UNPADUNPAD

Focus : Jurnal Pekerjaan SosialFocus : Jurnal Pekerjaan Sosial

Sampah yang tidak terkelola dengan baik menimbulkan berbagai permasalahan bagi kehidupan manusia. Bank sampah hadir sebagai salah satu upaya dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan, di mana masyarakat memegang peran utama. Adapun dalam upaya kolektif ini, modal sosial dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan masyarakat dalam upaya pengelolaan bank sampah. Meskipun aspek modal sosial telah banyak dikaji dalam pengelolaan bank sampah, kajian tersebut umumnya bersifat parsial dan berupa studi kasus. Artikel ini bertujuan mengkaji modal sosial dalam pengelolaan bank sampah dengan menitikberatkan pada unsur kepercayaan, norma, dan jaringan sosial sebagaimana dikemukakan oleh Putnam. Metode yang digunakan adalah kajian literatur terhadap berbagai hasil penelitian terkait modal sosial dalam pengelolaan bank sampah di Indonesia. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepercayaan menjadi pendorong utama kerja sama, khususnya dalam aktivitas yang melibatkan nilai ekonomi. Norma sosial, baik formal maupun informal, berfungsi sebagai pedoman perilaku yang menjaga integritas, kedisiplinan, dan keberlanjutan pengelolaan bank sampah. Sementara itu, jaringan sosial memperluas partisipasi, memfasilitasi pertukaran informasi, serta membuka akses terhadap sumber daya dan dukungan kelembagaan. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar pengelolaan bank sampah tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada strategi penguatan modal sosial.

Berdasarkan hasil kajian literatur, tiga unsur utama modal sosial menurut Putnam—kepercayaan, norma, dan jaringan—berfungsi sebagai fondasi yang mendorong partisipasi, memperkuat koordinasi, dan menjaga keberlanjutan program bank sampah.Kepercayaan, yang dibangun melalui transparansi, terbukti sebagai mekanisme penting untuk memperkuat kerja sama sukarela antar pelaku.Norma, baik informal maupun formal, mengatur perilaku dan menumbuhkan disiplin serta integritas, sementara jaringan sosial—baik bonding, bridging, maupun linking—memfasilitasi pertukaran informasi, akses sumber daya, dan dukungan kelembagaan.Oleh karena itu, pengelolaan bank sampah harus mengintegrasikan penguatan modal sosial dalam kebijakan dan praktiknya, sehingga program dapat berjalan secara berkelanjutan.

Bagaimana tingkat kepercayaan antar anggota bank sampah memengaruhi persepsi keberlanjutan program? Seberapa besar peran norma formal dibandingkan norma informal dalam menjaga partisipasi jangka panjang? Apa dampak jaringan sosial lintas sektor terhadap penerimaan modal dan sumber daya oleh bank sampah?.

  1. Pengelolaan Sampah Berbasis Modal Sosial Masyarakat | Syahli | Sosioglobal : Jurnal Pemikiran dan Penelitian... jurnal.unpad.ac.id/sosioglobal/article/view/13309Pengelolaan Sampah Berbasis Modal Sosial Masyarakat Syahli Sosioglobal Jurnal Pemikiran dan Penelitian jurnal unpad ac sosioglobal article view 13309
  2. Home Page. home page foundation profit organization govern digital object identifier system behalf agencies... Doi.OrgHome Page home page foundation profit organization govern digital object identifier system behalf agencies Doi Org
Read online
File size214.39 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test