UNNESUNNES

Journal of Social and Industrial PsychologyJournal of Social and Industrial Psychology

Suatu kebahagiaan merupakan hal yang penting dalam hidup, karena dengan bahagia setiap orang pasti merasakan kenyamanan. Teori dan penelitian psikologi lebih suka menggunakan istilah yang lebih tepat dan didefinisikan secara operasional, yakni subjective well-being. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 700 orang, yaitu karyawan PNS dan swasta bersuku Jawa. Model sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik snow ball sampling, dimana peneliti secara acak menghubungi beberapa responden yang memenuhi kriteria. Dengan alat pengumpul data berupa open-ended questionnaire. Hasilnya diketahui bahwa SWB menurut karyawan Jawa adalah jika mereka berkecukupan secara materi (60,89%), faktor-faktor yang mempengaruhi SWB menurut karyawan Jawa juga karena faktor kecukupan materi (38,90%), upaya yang dilakukan karyawan Jawa untuk mencapai SWB adalah dengan bekerja keras (76,23%). Kemudian untuk alasan tercipta atau tidaknya SWB menurut karyawan Jawa sebagian besar karena kecukupan materi, yang menjawab belum karena materi sebesar 39,40%, sedangkan yang sudah sejahtera karena kecukupan materi yaitu sebesar 29,50%.

Definisi kesejahteraan hidup menurut karyawan Jawa adalah apabila seseorang memiliki kecukupan materi, perasaan aman, nyaman, dan bahagia, selalu bersyukur, dapat mencapai tujuan hidup, bermanfaat bagi orang lain, kebersamaan dalam keluarga, serta selalu sehat.Faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan hidup menurut karyawan Jawa meliputi kecukupan materi, prinsip hidup, hubungan sosial, perasaan aman dan bahagia, kesuksesan pekerjaan, kesehatan, serta ilmu dan pengalaman.Upaya yang dilakukan untuk mencapai kesejahteraan hidup oleh karyawan Jawa adalah dengan bekerja keras, beribadah, meningkatkan kapasitas diri, menjalin hubungan sosial, hidup hemat dan sederhana, serta menjaga kesehatan.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian kuantitatif yang menggunakan variabel-variabel temuan kualitatif dari studi ini, seperti kecukupan materi, prinsip hidup, dan kebiasaan bersyukur, untuk mengukur pengaruhnya secara statistik terhadap tingkat kesejahteraan subjektif pada karyawan bersuku Jawa. Kedua, perlu dilakukan studi perbandingan antar suku di Indonesia, misalnya antara karyawan Jawa, Sunda, dan Batak, untuk mengeksplorasi bagaimana nilai budaya lokal membentuk persepsi tentang kebahagiaan dan kesejahteraan hidup. Ketiga, perlu penelitian lanjutan yang menguji efektivitas intervensi berbasis budaya, seperti pelatihan kerja yang menggabungkan nilai-nilai Jawa (seperti rila, sabar, dan ikhlas) dengan strategi pengembangan karier modern, untuk melihat dampaknya terhadap peningkatan subjective well-being di tempat kerja.

Read online
File size286.45 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test