TRANSPUBLIKATRANSPUBLIKA
TRANSEKONOMIKA: AKUNTANSI, BISNIS DAN KEUANGANTRANSEKONOMIKA: AKUNTANSI, BISNIS DAN KEUANGANPermintaan yang meningkat terhadap keberlanjutan dalam industri fashion telah mendorong perusahaan untuk berinvestasi secara signifikan dalam inisiatif Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR). Namun, masih belum jelas apakah upaya tersebut benar‑benar memengaruhi perilaku konsumen. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana faktor korporat, psikologis, dan sosial membentuk konsumsi fashion berkelanjutan di kalangan mahasiswa di Taiwan. Berdasarkan Teori Perilaku Terencana, Teori Nilai‑Keyakinan‑Norma, serta Teori Pengaruh Sosial, penelitian ini menelaah lima prediktor utama: Sikap terhadap Keberlanjutan, Norma Sosial, Pengetahuan Lingkungan, Kendala Ekonomi yang Dirasakan, dan inisiatif CSR. Data empiris dikumpulkan dari 250 mahasiswa dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling. Hasil menunjukkan bahwa keyakinan pribadi serta ekspektasi budaya secara signifikan memengaruhi kemungkinan pembelian pakaian yang ramah lingkungan, sedangkan pengetahuan lingkungan, kendala ekonomi, dan inisiatif CSR tidak berpengaruh signifikan. Keyakinan individu dan norma sosial tampak memiliki pengaruh lebih kuat terhadap keputusan pembelian berkelanjutan dibandingkan pertimbangan data atau finansial. Dampak minimal program etika perusahaan mengindikasikan bahwa penerapan strategi keberlanjutan secara top‑down tidak cukup mengubah pilihan konsumen tanpa keterlibatan komunitas yang nyata dan persetujuan sosial yang luas. Secara keseluruhan, studi ini memperkaya literatur tentang keberlanjutan dan perilaku konsumen dengan menekankan pendekatan berpusat pada konsumen, serta menunjukkan bahwa keyakinan moral dan pengaruh teman sebaya lebih efektif dalam mempromosikan konsumsi fashion berkelanjutan dibandingkan pesan korporat. Insight praktis juga diberikan bagi pemasar dan pembuat kebijakan untuk mendorong transformasi perilaku yang autentik menuju keberlanjutan di sektor fashion.
Penelitian ini menunjukkan bahwa Sikap terhadap Keberlanjutan (ATS) dan Norma Sosial (SN) merupakan faktor utama yang secara signifikan memengaruhi Konsumsi Fashion Berkelanjutan (SFC), lebih dominan dibandingkan Pengetahuan Lingkungan, Kendala Ekonomi, atau Inisiatif Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan psikologis dan sosial dalam mengubah perilaku konsumen, serta menyarankan strategi edukasi dan program CSR yang autentik, inspiratif, dan berbasis komunitas untuk memperkuat nilai keberlanjutan individu.Karena keterbatasan desain cross‑sectional dan sampel khusus, diperlukan penelitian lanjutan dengan desain longitudinal, eksperimen, atau perbandingan lintas budaya untuk memperdalam pemahaman dinamika konsumsi fashion berkelanjutan.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana influencer media sosial digital memoderasi pengaruh norma sosial terhadap konsumsi fashion berkelanjutan di kalangan generasi Z dalam berbagai konteks budaya, sehingga dapat mengungkap perbedaan lintas negara dalam mekanisme sosial tersebut. Selanjutnya, penting untuk menguji peran persepsi keaslian komunikasi CSR dalam membangun kepercayaan konsumen dan niat pembelian produk fashion berkelanjutan, dengan merancang eksperimen yang memanipulasi tingkat transparansi dan kejujuran pesan CSR. Selain itu, sebuah studi longitudinal yang mengikuti perubahan sikap, norma sosial, dan perilaku pembelian fashion berkelanjutan selama beberapa tahun pada mahasiswa dapat memberikan wawasan tentang dinamika temporal serta mengidentifikasi faktor‑faktor moderasi seperti sifat kepribadian. Penelitian ini juga dapat memperluas pemahaman tentang efek kumulatif intervensi edukasi dan program CSR yang berkelanjutan. Dengan menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, studi tersebut dapat menghasilkan model prediktif yang lebih komprehensif untuk kebijakan dan praktik industri fashion. Akhirnya, analisis perbandingan lintas budaya antara negara Asia dan Barat dapat menilai generalisasi temuan dan menyesuaikan strategi pemasaran berkelanjutan secara lebih efektif.
- Attitudes and Social Influence in Sustainable Fashion: Rethinking the Role of Corporate Initiatives among... doi.org/10.55047/transekonomika.v5i5.1058Attitudes and Social Influence in Sustainable Fashion Rethinking the Role of Corporate Initiatives among doi 10 55047 transekonomika v5i5 1058
- Evaluating Consumer Behavior and Sustainable Apparel Consumption: A Study on Awareness and Influencing... doi.org/10.55041/IJSREM36938Evaluating Consumer Behavior and Sustainable Apparel Consumption A Study on Awareness and Influencing doi 10 55041 IJSREM36938
- Why Eco‐labels can be Effective Marketing Tools: Evidence from a Study on Italian Consumers - Testa... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/bse.1821Why EcoAalabels can be Effective Marketing Tools Evidence from a Study on Italian Consumers Testa onlinelibrary wiley doi 10 1002 bse 1821
- The impact of corporate social responsibility on consumer brand engagement and purchase intention at... doi.org/10.1002/mar.21940The impact of corporate social responsibility on consumer brand engagement and purchase intention at doi 10 1002 mar 21940
| File size | 594.51 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKTIARABUNDAPOLTEKTIARABUNDA Penelitian ini menggunakan metode deskriptif Cross-Sectional. Responden adalah mahasiswa dari Politeknik Tiara Bunda. Jumlah responden sebanyak 250 orangPenelitian ini menggunakan metode deskriptif Cross-Sectional. Responden adalah mahasiswa dari Politeknik Tiara Bunda. Jumlah responden sebanyak 250 orang
UmriUmri Perilaku penggunaan rokok elektrik (vape) pada remaja menjadi isu kesehatan masyarakat yang semakin meningkat dan memerlukan perhatian serius. KegiatanPerilaku penggunaan rokok elektrik (vape) pada remaja menjadi isu kesehatan masyarakat yang semakin meningkat dan memerlukan perhatian serius. Kegiatan
WIDYAYUWANAWIDYAYUWANA Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan populasi sebanyak 239 siswa dan sampel sebanyak 149 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin.Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan populasi sebanyak 239 siswa dan sampel sebanyak 149 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin.
STIKESMEDISTRA INDONESIASTIKESMEDISTRA INDONESIA Sampel penelitian terdiri dari enam informan di SDN 005 Sungai Kunjang Samarinda yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkanSampel penelitian terdiri dari enam informan di SDN 005 Sungai Kunjang Samarinda yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan
ABULYATAMAABULYATAMA Analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan uji hipotesis menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian mengklasifikasikanAnalisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif dan uji hipotesis menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian mengklasifikasikan
JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD Penelitian ini bertujuan untuk menentukan penerapan konseling individu menggunakan teknik kontrak perilaku dalam mengurangi kecanduan game online. SubjekPenelitian ini bertujuan untuk menentukan penerapan konseling individu menggunakan teknik kontrak perilaku dalam mengurangi kecanduan game online. Subjek
UKMCUKMC Temuan tersebut menunjukkan bahwa institusi pendidikan harus memprioritaskan menciptakan lingkungan teman yang mendukung dan inklusif untuk meningkatkanTemuan tersebut menunjukkan bahwa institusi pendidikan harus memprioritaskan menciptakan lingkungan teman yang mendukung dan inklusif untuk meningkatkan
UMPRUMPR Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku konsumtif siswa XI IPS 1 SMAN 2 Trenggalek berada pada kategori sedang dengan presentase 53%. Uji IndependentHasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat perilaku konsumtif siswa XI IPS 1 SMAN 2 Trenggalek berada pada kategori sedang dengan presentase 53%. Uji Independent
Useful /
POLTEKTIARABUNDAPOLTEKTIARABUNDA Kemudian dibuat sediaan lilin aromaterapi dengan konsentrasi formula I (3%: 20%), formula II (2%: 10%), dan formula III (1%: 5%) dan dilakukan evaluasiKemudian dibuat sediaan lilin aromaterapi dengan konsentrasi formula I (3%: 20%), formula II (2%: 10%), dan formula III (1%: 5%) dan dilakukan evaluasi
STIEMSTIEM Berdasarkan hasil pengujian dan pembahasan, simpulan yang dapat ditarik yaitu key audit matters (KAM) dan reputasi KAP tidak memengaruhi audit report lagBerdasarkan hasil pengujian dan pembahasan, simpulan yang dapat ditarik yaitu key audit matters (KAM) dan reputasi KAP tidak memengaruhi audit report lag
UMPRUMPR Rapat damai di Tumbang Anoi berhasil mengakhiri praktek kayau‑mengayau dan perbudakan, sekaligus memperkuat persatuan serta kedamaian suku Dayak. Nilai‑nilaiRapat damai di Tumbang Anoi berhasil mengakhiri praktek kayau‑mengayau dan perbudakan, sekaligus memperkuat persatuan serta kedamaian suku Dayak. Nilai‑nilai
UMPRUMPR Banyak produsen yang meninggalkan metode tradisional untuk memperbesar kapasitas produksi dan mengurangi waktu pembuatan batik. Imbas dari perkembanganBanyak produsen yang meninggalkan metode tradisional untuk memperbesar kapasitas produksi dan mengurangi waktu pembuatan batik. Imbas dari perkembangan