UNNESUNNES

Journal of Social and Industrial PsychologyJournal of Social and Industrial Psychology

Karyawan dengan tingkat OCB yang tinggi mampu meningkatkan produktivitas dan memberikan masa depan yang baik bagi perusahaan. OCB dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor internal yang memengaruhi OCB adalah komitmen organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komitmen organisasi dan Perilaku Kewarganegaraan Organisasional (OCB). Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, penelitian ini melibatkan 141 karyawan produksi di PT. X Semarang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data penelitian diambil menggunakan skala komitmen organisasi dan skala OCB. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan teknik korelasi non-parametrik Kendall. Hasil koefisien korelasi antara variabel komitmen organisasi dan OCB adalah 0,153 dengan tingkat signifikansi p=0,005 di mana p<0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara komitmen organisasi dan OCB. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa karyawan produksi di PT. X Semarang memiliki komitmen yang baik sehingga mampu menunjukkan OCB yang baik terhadap sesama karyawan maupun terhadap perusahaan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa komitmen organisasi memiliki hubungan positif dengan OCB pada karyawan, yaitu semakin tinggi komitmen organisasi, semakin tinggi pula OCB.Hasil uji hipotesis menunjukkan koefisien korelasi Kendall tau sebesar 0,153 dan tingkat signifikansi 0,005 < 0,05, sehingga hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima.Keterbatasan penelitian ini meliputi penggunaan data primer saja, sehingga disarankan penelitian lanjutan dapat melengkapi dengan data sekunder dan memperluas subjek penelitian ke divisi atau level jabatan yang berbeda.

Pertama, peneliti selanjutnya dapat mengembangkan studi dengan membandingkan hubungan antara komitmen organisasi dan perilaku kewarganegaraan organisasional (OCB) di berbagai divisi dalam satu perusahaan, seperti divisi produksi, HR, keuangan, dan teknis, untuk melihat apakah tingkat hubungan berbeda berdasarkan jenis pekerjaan. Kedua, perlu dilakukan penelitian yang melibatkan data sekunder seperti catatan kinerja atau sistem reward perusahaan sebagai pelengkap data primer, agar gambaran pengaruh komitmen organisasi terhadap OCB menjadi lebih komprehensif dan objektif. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi faktor-faktor tambahan yang mungkin memperkuat atau melemahkan hubungan antara komitmen organisasi dan OCB, seperti gaya kepemimpinan, kepuasan kerja, atau dukungan organisasi, untuk memahami konteks sosial dan struktural yang memengaruhi munculnya perilaku sukarela di tempat kerja. Dengan pendekatan-pendekatan ini, hasil penelitian dapat memberikan kontribusi yang lebih dalam terhadap teori dan praktik manajemen SDM di industri manufaktur, khususnya di Indonesia. Studi komparatif antar divisi bisa mengungkap apakah budaya kerja atau tuntutan peran memengaruhi ekspresi OCB meskipun komitmen organisasi tinggi. Integrasi data sekunder akan meningkatkan validitas temuan karena tidak hanya mengandalkan persepsi subjektif responden. Eksplorasi variabel moderator atau mediator juga penting untuk menjawab mengapa hubungan antara komitmen dan OCB bisa lemah meskipun positif. Temuan dari kombinasi saran ini dapat membantu perusahaan merancang intervensi yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan perilaku positif di tempat kerja. Oleh karena itu, penelitian mendatang sebaiknya tidak hanya mengonfirmasi hubungan, tetapi juga memahami mekanisme dan konteks di baliknya. Pendekatan multidimensi seperti ini akan memperkaya literatur tentang OCB di sektor manufaktur Indonesia. Penelitian semacam ini juga relevan mengingat pemulihan industri pasca pandemi. Dengan demikian, saran-saran ini membuka ruang untuk studi yang lebih dalam, terstruktur, dan aplikatif.

  1. PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN... doi.org/10.17977/um023v8i22019p238PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN doi 10 17977 um023v8i22019p238
  2. 0. scitepress publication details doi.org/10.5220/00068895055905650 scitepress publication details doi 10 5220 0006889505590565
  3. Komitmen Organisasi Karyawan dan Pengaruhnya terhadap Organizational Citizenship Behavior (OCB) | Keluwih:... doi.org/10.24123/soshum.v2i2.4082Komitmen Organisasi Karyawan dan Pengaruhnya terhadap Organizational Citizenship Behavior OCB Keluwih doi 10 24123 soshum v2i2 4082
Read online
File size191.93 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test