DOKICTIDOKICTI

Journal of Islamic Psychology and Behavioral SciencesJournal of Islamic Psychology and Behavioral Sciences

Penelitian ini bertujuan menguji kualitas psikometrik modifikasi skala Happiness at Work (HAW) pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia. Konsep HAW mengacu pada Fisher (2010), yaitu penilaian dan pengalaman positif di tempat kerja. Skala yang diadaptasi dari Salas-Vallina dan Alegre (2018) dimodifikasi menjadi tiga dimensi: engagement, satisfaction, dan affective organizational commitment, dengan reduksi dari 31 menjadi 18 item. Validitas isi diuji melalui expert judgement (N=5) menggunakan Aikens V, dilanjutkan pilot study (N=30) dan pengujian utama (N=377) dengan purposive sampling. Analisis meliputi deskriptif, korelasi item-total, reliabilitas (EFA) Cronbachs Alpha, menggunakan struktur unidimensional dan tiga item dihapus karena MSA dan factor loading rendah. EFA lanjutan mempertahankan satu faktor dominan dan mengeliminasi empat item tambahan, sehingga tersisa 11 item. Confirmatory Factor Analysis (CFA) menunjukkan model valid dan reliabel dengan factor loading signifikan, AVE 0,566, serta reliabilitas tinggi (ω=0,934; α=0,935). Instrumen ini dinilai layak digunakan untuk penelitian HAW pada ASN di Indonesia.

Penelitian ini berhasil melakukan modifikasi dan pengujian psikometrik terhadap alat ukur Happiness at Work (HAW) agar sesuai dengan karakteristik budaya kerja ASN di Indonesia.Proses modifikasi dilakukan secara sistematis melalui penyederhanaan item, sehingga dari 31 item awal diperoleh 18 item hasil modifikasi, hingga ditetapkan 11 item final yang memenuhi kriteria psikometrik.Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item yang digunakan sudah sesuai dengan konsep yang diukur.Uji reliabilitas juga menunjukkan hasil yang sangat tinggi (Cronbachs Alpha = 0,935), yang berarti alat ukur ini konsisten dan dapat dipercaya untuk mengukur konstruk Happiness at Work pada ASN.Hasil analisis faktor juga menunjukkan bahwa Happiness at Work cenderung dipahami sebagai satu kesatuan pengalaman yang utuh, bukan sebagai beberapa bagian yang terpisah.Artinya, meskipun secara konseptual, Happiness at Work (HAW) dikembangkan sebagai konstruk multidimensi yang terdiri atas Engagement, Job Satisfaction, dan Affective Organizational Commitment sebagaimana dirumuskan oleh Salas-Vallina dan Alegre (2018), namun hasil analisis eksploratori (EFA) dan konfirmatori (CFA) dalam penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh indikator yang tersisa memuat secara signifikan pada satu faktor dominan.Struktur ini mengindikasikan bahwa dalam konteks ASN Indonesia, ketiga dimensi tersebut tidak terpisah secara empiris, melainkan terintegrasi dalam satu konstruk global.Temuan ini memudahkan penggunaan instrumen, karena peneliti atau praktisi cukup menggunakan satu skor total untuk menggambarkan tingkat Happiness at Work.Hal ini juga mempermudah analisis lanjutan, seperti penelitian yang menggunakan regresi atau Structural Equation Modeling (SEM).Secara umum, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa instrumen Happiness at Work versi modifikasi sudah valid dan reliabel sehingga layak digunakan dalam penelitian maupun evaluasi kebijakan sumber daya manusia di sektor pemerintahan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, menguji Happiness at Work secara lebih mendalam pada satu instansi tertentu agar dapat memahami kondisi yang lebih spesifik, seperti pengaruh budaya kerja, gaya kepemimpinan, sistem kerja, dan beban administratif. Kedua, melakukan penelitian perbandingan antar instansi atau antar kementerian untuk melihat apakah terdapat perbedaan tingkat Happiness at Work yang dipengaruhi oleh sistem manajemen dan kebijakan yang berbeda. Ketiga, menghubungkan Happiness at Work dengan variabel lain seperti kinerja pegawai, kepuasan kerja, keseimbangan kehidupan-kerja, komitmen organisasi, work engagement, organizational citizenship behaviour, maupun fenomena seperti quiet quitting. Dengan cara ini, akan lebih jelas bagaimana Happiness at Work berperan dalam meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas ASN. Penelitian jangka panjang (longitudinal) dan pengujian pada kelompok ASN yang berbeda-beda juga disarankan agar hasilnya semakin kuat dan dapat digeneralisasikan secara lebih luas.

  1. Modifikasi Alat Ukur Patience in Islamic Psychology | Journal of Psychology Students. modifikasi alat... doi.org/10.15575/jops.v1i1.16817Modifikasi Alat Ukur Patience in Islamic Psychology Journal of Psychology Students modifikasi alat doi 10 15575 jops v1i1 16817
  2. HUBUNGAN ANTARA KEBAHAGIAAN DI TEMPAT KERJA DENGAN KETERIKATAN KARYAWAN PADA KARYAWAN PT. DWI PRIMA SENTOSA... ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/21850HUBUNGAN ANTARA KEBAHAGIAAN DI TEMPAT KERJA DENGAN KETERIKATAN KARYAWAN PADA KARYAWAN PT DWI PRIMA SENTOSA ejournal3 undip ac index php empati article view 21850
  3. Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 5 No 3 November 2025 | Psikologi Kreatif Inovatif.... doi.org/10.37817/psikologikreatifinovatif.v5i3Vol 5 No 3 2025 Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 5 No 3 November 2025 Psikologi Kreatif Inovatif doi 10 37817 psikologikreatifinovatif v5i3
  4. Happiness at Work - Fisher - 2010 - International Journal of Management Reviews - Wiley Online Library.... doi.org/10.1111/j.1468-2370.2009.00270.xHappiness at Work Fisher 2010 International Journal of Management Reviews Wiley Online Library doi 10 1111 j 1468 2370 2009 00270 x
Read online
File size866.99 KB
Pages33
DMCAReport

Related /

ads-block-test