UNNESUNNES
Journal of Social and Industrial PsychologyJournal of Social and Industrial PsychologyDunia kerja kita tidak dapat terlepas dari unsur keanekaragaman budaya, kepribadian, persepsi, serta hal-hal lain yang bersumber dari keberagaman daerah asal, pola asuh dan lain-lain yang menyebabkan perbedaan cara dalam bersikap. Berangkat dari sebuah perbedaan budaya maka peneliti merasa perlu untuk melakukan penelitian tentang work conflict sebuah studi indigenous pada karyawan bersuku Jawa untuk mengetahui perspektif, faktor yang mempengaruhi, bentuk, proses terjadinya, cara mengatasinya, serta dampak yang dirasakan dari sebuah konflik kerja. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini adalah karyawan bersuku Jawa sebanyak 700 orang. Teknik sampling yang digunakan yaitu snowball sampling, alat pengumpul data berupa open-ended questionnaire menerapkan metode analisis data indigenous melalui preliminary coding, category, aksial coding, dan cross-tabulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa didapati perspektif paling dominan tentang konflik kerja adalah sebuah masalah kerja, faktor utama pemicu konflik kerja yang paling dominan adalah sifat negatif pribadi, bentuk konflik kerja yang mendominasi adalah sebuah perbedaan, cara yang mendominasi untuk mengatasi konflik kerja adalah dengan komunikasi individu, sedangkan dampak dari konflik kerja yang paling mendominasi adalah ketidakharmonisan hubungan sosial.
Berdasarkan pembahasan pada beberapa bab diperoleh kesimpulan sebagai berikut.Definisi konflik kerja menurut perspektif karyawan bersuku Jawa adalah suatu masalah kerja, tidak adanya kerjasama, perbedaan dan ketidaknyamanan dalam bekerja.Faktor yang memicu munculnya konflik kerja pada karyawan bersuku Jawa antara lain adalah sifat negatif pribadi, perbedaan dalam menyelesaikan pekerjaan, komitmen kerja, komunikasi, kecemburuan, tidak adanya kerjasama, ketidakpuasan kerja, dan masalah pribadi di luar pekerjaan.Bentuk konflik kerja yang sering terjadi pada karyawan bersuku Jawa antara lain adalah perbedaan, masalah pekerjaan, masalah komunikasi, masalah hubungan antar personal, dan kurangnya kerjasama.Cara yang digunakan karyawan bersuku Jawa untuk mengatasi konflik kerja yang mereka hadapi antara lain adalah dengan mengkomunikasikan secara individu, mengkomunikasikan secara kelompok, sabar dan menerima, melapor, introspeksi, dan tetap bekerja dengan semangat.Dampak konflik kerja yang terjadi pada karyawan bersuku Jawa antara lain adalah ketidakharmonisan hubungan sosial, tidak semangat kerja, perasaan tidak nyaman, kinerja lebih bagus, dan ada pula yang tidak berdampak.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih dalam mengenai efektivitas berbagai strategi komunikasi dalam mengatasi konflik kerja di kalangan karyawan bersuku Jawa, dengan mempertimbangkan nilai-nilai budaya Jawa yang menekankan harmoni dan keselarasan. Hal ini dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas komunikasi langsung, mediasi, atau pendekatan lain yang sesuai dengan norma sosial Jawa. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor kepribadian atau karakteristik psikologis yang berkontribusi pada kecenderungan individu untuk terlibat dalam konflik kerja, serta bagaimana faktor-faktor ini berinteraksi dengan nilai-nilai budaya Jawa. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi bagaimana organisasi dapat menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan mendukung, yang mengakomodasi perbedaan budaya dan mempromosikan resolusi konflik yang konstruktif, dengan melibatkan pelatihan sensitivitas budaya dan pengembangan keterampilan komunikasi antar budaya. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan penelitian selanjutnya dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dinamika konflik kerja di kalangan karyawan bersuku Jawa, serta menghasilkan rekomendasi praktis untuk meningkatkan efektivitas manajemen konflik di organisasi.
| File size | 338.41 KB |
| Pages | 18 |
| DMCA | Report |
Related /
UM SURABAYAUM SURABAYA Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 35,70, sedangkan kelas kontrol sebesar 23,67. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05,Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 35,70, sedangkan kelas kontrol sebesar 23,67. Hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05,
UM SURABAYAUM SURABAYA Nilai yang paling mendominasi dari ketujuh nilai tersebut adalah nilai kerja keras dan gotong royong. Tentu hal tersebut terlihat dari perilaku atau sikapNilai yang paling mendominasi dari ketujuh nilai tersebut adalah nilai kerja keras dan gotong royong. Tentu hal tersebut terlihat dari perilaku atau sikap
UM SURABAYAUM SURABAYA Berdasarkan hasil penelitian struktur diadi pembacaan tingkat heuristik dari sepuluh bait diadi terdapat struktur atau susunan, fungsi atau arti dari bait-baitBerdasarkan hasil penelitian struktur diadi pembacaan tingkat heuristik dari sepuluh bait diadi terdapat struktur atau susunan, fungsi atau arti dari bait-bait
UM SURABAYAUM SURABAYA Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai nilai-nilai akhlak berupa nilai takwa, tawakal, kejujuran, keikhlasan, sabarPenelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai nilai-nilai akhlak berupa nilai takwa, tawakal, kejujuran, keikhlasan, sabar
UM SURABAYAUM SURABAYA Kumpulan puisi Karya Mahasiswa FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia ditulis oleh 26 mahasiswa sebanyak 52 puisi. Sumber data primer dalam penelitian ini adalahKumpulan puisi Karya Mahasiswa FKIP Bahasa dan Sastra Indonesia ditulis oleh 26 mahasiswa sebanyak 52 puisi. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah
LITPAMLITPAM Elemen-elemen seperti gunungan, bunga, dan skema warna (hijau, putih, kuning, oranye, emas, dan hitam) banyak digunakan, melambangkan komitmen untuk melestarikanElemen-elemen seperti gunungan, bunga, dan skema warna (hijau, putih, kuning, oranye, emas, dan hitam) banyak digunakan, melambangkan komitmen untuk melestarikan
STAIALANWARSTAIALANWAR Konteks masyarakat Desa Jurug adalah masyarakat terbuka dan ramah akan ragam tradisi termasuk mitoni, sebuah tradisi yang dilestarikan secara turun temurunKonteks masyarakat Desa Jurug adalah masyarakat terbuka dan ramah akan ragam tradisi termasuk mitoni, sebuah tradisi yang dilestarikan secara turun temurun
STTSIMPSONSTTSIMPSON Tentunya dalam pelayanan misi tersebut membutuhkan suatu prinsip-prinsip iman Kristen yang teguh. Yang mana pelayanan kontekstual ini akan memberitakanTentunya dalam pelayanan misi tersebut membutuhkan suatu prinsip-prinsip iman Kristen yang teguh. Yang mana pelayanan kontekstual ini akan memberitakan
Useful /
UNNESUNNES Definisi kesejahteraan hidup menurut karyawan Jawa adalah apabila seseorang memiliki kecukupan materi, perasaan aman, nyaman, dan bahagia, selalu bersyukur,Definisi kesejahteraan hidup menurut karyawan Jawa adalah apabila seseorang memiliki kecukupan materi, perasaan aman, nyaman, dan bahagia, selalu bersyukur,
UNNESUNNES Faktor-faktor yang meningkatkan motivasi kerja antara lain: 1) kesejahteraan keluarga; 2) tugas kelembagaan; 3) peluang pengembangan diri; 4) religiusitas;Faktor-faktor yang meningkatkan motivasi kerja antara lain: 1) kesejahteraan keluarga; 2) tugas kelembagaan; 3) peluang pengembangan diri; 4) religiusitas;
UADUAD Perkembangan fatwa dimulai dari permintaan kepada mufti Arab Saudi, terpengaruh ide pembaruan dari Timur Tengah, dan memasuki era fatwa kolektif melaluiPerkembangan fatwa dimulai dari permintaan kepada mufti Arab Saudi, terpengaruh ide pembaruan dari Timur Tengah, dan memasuki era fatwa kolektif melalui
UADUAD Penelitian ini mengkaji tentang objek wakaf berupa Kekayaan Intelektual (KI). Hal ini sebagaimana diatur dalam UU Nomor 41 Tahun 2004, Pasal 16 ayat (3),Penelitian ini mengkaji tentang objek wakaf berupa Kekayaan Intelektual (KI). Hal ini sebagaimana diatur dalam UU Nomor 41 Tahun 2004, Pasal 16 ayat (3),