NURSCIENCEINSTITUTENURSCIENCEINSTITUTE

Griya Widya: Journal of Sexual and Reproductive HealthGriya Widya: Journal of Sexual and Reproductive Health

Pernikahan dini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan sosial yang signifikan di Indonesia, terutama di kalangan remaja. Di Kecamatan Batangtoru saja, tercatat 32 kasus pernikahan dini pada tahun 2024. Pernikahan dini erat kaitannya dengan konsekuensi negatif seperti putus sekolah, komplikasi kesehatan ibu, dan peningkatan risiko masalah psikologis. Peran orang tua sangat penting dalam melengkapi remaja dengan pengetahuan kesehatan reproduksi dan mengawasi hubungan mereka untuk mencegah pernikahan dini.

Peran orang tua dalam mencegah pernikahan dini masih belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan pengetahuan, tabu budaya terhadap pendidikan seks, dan kendala ekonomi.Penguatan intervensi berbasis keluarga, terutama yang meningkatkan komunikasi orang tua-remaja dan literasi kesehatan reproduksi, sangat penting untuk mengurangi insiden pernikahan dini.

Untuk mengurangi pernikahan dini, perlu ada intervensi multisektoral yang melibatkan layanan kesehatan, sistem pendidikan, dan pemimpin komunitas. Keluarga harus didukung sebagai agen kunci dalam promosi kesehatan reproduksi remaja. Selain itu, diperlukan pelatihan komunikasi antar generasi, peningkatan literasi kesehatan reproduksi, dan penciptaan ruang aman dan inklusif untuk dialog terbuka antara orang tua dan remaja. Studi mendatang dapat mengeksplorasi lebih dalam dinamika peran keluarga, faktor gender, dan pengaruh komunitas dalam keputusan pernikahan remaja.

  1. Are Parents the Key to Preventing Unwanted Early Marriage Among Teenagers? : A Qualitative Study in Batangtoru... journal.nurscienceinstitute.id/index.php/griyawidya/article/view/1708Are Parents the Key to Preventing Unwanted Early Marriage Among Teenagers A Qualitative Study in Batangtoru journal nurscienceinstitute index php griyawidya article view 1708
Read online
File size327.46 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test