UIGMUIGM
Jurnal Ilmiah Informatika GlobalJurnal Ilmiah Informatika GlobalPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan dua algoritma pembelajaran mesin yang populer, Logistic Regression dan Decision Tree, dalam konteks credit scoring. Fokus penelitian ini adalah pada optimasi model menggunakan teknik-teknik seperti regularisasi, metode ensemble, dan penyeimbangan data. Penelitian ini menyoroti tantangan ketidakseimbangan data dan multikolinearitas dalam credit scoring, yang dapat memengaruhi akurasi prediksi. Logistic Regression yang dioptimasi dengan regularisasi LASSO dan Decision Tree yang dioptimasi dengan AdaBoost dievaluasi berdasarkan berbagai metrik kinerja seperti akurasi, precision, recall, F1-score, dan ROC-AUC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Logistic Regression memberikan performa lebih baik dalam hal akurasi, precision, dan ROC-AUC, sementara Decision Tree dengan AdaBoost menunjukkan recall yang lebih unggul, menjadikannya lebih efektif dalam mendeteksi peminjam berisiko tinggi. Selain itu, penerapan SMOTE (Synthetic Minority Over-sampling Technique) meningkatkan kemampuan model untuk memprediksi hasil kelas minoritas, meskipun menyebabkan sedikit penurunan pada precision untuk Logistic Regression. Temuan ini menunjukkan bahwa Logistic Regression lebih cocok untuk lembaga yang mengutamakan interpretabilitas dan stabilitas model, sementara Decision Tree dengan AdaBoost lebih sesuai untuk lembaga yang fokus pada deteksi peminjam berisiko pada dataset yang tidak seimbang. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi bidang credit scoring dengan memberikan wawasan tentang penerapan algoritma pembelajaran mesin dan teknik optimasi pada lembaga keuangan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Logistic Regression memberikan performa yang lebih baik dibandingkan dengan Decision Tree dengan AdaBoost dalam hal akurasi, precision, recall, F1-Score, dan AUC-ROC, namun Decision Tree dengan AdaBoost lebih unggul dalam mendeteksi kelas positif.Penerapan teknik AdaBoost pada Decision Tree berhasil meningkatkan Recall dan Precision, sementara SMOTE meningkatkan Recall untuk kelas minoritas.Logistic Regression lebih disarankan untuk lembaga yang mengutamakan transparansi dan stabilitas model, sedangkan Decision Tree dengan AdaBoost lebih cocok untuk deteksi peminjam berisiko pada dataset tidak seimbang.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi algoritma lain seperti Random Forest, XGBoost, atau Neural Networks untuk potensi peningkatan akurasi. Penerapan Deep Learning dapat mengatasi kompleksitas data yang lebih besar dan meningkatkan kemampuan model dalam mengenali pola yang lebih kompleks pada data kredit. Selain itu, analisis sensitivitas terhadap parameter model, termasuk hyperparameter tuning, dapat mengoptimalkan performa model lebih lanjut. Penelitian ini juga dapat diperluas dengan mengevaluasi model pada dataset yang lebih beragam dan dengan mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang dapat memengaruhi risiko kredit, seperti kondisi ekonomi makro dan kebijakan pemerintah. Dengan demikian, model credit scoring yang lebih akurat dan andal dapat dikembangkan untuk membantu lembaga keuangan dalam membuat keputusan pemberian kredit yang lebih baik dan mengurangi risiko kerugian.
| File size | 862.33 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
RCF INDONESIARCF INDONESIA Hasil penelitian menegaskan bahwa integrasi pemodelan matematis, algoritma optimasi, dan pembelajaran mesin mampu meningkatkan efisiensi sistem, mengurangiHasil penelitian menegaskan bahwa integrasi pemodelan matematis, algoritma optimasi, dan pembelajaran mesin mampu meningkatkan efisiensi sistem, mengurangi
FKPTFKPT Hasil perhitungan secara manual dan melalui sistem memberikan hasil yang sama, sehingga sistem dapat digunakan untuk menentukan siswa penerima beasiswaHasil perhitungan secara manual dan melalui sistem memberikan hasil yang sama, sehingga sistem dapat digunakan untuk menentukan siswa penerima beasiswa
UMBUMB Data percobaan difitkan ke model kuadratik, dan Analisis Varians menentukan signifikansi faktor individual. Algoritma berbasis gradien kemudian mengidentifikasiData percobaan difitkan ke model kuadratik, dan Analisis Varians menentukan signifikansi faktor individual. Algoritma berbasis gradien kemudian mengidentifikasi
UNPAMUNPAM Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi algoritma mana yang lebih efektif dan akurat dalam mengklasifikasikan karyawan berdasarkan fitur-fitur tertentu.Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi algoritma mana yang lebih efektif dan akurat dalam mengklasifikasikan karyawan berdasarkan fitur-fitur tertentu.
UNPAMUNPAM Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa ada aktivitas yang sebenarnya dapat dikerjakan secara bersamaan yaitu aktivitas pekerjaan lantai dan keramikPada penelitian ini didapatkan hasil bahwa ada aktivitas yang sebenarnya dapat dikerjakan secara bersamaan yaitu aktivitas pekerjaan lantai dan keramik
UNIKOMUNIKOM Pada awalnya algoritma Informed-RRT* masih menggunakan metode random sampling yang mana metode ini akan mengambil sampel acak pada ruang pencarian. PengambilanPada awalnya algoritma Informed-RRT* masih menggunakan metode random sampling yang mana metode ini akan mengambil sampel acak pada ruang pencarian. Pengambilan
UNIKOMUNIKOM Pengujian dilakukan berbasis simulasi menggunakan software Labview. Dalam pengujian ini digunakan beberapa kasus lingkungan obstacle yang ada, yaitu lingkunganPengujian dilakukan berbasis simulasi menggunakan software Labview. Dalam pengujian ini digunakan beberapa kasus lingkungan obstacle yang ada, yaitu lingkungan
UNIKOMUNIKOM Sedangkan algoritma A* karena memilih node dengan nilai heuristik terkecil, maka dapat menghasilkan jalur yang lebih optimal. Weighted A* cocok di implementasikanSedangkan algoritma A* karena memilih node dengan nilai heuristik terkecil, maka dapat menghasilkan jalur yang lebih optimal. Weighted A* cocok di implementasikan
Useful /
UIGMUIGM Penyuluhan dan gerakan pencegahan scabies merupakan hal penting untuk memberantas skabies. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa faktor yangPenyuluhan dan gerakan pencegahan scabies merupakan hal penting untuk memberantas skabies. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa faktor yang
IAIN CURUPIAIN CURUP Penelitian ini menganalisis bagaimana prinsip‑prinsip tersebut diintegrasikan ke dalam tata kelola halal, sertifikasi, dan kerangka kebijakan, sekaligusPenelitian ini menganalisis bagaimana prinsip‑prinsip tersebut diintegrasikan ke dalam tata kelola halal, sertifikasi, dan kerangka kebijakan, sekaligus
UMBUMB Dalam hal biodegradasi, 1% APTES memperpanjang umur perancah hingga 380 hari (12 bulan), sementara rasio porogen yang lebih tinggi mempercepat biodegradasi.Dalam hal biodegradasi, 1% APTES memperpanjang umur perancah hingga 380 hari (12 bulan), sementara rasio porogen yang lebih tinggi mempercepat biodegradasi.
STITUSASTITUSA Adapun uji keabsahan data yang digunakan adalah triangsulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen kurikulum muatan lokal Tahfidzul Quran diAdapun uji keabsahan data yang digunakan adalah triangsulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen kurikulum muatan lokal Tahfidzul Quran di