IAIHPANCORIAIHPANCOR

AFADA: Jurnal Pengabdian Pada MasyarakatAFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah yang ada di Desa Pintumas, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, Kecamatan Alor Barat Daya. Dalam penulisan ini menggunakan metode pengabdian observasi dan wawancara. Penelitian ini pun bertujuan untuk mendeskripsikan terbentuknya Desa Pintumas Kabupaten Alor Kecamatan Alor Barat Daya dan berdasarkan hasil pengabdian yang dilakukan di Desa Pintu Mas diperoleh Sejarah Pemerintahan Desa Pintu Mas yang berawal dari terbentuknya Ketemukumgan Kofola dari Temukung Gendok dimasa Pemerintahan Sop Raja Kui yaitu Raja Bangla Kinanggi. Raja Banla Kinanggi memberikan mandat kepada Bapak Yahuda Karpad (Alm) untuk membentuk wilayah Ketemukungan karena wilayah Ketemukungan Gendok ketika itu sangat luas. Maka itu Bapak Yahuda Karpada dan Bapak Aloupeka serta para Kepala Kampung dan semua orang–orang tua di 6 (enam) kampung bersepakat membentuk wilayah Ketemukungan baru dengan nama Ketemukungan Kofola dan terlepas dari Ketemukungan Gendok pada tahun 1936 yang meliputi: 6 (enam) wilayah kampung yaitu: Kampung Kofola, Kampung Ruilak, Kampung Boimalika, Kampung Puokal Afeng satu, Kampung Maye Afeng, Kampung Bauminima. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan membantu para masyarakat untuk mengetahui sejarah desa Pintu Mas yang adalah bagian dari masyarakat Indonesia yang perlu diperhatikan oleh Negara demi kesejahteraan dan kemajuannya.

Desa Pintumas merupakan salah satu desa di Kecamatan Abad, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki sejarah pemerintahan yang panjang dan menarik, mencerminkan perkembangan dan perubahan masyarakat setempat.Pemerintahan desa memiliki peran penting dalam memajukan dan mengelola kehidupan masyarakat di tingkat lokal, dengan berbagai perubahan sistem sejak awal berdirinya.Tujuan penulisan ini adalah untuk memahami sejarah pemerintahan Desa Pintumas agar masyarakat dapat mengetahui jejak sejarah yang mencerminkan perjuangan dan perubahan yang dialami masyarakatnya.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mendokumentasikan secara sistematis narasi-narasi lisan dari tokoh adat dan masyarakat tua di Desa Pintumas, agar cerita-cerita sejarah yang selama ini tersebar secara terpisah dapat disusun menjadi narasi sejarah desa yang utuh dan akurat. Kedua, perlu dikaji secara mendalam proses pemekaran desa dari Desa Pintumas menjadi Desa Pemekaran Pintumas Tengah dan Selatan, termasuk tinjauan terhadap dampak sosial, administratif, dan pelayanan publik akibat pemekaran tersebut. Ketiga, sebaiknya dilakukan studi tentang perkembangan pendidikan di Desa Pintumas sejak berdirinya SD Negeri Maiwal pada tahun 1965 hingga kini, untuk memahami bagaimana pendidikan berperan dalam pembentukan identitas dan kepemimpinan masyarakat desa, serta bagaimana perkembangan ini dapat menjadi model bagi desa-desa lain di wilayah terpencil.

Read online
File size705.98 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test