG POSTPARTUM doi 10 30994 jqwh v8i2 298
  2. Maternal folate, one‐carbon metabolism and pregnancy outcomes - Jankovic‐Karasoulos... doi.org/10.1111/mcn.13064Maternal folate oneyAAAacarbon metabolism and pregnancy outcomes JankovicyAAAaKarasoulos doi 10 1111 mcn 13064
  3. Fathers' experiences of supporting breastfeeding: challenges for breastfeeding promotion and education... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/mcn.12129Fathers experiences of supporting breastfeeding challenges for breastfeeding promotion and education onlinelibrary wiley doi 10 1111 mcn 12129
Read online
File size271.97 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test