UNISMUH PALUUNISMUH PALU

Journal of Public Health and PharmacyJournal of Public Health and Pharmacy

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki wilayah yang rentan terhadap bencana, termasuk gempa bumi dan tsunami. Wilayah Indonesia terletak di antara tiga lempeng tektonik, yaitu lempeng Pasifik, lempeng Eurasia, dan lempeng Australia-Indes. Kondisi ini membuat Indonesia rentan terhadap gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, dan jenis bencana geologi lainnya. Ancaman bahaya gempa bumi tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, baik skala kecil hingga skala besar. Salah satu wilayah yang rentan terhadap bencana adalah Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Pada tanggal 28 September 2018 pukul 18.02, terjadi gempa bumi dan tsunami di Kota Palu. Data dari BNPB pada tanggal 7 November 2018 menunjukkan bahwa korban meninggal mencapai 2.096 orang, jumlah orang yang hilang adalah 1.373 orang, luka-luka berat dan dirawat di rumah sakit sebanyak 4.438 orang, luka ringan dan dirawat jalan sebanyak 83.122 orang, serta pengungsi sebanyak 173.553 orang. Fasilitas pelayanan kesehatan yang terdampak meliputi 1 rumah sakit, 50 puskesmas, 18 poskesdes, dan 5 puskesmas pembantu dengan tingkat kerusakan 12 unit rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan 42 unit rusak ringan. Kerusakan infrastruktur meliputi jalan, rumah penduduk, gedung perkantoran, hotel, dan sekolah.

Individu dengan tingkat kesiapan dan perilaku kesehatan yang baik setelah mengalami bencana cenderung menunjukkan ketahanan kesehatan yang lebih baik.Namun, tidak adanya hubungan yang signifikan antara kesehatan mental pasca bencana dengan ketahanan kesehatan menunjukkan bahwa ketahanan kesehatan mungkin dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, seperti dukungan sosial dari keluarga, teman, dan masyarakat.Dukungan sosial dapat menjadi faktor penting dalam ketahanan, di mana individu yang merasa didukung secara emosional atau memiliki akses ke jaringan sosial yang kuat cenderung lebih mudah pulih dari trauma atau stres yang disebabkan oleh bencana.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan intervensi yang mengintegrasikan kesiapan bencana, kesehatan mental, dan perilaku kesehatan dalam upaya memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat, khususnya mahasiswa di Institut Teknologi dan Kesehatan Bisnis Graha Ananda, Palu. Selain itu, penting untuk fokus pada peningkatan faktor-faktor seperti dukungan sosial, akses ke layanan kesehatan mental, dan pendidikan tentang perilaku kesehatan yang positif. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih siap menghadapi bencana dan memiliki ketahanan yang lebih baik dalam menghadapi tantangan kesehatan pasca-bencana.

Read online
File size292.81 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test