USIUSI

Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan KewarganegaraanJurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Fenomena diaspora dalam seruan #KaburAjaDulu berada pada ketegangan antara patriotisme cinta tanah air dengan sikap yang sebaliknya sering kali dilabeli sebagai pengkhianat. Polemik tersebut didasarkan pada orientasi dalam melihat sisi positif dan negatif yang dapat berdampak pada Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah memberikan perspektif baru dalam menanggapi ketegangan status pengkhianat atau patriot dalam gerakan #KaburAjaDulu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui metode observasi non partisipatif dan kajian literatur dalam mengumpulkan dan menganalisis data. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa cara pandang negatif gerakan #KaburAjaDulu tidak mapan dan pelabelan “Pengkhianat atau “Patriot dalam konteks ini tidak relevan serta tidak memiliki justifikasi yang kuat.

KaburAjaDulu tidak dapat dinilai secara langsung dengan melabelinya sebagai pengkhianat karena pelabelan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dan tidak mempertimbangkan konteks hubungan timbal balik antara negara dan warga negara.Isu hilangnya potensi bangsa (brain drain) akibat diaspora bersifat prediktif dan tidak pasti, sehingga tidak dapat menjadi alasan tunggal untuk menghakimi gerakan ini secara negatif.Diperlukan pandangan holistik yang melibatkan negara untuk memanfaatkan diaspora sebagai jaringan strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan, investasi, kebudayaan, dan diplomasi.

Pertama, perlu diteliti lebih lanjut bagaimana persepsi generasi muda Indonesia terhadap patriotisme dalam konteks migrasi, khususnya untuk memahami apakah mereka memandang #KaburAjaDulu sebagai bentuk protes atau pelarian, dan bagaimana pengalaman mereka memaknai cinta tanah air dari luar negeri. Kedua, diperlukan penelitian tentang efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga keterlibatan diaspora, seperti program diaspora engagement, untuk melihat apakah insentif yang diberikan cukup kuat mendorong kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. Ketiga, penting untuk mengkaji model hubungan resiprokal antara negara dan warga negara di negara-negara tujuan migrasi untuk dievaluasi apakah sistem di sana lebih mendukung pengembangan individu, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan reformasi kebijakan di Indonesia. Penelitian-penelitian ini dapat membuka jalan bagi pemahaman yang lebih adil dan konstruktif terhadap fenomena diaspora serta mendorong terbentuknya kebijakan yang memperkuat ikatan tanpa memandang lokasi geografis warga negara.

  1. IMIGRASI, DIASPORA, DAN TRANSNATIONAL MIGRATION DALAM KAJIAN SOSIOLOGI KEIMIGRASIAN IMMIGRATION, DIASPORA,... doi.org/10.52617/jikk.v5i1.317IMIGRASI DIASPORA DAN TRANSNATIONAL MIGRATION DALAM KAJIAN SOSIOLOGI KEIMIGRASIAN IMMIGRATION DIASPORA doi 10 52617 jikk v5i1 317
  2. Nasionalisme Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Di Malaysia dalam Narasi Media Sosial | Nation State: Journal... jurnal.amikom.ac.id/index.php/nsjis/article/view/124Nasionalisme Tenaga Kerja Indonesia TKI Di Malaysia dalam Narasi Media Sosial Nation State Journal jurnal amikom ac index php nsjis article view 124
Read online
File size384.28 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test