ARIPAFIARIPAFI

Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan KatolikJurnal Budi Pekerti Agama Kristen dan Katolik

Artikel ini mengkaji pengaruh era digital terhadap metodologi teologi melalui pendekatan filsafat ilmu. Dengan memanfaatkan metode kualitatif-deskriptif berbasis studi pustaka, penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara epistemologi teologi dan perkembangan teknologi informasi. Artikel ini menegaskan bahwa filsafat ilmu memainkan peran penting dalam meneguhkan dasar metodologis teologi untuk merespons tantangan era digital, seperti pluralitas informasi, krisis otoritas, dan penyederhanaan kebenaran. Selain itu, penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk merekonstruksi metode teologi dengan memanfaatkan teknologi digital secara kritis, inovatif, dan bertanggung jawab.

Berdasarkan kajian dalam penelitian ini, dapat disimpulkan beberapa poin utama.filsafat ilmu berperan sebagai fondasi metodologis yang memungkinkan teologi tetap berakar pada kerangka berpikir yang kritis, rasional, dan reflektif.era digital membawa tantangan berupa pluralitas informasi, krisis otoritas, dan penyederhanaan kebenaran yang sering kali bertentangan dengan prinsip teologi yang mendalam.rekonstruksi metode teologi dalam era digital menjadi penting.etika digital menjadi kunci dalam memastikan bahwa penyebaran informasi teologis di media digital tidak melenceng dari prinsip kebenaran dan tanggung jawab moral.

Berdasarkan kesimpulan di atas, beberapa rekomendasi diajukan untuk menghadapi tantangan era digital dalam konteks teologi: Penguatan epistemologi teologi melalui pengajaran prinsip-prinsip epistemologi teologi yang berakar pada wahyu ilahi, tradisi gereja, dan rasionalitas akal budi; Pengembangan literasi digital teologis melalui pengajaran kemampuan memilah dan menganalisis sumber-sumber teologis yang kredibel serta memahami risiko informasi yang tidak akurat; Peningkatan kualitas konten teologis digital dengan memastikan isi yang mendalam, akurat, dan berbasis pada prinsip teologi yang benar; Penerapan etika digital dalam menyebarkan informasi teologis dengan memperhatikan prinsip verifikasi fakta dan penghargaan terhadap karya orang lain; Kolaborasi teologis dalam ruang digital untuk membangun kerjasama lintas gereja dan agama, sehingga teologi dapat menjawab isu-isu global yang kompleks secara lebih inklusif. Dengan demikian, teologi dapat terus relevan dan memberikan kontribusi positif dalam menghadapi tantangan dan peluang yang ditawarkan oleh era digital.

Read online
File size1.17 MB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test