STKIP JBSTKIP JB
EdumathEdumathMotivasi belajar matematika merupakan elemen penting dalam pembelajaran matematika. Motivasi belajar matematika siswa berbeda-beda dalam hal tingkat motivasi dan jenis motivasinya. Setiap siswa dapat termotivasi secara intrinsik dan ekstrinsik secara bersama-sama dalam aktivitas belajar matematikanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Ada atau tidaknya pengaruh motivasi intrinsik terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII di SMP Negri 2 Jombang, (2) Ada atau tidaknya pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII di SMP Negri 2 Jombang, (3) Ada atau tidaknya pengaruh motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik secara bersama-sama terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII di SMP Negri 2 Jombang. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif asosiatif kausal. Obyek penelitian adalah motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik dan prestasi belajar matematika siswa. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII di SMP Negri 2 Jombang berjumlah 320 siswa yeng telah terkelompok menjadi 10 kelas. Sampel penelitian adalah 3 kelas VIII yang dipilih secara random dari 10 kelas VIII yang homogen dengan teknik Cluster Random Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner dan dokumentasi. Instrumen kuesioner adalah Mathematics Learning Motivation Qustionnaire (MLMQ) online menggunakan Google Formulir. Data dianalisis dengan analisis regresi linier ganda.
Motivasi belajar matematika siswa berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika.Oleh karena itu, penting bagi guru bagaimana memahami motivasi belajar matematika siswa, agar dapat memahami perilaku belajar siswa dan melakukan upaya yang tepat untuk menumbuhkan dan mengembangkan motivasi intrinsik siswa.Proses internalisasi dan integrasi regulasi pada motivasi belajar matematika siswa harus menjadi bagian dari proses pembelajaran.Sekolah harus memberikan dukungan lebih pada semua guru matematika dalam proses internalisasi dan integrasi regulasi nilai-nilai dan regulasi perilaku belajar matematika siswa.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara motivasi belajar matematika siswa di sekolah dengan motivasi belajar matematika siswa di luar sekolah, seperti di bimbingan belajar atau kelompok belajar mandiri. Selain itu, dapat juga dilakukan penelitian tentang strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar matematika siswa, terutama motivasi intrinsik. Terakhir, penelitian tentang peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung motivasi belajar matematika siswa juga dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya.
| File size | 1.27 MB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
SERAMBISERAMBI 0,000 0,05). Sebaliknya, minat belajar memiliki korelasi positif kuat (R = 0,720) dan menjelaskan lebih dari setengah varians kemampuan kognitif 0,000 0,05). Sebaliknya, minat belajar memiliki korelasi positif kuat (R = 0,720) dan menjelaskan lebih dari setengah varians kemampuan kognitif
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Efektivitas e-modul interaktif dibuktikan melalui hasil uji-t yang signifikan untuk kemampuan berpikir kritis dengan nilai Sig. 0,013 < 0,05 (terdapatEfektivitas e-modul interaktif dibuktikan melalui hasil uji-t yang signifikan untuk kemampuan berpikir kritis dengan nilai Sig. 0,013 < 0,05 (terdapat
JRTPPIJRTPPI Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi respons struktural dan fungsional masyarakat di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar terhadap pembangunan JalanStudi ini bertujuan untuk mengeksplorasi respons struktural dan fungsional masyarakat di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar terhadap pembangunan Jalan
UMPRUMPR Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penerapan media pembelajaran Desmos terhadap hasil belajar matematika peserta didik pada materi fungsiPenelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas penerapan media pembelajaran Desmos terhadap hasil belajar matematika peserta didik pada materi fungsi
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Data dikumpulkan dan disintesis melalui proses identifikasi, penyaringan, dan inklusi yang ketat berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Temuan menunjukkanData dikumpulkan dan disintesis melalui proses identifikasi, penyaringan, dan inklusi yang ketat berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Temuan menunjukkan
LLDIKTI10LLDIKTI10 Hasil-hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Pair Share yang dibantu oleh GeoGebra secara signifikan meningkatkan keterampilanHasil-hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Think Pair Share yang dibantu oleh GeoGebra secara signifikan meningkatkan keterampilan
MANDIRACENDIKIAMANDIRACENDIKIA Secara keseluruhan, program-program pendidikan yang dilaksanakan di desa Jungsemi, terutama kegiatan bimbingan belajar Matematika, Bahasa Inggris, danSecara keseluruhan, program-program pendidikan yang dilaksanakan di desa Jungsemi, terutama kegiatan bimbingan belajar Matematika, Bahasa Inggris, dan
UMPOUMPO Penelitian bersifat kuantitatif dengan desain eksperimen menggunakan Gain Score Test. Hasil menunjukkan rata‑rata skor gain pada kelas kontrol sebesarPenelitian bersifat kuantitatif dengan desain eksperimen menggunakan Gain Score Test. Hasil menunjukkan rata‑rata skor gain pada kelas kontrol sebesar
Useful /
UMPRUMPR Partisipasi pengemis yang rendah, keterbatasan fasilitas rehabilitasi, jumlah pendamping sosial yang terbatas, serta kesulitan dalam reintegrasi sosialPartisipasi pengemis yang rendah, keterbatasan fasilitas rehabilitasi, jumlah pendamping sosial yang terbatas, serta kesulitan dalam reintegrasi sosial
UMPRUMPR Kendati demikian, regenerasi menghadapi berbagai tantangan, antara lain rendahnya minat generasi muda, keterbatasan fasilitas, serta minimnya dukunganKendati demikian, regenerasi menghadapi berbagai tantangan, antara lain rendahnya minat generasi muda, keterbatasan fasilitas, serta minimnya dukungan
UMPRUMPR Pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest digunakan pada penelitian ini. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa kelas IV A MIS NU PalangkaPendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest digunakan pada penelitian ini. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa kelas IV A MIS NU Palangka
LLDIKTI10LLDIKTI10 Selain itu, rata-rata nilai yang diperoleh siswa pada pretest sebesar 68,24% berada di bawah nilai ketuntasan belajar. Sedangkan nilai rata-rata yang diperolehSelain itu, rata-rata nilai yang diperoleh siswa pada pretest sebesar 68,24% berada di bawah nilai ketuntasan belajar. Sedangkan nilai rata-rata yang diperoleh