DOKICTIDOKICTI
Journal of Islamic Psychology and Behavioral SciencesJournal of Islamic Psychology and Behavioral SciencesPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis , dengan fokus pada bagaimana shalat diterapkan sebagai strategi pengelolaan emosi ketika menghadapi tekanan emosional. Masa remaja merupakan periode yang ditandai oleh ketidakstabilan emosi dan konflik internal, sehingga kemampuan untuk mengelola emosi menjadi sangat penting. Melalui pendekatan kualitatif dan wawancara semi terstruktur terhadap satu orang subjek, yaitu seorang remaja perempuan berusia 20 tahun yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi islam. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis tematik berdasarkan model regulasi emosi dari Gross (2002). Hasil penelitian menunjukkan bahwa shalat berfungsi sebagai strategi antecedent-focused emotion regulation, di mana remaja mempersiapkan diri secara mental sebelum menghadapi situasi yang berpotensi memicu emosi negatif. Selain itu, shalat juga berperan sebagai response-focused emotion regulation, membantu remaja menenangkan diri setelah emosi negatif muncul. Gerakan shalat dan bacaan doa memberikan efek relaksasi yang signifikan, serta menciptakan ruang refleksi pribadi yang mendalam. Temuan ini menegaskan bahwa shalat tidak hanya sebagai kewajiban ritual, tetapi juga sebagai mekanisme efektif dalam pengelolaan emosi, yang berkontribusi pada ketahanan emosional remaja dalam menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari.
Penelitian ini menunjukkan bahwa shalat memiliki peran penting dalam regulasi emosi pada remaja.Subjek penelitian memanfaatkan shalat baik sebelum maupun sesudah emosi negatif muncul.Sebagai antecedent-focused emotion regulation, shalat dilakukan untuk mempersiapkan diri secara mental sebelum menghadapi situasi menekan.Sedangkan sebagai response-focused emotion regulation, shalat berfungsi untuk menenangkan diri setelah emosi negatif muncul.Selain itu, shalat juga membantu dalam modulasi emosi melalui gerakan, bacaan, dan doa yang memberikan efek relaksasi secara fisik dan psikologis.Bagi subjek, shalat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi menjadi ruang refleksi pribadi dan sarana untuk membangun ketahanan emosional.
Berdasarkan temuan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat memperluas sampel dengan melibatkan partisipan dari berbagai latar belakang sosial-ekonomi dan tingkat religiositas untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai . Kedua, penelitian dapat menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen yang terstandarisasi untuk mengukur hubungan antara frekuensi shalat, kualitas shalat, dan tingkat regulasi emosi pada remaja, sehingga dapat menghasilkan data yang lebih objektif dan dapat digeneralisasikan. Ketiga, penelitian dapat mengeksplorasi mekanisme psikologis yang mendasari peran shalat dalam regulasi emosi, misalnya dengan menggunakan metode neuroimaging untuk mengidentifikasi perubahan aktivitas otak yang terjadi selama dan setelah shalat, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana shalat mempengaruhi proses regulasi emosi.
- KOMUNIKASI VERBAL PADA ANGGOTA KELUARGA YANG MEMILIKI ANAK INDIGO | Arkandito | Jurnal Manajemen Komunikasi.... jurnal.unpad.ac.id/manajemen-komunikasi/article/view/9955KOMUNIKASI VERBAL PADA ANGGOTA KELUARGA YANG MEMILIKI ANAK INDIGO Arkandito Jurnal Manajemen Komunikasi jurnal unpad ac manajemen komunikasi article view 9955
- Layanan Bimbingan Konseling Islam dengan Terapi Puasa Senin Kamis dalam Meningkatkan Kesadaran Sholat... doi.org/10.18326/pamomong.v2i1.38-49Layanan Bimbingan Konseling Islam dengan Terapi Puasa Senin Kamis dalam Meningkatkan Kesadaran Sholat doi 10 18326 pamomong v2i1 38 49
- HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN ASERTIVITAS (Studi Korelasi pada Siswa di SMA Negeri 9 Semarang)... ejournal3.undip.ac.id/index.php/empati/article/view/14912HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI DENGAN ASERTIVITAS Studi Korelasi pada Siswa di SMA Negeri 9 Semarang ejournal3 undip ac index php empati article view 14912
| File size | 355.85 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
POLGANPOLGAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan survei untuk mengumpulkan data dari remaja berusia 15-18 tahun. Hasil penelitian menunjukkanPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan survei untuk mengumpulkan data dari remaja berusia 15-18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan
ICJAMBIICJAMBI Analisis statistik mengungkapkan bahwa paparan yang lebih tinggi terhadap konten digital ultra-cepat berkaitan dengan menurunnya kemampuan regulasi emosiAnalisis statistik mengungkapkan bahwa paparan yang lebih tinggi terhadap konten digital ultra-cepat berkaitan dengan menurunnya kemampuan regulasi emosi
DOKICTIDOKICTI Salah satu perilaku maladaptif yang sering muncul pada mahasiswa yaitu kebiasaan mengelupas kulit bibir. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitasSalah satu perilaku maladaptif yang sering muncul pada mahasiswa yaitu kebiasaan mengelupas kulit bibir. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas
IAISKJ MALANGIAISKJ MALANG Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat dan menjadi rujukan yang berkontribusi secara ilmiah dan praktis bagi orang tua, pendidik, konselor,Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat dan menjadi rujukan yang berkontribusi secara ilmiah dan praktis bagi orang tua, pendidik, konselor,
APTKLHIAPTKLHI Taman Hutan Raya Ir Djuanda memiliki karakteristik mikroklimat yang sesuai untuk terapi hutan, dengan suhu 22–25,6°C, kelembapan 61–87%, intensitasTaman Hutan Raya Ir Djuanda memiliki karakteristik mikroklimat yang sesuai untuk terapi hutan, dengan suhu 22–25,6°C, kelembapan 61–87%, intensitas
ISI SURAKARTAISI SURAKARTA Data yang dikumpulkan sebanyak 63 mahasiswa. Alat ukur yang digunakan adalah skala intensitas aktivitas melukis dan skala kecerdasan emosional. Hasil PenelitianData yang dikumpulkan sebanyak 63 mahasiswa. Alat ukur yang digunakan adalah skala intensitas aktivitas melukis dan skala kecerdasan emosional. Hasil Penelitian
UNISMUH PALUUNISMUH PALU Temuan juga menunjukkan bahwa karakter yang dikembangkan dari masa kecil berperan dalam mendukung kesehatan mental serta kemampuan merespons stres sosialTemuan juga menunjukkan bahwa karakter yang dikembangkan dari masa kecil berperan dalam mendukung kesehatan mental serta kemampuan merespons stres sosial
UBUB Media sosial adalah istilah luas yang merujuk pada platform seluler dan web yang memungkinkan orang berkomunikasi satu sama lain dalam jaringan. Instagram,Media sosial adalah istilah luas yang merujuk pada platform seluler dan web yang memungkinkan orang berkomunikasi satu sama lain dalam jaringan. Instagram,
Useful /
APTKLHIAPTKLHI Setiap perlakuan diulang sebanyak empat (4) kali. Hasil penelitian pertumbuhan opimal daun tanaman petai terjadi pada media tanam dengan amelioran biochar,Setiap perlakuan diulang sebanyak empat (4) kali. Hasil penelitian pertumbuhan opimal daun tanaman petai terjadi pada media tanam dengan amelioran biochar,
UBUB Hasil - Pasien melakukan automutilasi yang terkait dengan delusi magis dan agama, tetapi tidak ada bukti klinis untuk mempertimbangkannya sebagai gangguanHasil - Pasien melakukan automutilasi yang terkait dengan delusi magis dan agama, tetapi tidak ada bukti klinis untuk mempertimbangkannya sebagai gangguan
UBUB Menyakiti diri pada wanita hamil dengan gangguan kepribadian dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, tidak hanya dari gangguan kepribadian itu sendiriMenyakiti diri pada wanita hamil dengan gangguan kepribadian dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, tidak hanya dari gangguan kepribadian itu sendiri
UBUB Semua 5 studi yang masuk adalah uji coba acak terkontrol (RCT) dengan total 481 partisipan. Penilaian PPD menggunakan skala evaluasi diri Dol (EPDS), PHQ-9,Semua 5 studi yang masuk adalah uji coba acak terkontrol (RCT) dengan total 481 partisipan. Penilaian PPD menggunakan skala evaluasi diri Dol (EPDS), PHQ-9,