ADPETIKISINDOADPETIKISINDO
Moderation | Journal of Islamic Studies ReviewModeration | Journal of Islamic Studies ReviewThe debate on the maqashid of sharia between the approaches of Al-Shatibi and Yudian Wahyudi has significant implications for the development of ushul fiqh and Islamic law in Indonesia, both theoretically and practically. Indonesia, as a modern, pluralistic, constitutional, and non-religious nation-state, faces unique challenges in integrating Islamic values into the national legal system without falling into the trap of sharia formalism or extreme secularization. Theoretically, Al-Shatibis approach makes an important contribution to strengthening the methodological legitimacy of maqashid in the study of ushul fiqh in Indonesia. The istiqa framework and the hierarchy of maqashid (daruriyat, hajiyat, tahsiniyat) provide a relatively stable epistemological foundation that is acceptable across schools of thought. In an academic context, this framework serves as a normative anchor that prevents maqashi from being reduced to value-free ethical discourse. However, this approach needs to be criticized and further developed to avoid reproducing classical ushul fiqh. In the Indonesian context, characterized by democracy, legal pluralism, and modern socio-political dynamics, Al-Shatibis maqashid risks losing its analytical power if it is not contextually reconstructed. This is where Yudian Wahyudis theoretical contribution becomes relevant, particularly in establishing maqashid as a critical epistemological paradigm for historical fiqh products. Yudians approach encourages a shift in ushul fiqh from merely a science of derivation to a science of evaluation, namely a science that not only produces law but also assesses the justice, rationality, and relevance of that law in the context of the modern state. This theoretical implication is crucial for the development of ushul fiqh in Indonesia to avoid being trapped in the dichotomy between “normative Islamic law and “positive state law. Theoretically, the development of maqashid sharia in Indonesia demands a methodological synthesis: maqashid must remain rooted in the ushul fiqh tradition (as inherited by Al-Shatibi), but also be developed as an instrument of epistemological criticism of social and legal realities (as pioneered by Yudian). This synthesis paves the way for the emergence of contextual Indonesian ushul fiqh (Islamic jurisprudence) with scientific legitimacy and social relevance. Practically, the debate on the principles of Islamic jurisprudence (maqasid) has a direct impact on legislative practices, religious courts, and religious fatwas in Indonesia. In the realm of legislation, the maqasid approach contributes to national law without having to be embodied in the symbolic and formal form of sharia. The principles of protecting religion, life, intellect, property, and descendants can be translated into constitutional norms such as human rights, social justice, and general welfare.
Kajian perbandingan maqashid syariah antara Al-Shatibi dan Yudian menunjukkan bahwa maqashid bukanlah konsep statis, melainkan paradigma metodologis yang terus direkonstruksi.Al-Shatibi merepresentasikan fase kodifikasi klasik yang menekankan stabilitas normatif, sementara Yudian menghadirkan maqashid sebagai paradigma epistemologis kritis.Pendekatan Yudian membuka ruang dialog antara hukum Islam dan realitas negara modern, namun berpotensi subjektif.Pengembangan maqashid di Indonesia menuntut sintesis metodologis antara legitimasi tekstual dan daya kritis transformasional, sehingga hukum Islam dapat berperan aktif dalam pembangunan hukum nasional tanpa kehilangan identitas teologis.
Berdasarkan analisis perbandingan pemikiran Al-Shatibi dan Yudian Wahyudi, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian mendalam mengenai bagaimana maqashid syariah dapat dioperasionalkan dalam perumusan kebijakan publik di Indonesia, khususnya dalam bidang hukum keluarga, ekonomi syariah, dan perlindungan lingkungan. Penelitian ini dapat menggunakan metode studi kasus dan analisis kebijakan untuk mengidentifikasi praktik-praktik terbaik dan tantangan implementasi. Kedua, penting untuk mengkaji lebih lanjut relasi antara maqashid syariah dan konsep-konsep hukum modern seperti hak asasi manusia, keadilan gender, dan demokrasi. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan komparatif untuk membandingkan bagaimana maqashid diinterpretasikan dan diterapkan dalam konteks hukum yang berbeda. Ketiga, penelitian perlu difokuskan pada pengembangan model pendidikan ushul fikih yang mampu membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir kritis, kontekstual, dan reflektif terhadap maqashid syariah. Model pendidikan ini harus menekankan pentingnya dialog interdisipliner antara ushul fikih, ilmu sosial, dan filsafat hukum. Dengan demikian, diharapkan lahir generasi cendekiawan Muslim yang mampu berkontribusi secara signifikan dalam pengembangan hukum Islam yang relevan dengan tantangan zaman.
| File size | 412.09 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
ADPETIKISINDOADPETIKISINDO Secara teoritis, perbandingan ini menegaskan bahwa ushul fikih tidak dapat lagi dipahami semata-mata sebagai ilmu untuk menurunkan hukum dari teks-teksSecara teoritis, perbandingan ini menegaskan bahwa ushul fikih tidak dapat lagi dipahami semata-mata sebagai ilmu untuk menurunkan hukum dari teks-teks
ADPETIKISINDOADPETIKISINDO Namun, keduanya sepakat bahwa formalisasi syariah sebagai hukum negara bukanlah solusi ideal bagi masalah umat Islam modern. Secara teoritis, sintesisNamun, keduanya sepakat bahwa formalisasi syariah sebagai hukum negara bukanlah solusi ideal bagi masalah umat Islam modern. Secara teoritis, sintesis
ADPETIKISINDOADPETIKISINDO Kedua pemikir menekankan pentingnya pendidikan dan pemikiran kritis dalam menumbuhkan kesadaran di kalangan umat Islam tentang nilai-nilai moderasi. PendidikanKedua pemikir menekankan pentingnya pendidikan dan pemikiran kritis dalam menumbuhkan kesadaran di kalangan umat Islam tentang nilai-nilai moderasi. Pendidikan
UMPOUMPO Penelitian ini mengelaborasi perdebatan tersebut dengan dampak yang muncul. La hukma illa lillah atau “tiada hukum kecuali bersumber dari Allah, demikianlahPenelitian ini mengelaborasi perdebatan tersebut dengan dampak yang muncul. La hukma illa lillah atau “tiada hukum kecuali bersumber dari Allah, demikianlah
POLKESBANPOLKESBAN Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program PMT di Puskesmas Cilincing menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. PengumpulanPenelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program PMT di Puskesmas Cilincing menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan
POLKESBANPOLKESBAN Semua peserta adalah perokok dengan kebiasaan merokok berat dan kadar kreatinin tinggi yang menunjukkan kerusakan ginjal parah.merokok secara signifikanSemua peserta adalah perokok dengan kebiasaan merokok berat dan kadar kreatinin tinggi yang menunjukkan kerusakan ginjal parah.merokok secara signifikan
UINMADURAUINMADURA Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Menengah Pertama Ar Rahmat telah melakukan inovasi bauran pemasaran pada beberapa aspek, seperti inovasi produk,Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Menengah Pertama Ar Rahmat telah melakukan inovasi bauran pemasaran pada beberapa aspek, seperti inovasi produk,
IAIN LANGSAIAIN LANGSA Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hak anak hasil zina, dan adakah solusi yang dapat ditempuh agar anak hasil zina tetap mendapat haknya meskiPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hak anak hasil zina, dan adakah solusi yang dapat ditempuh agar anak hasil zina tetap mendapat haknya meski
Useful /
STMIKISTMIKI Kinerja pegawai di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Pidie Jaya dipengaruhi oleh komunikasi dan motivasi kerja. Komunikasi atasan-bawahan dan motivasi kerjaKinerja pegawai di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Pidie Jaya dipengaruhi oleh komunikasi dan motivasi kerja. Komunikasi atasan-bawahan dan motivasi kerja
STIKESEUBSTIKESEUB 000). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media sound slide terhadap pengetahuan dan tindakan dalam memilih jajanan untuk anak000). Kesimpulan: Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media sound slide terhadap pengetahuan dan tindakan dalam memilih jajanan untuk anak
STIKESEUBSTIKESEUB Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan dan kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe tidak berkorelasi dengan kejadian anemia pada remajaKesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengetahuan dan kepatuhan dalam mengonsumsi tablet Fe tidak berkorelasi dengan kejadian anemia pada remaja
STIKESEUBSTIKESEUB Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimen, one group pre-test and post-test. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyakPenelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimen, one group pre-test and post-test. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak