UNIMMANUNIMMAN

Jurnal Kesehatan AmanahJurnal Kesehatan Amanah

Pernikahan dini di Indonesia, termasuk di Desa Pelimbangan, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir, menjadi masalah kesehatan reproduksi yang signifikan. Fenomena ini menyebabkan dampak negatif seperti putusnya pendidikan, gangguan kesehatan reproduksi, tingginya angka perceraian, dan kemiskinan antargenerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi pernikahan dini pada remaja di Desa Pelimbangan pada tahun 2025. Faktor-faktor yang diteliti meliputi pengetahuan, faktor sosial budaya, dan peran orang tua dalam pencegahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, dengan populasi 95 pasangan yang menikah pada tahun 2022–2024. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan rendah berhubungan signifikan dengan pernikahan dini (p = 0,026; OR = 3,275), remaja dengan pengetahuan rendah memiliki peluang 3,275 kali lebih besar untuk menikah dini. Faktor sosial budaya tidak berhubungan signifikan (p = 0,053; OR = 2,865), sedangkan peran orang tua berhubungan signifikan (p = 0,018; OR = 3,358). Kesimpulan penelitian ini menyarankan peningkatan edukasi kesehatan reproduksi dan penguatan peran orang tua untuk mencegah pernikahan dini secara efektif dan berkelanjutan.

Pengetahuan remaja yang rendah memiliki hubungan signifikan dengan terjadinya pernikahan dini, dengan peluang 3,273 kali lebih besar dibandingkan remaja dengan pengetahuan baik.Faktor sosial budaya tidak menunjukkan hubungan signifikan terhadap pernikahan dini di lokasi penelitian.Peran orang tua terbukti signifikan, di mana keterlibatan orang tua yang rendah meningkatkan peluang pernikahan dini sebesar 3,358 kali.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh kondisi ekonomi keluarga terhadap keputusan remaja menikah dini di Desa Pelimbangan, apakah kemiskinan atau tekanan finansial menjadi pendorong utama, dan bagaimana interaksinya dengan faktor pengetahuan dan peran orang tua. Kedua, penting untuk memahami dampak pengaruh teman sebaya dan media sosial terhadap sikap remaja terhadap pernikahan dini, mengingat peran teknologi yang semakin besar dalam membentuk norma sosial di kalangan muda. Ketiga, perlu dikaji efektivitas model konseling keluarga atau pendidikan kesehatan reproduksi berbasis komunitas dalam konteks lokal setempat, serta bagaimana partisipasi tokoh agama dan adat dapat ditingkatkan untuk memperkuat pencegahan pernikahan dini secara kolektif. Studi lanjutan sebaiknya mengeksplorasi kombinasi antara intervensi pendidikan, ekonomi mikro bagi remaja putri, dan pendampingan keluarga untuk menghasilkan pendekatan holistik. Selain itu, penelitian bisa menguji apakah program pencegahan lebih efektif jika melibatkan remaja laki-laki, bukan hanya perempuan, serta bagaimana gender dan pembagian peran dalam keluarga memengaruhi keputusan pernikahan. Dengan pendekatan multidimensi, hasil penelitian dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

  1. Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Pernikahan Usia Dini | Journal of Telenursing (JOTING). faktor... doi.org/10.31539/joting.v2i2.1631Faktor Faktor yang Berpengaruh terhadap Pernikahan Usia Dini Journal of Telenursing JOTING faktor doi 10 31539 joting v2i2 1631
  2. Pengaruh Tingkat Pendidikan, Ekonomi Keluarga dan Faktor Sosial Budaya Terhadap Peningkatan Pernikahan... jurnal.stie-aas.ac.id/index.php/jei/article/view/11360Pengaruh Tingkat Pendidikan Ekonomi Keluarga dan Faktor Sosial Budaya Terhadap Peningkatan Pernikahan jurnal stie aas ac index php jei article view 11360
  3. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Perkawinan Usia Dini Di Kecamatan Sukadana | Jurnal sosial dan sains.... doi.org/10.59188/jurnalsosains.v1i12.274Faktor Faktor Yang Memengaruhi Perkawinan Usia Dini Di Kecamatan Sukadana Jurnal sosial dan sains doi 10 59188 jurnalsosains v1i12 274
Read online
File size391.21 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test