JQWHJQWH

Journal for Quality in Women's HealthJournal for Quality in Women's Health

Kehamilan remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat utama di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Permasalahan ini berdampak signifikan terhadap kesehatan ibu muda, perkembangan bayi, dan masyarakat secara keseluruhan. Kehamilan remaja dapat memengaruhi kesehatan fisik, psikologis, ekonomi, dan sosial perempuan dalam jangka panjang, sehingga memerlukan perhatian serius dari sistem pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh penggunaan media edukasi berupa video animasi terhadap tingkat pengetahuan remaja putri mengenai kehamilan remaja di SMK Kesatuan, Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan desain quasy-eksperimental dan rancangan pre-test post-test satu kelompok. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probabilitas dengan jenis purposive sampling. Sampel terdiri dari 67 siswi kelas X dan XI. Instrumen yang digunakan adalah video animasi dan kuesioner pre-test post-test sebagai alat ukur. Rata-rata tingkat pengetahuan siswa sebelum intervensi adalah 18,03, sedangkan setelah intervensi menjadi 27,66. Dalam penelitian ini, siswa mengalami peningkatan pengetahuan sebesar 53% sebelum dan sesudah intervensi. Selanjutnya, diperoleh nilai p sebesar 0,000 ≤ 0,05, yang berarti intervensi efektif dan terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi. Terdapat pengaruh penggunaan media edukasi berupa video animasi terhadap tingkat pengetahuan remaja putri sebelum dan sesudah intervensi mengenai kehamilan remaja.

Karakteristik responden dalam penelitian ini sebagian besar berusia 17 tahun, dengan mayoritas ayah bekerja sebagai wiraswasta dan ibu sebagai ibu rumah tangga.Sebagian besar responden tidak memiliki hubungan pacaran dan memperoleh informasi mengenai kehamilan remaja dari media sosial.Dari 67 responden, sebanyak 34 memiliki pengetahuan cukup sebelum intervensi media video animasi, sedangkan setelah intervensi terjadi peningkatan pengetahuan pada 40 responden yang dikategorikan memiliki pengetahuan sangat baik.Intervensi edukasi kesehatan menggunakan video animasi terbukti berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan responden mengenai kehamilan remaja, dengan nilai p 0,000, menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas video animasi dalam jangka panjang, misalnya dengan mengukur retensi pengetahuan remaja setelah beberapa bulan pasca intervensi, agar diketahui apakah media ini mampu memberikan pemahaman yang bertahan lama. Kedua, perlu dikaji apakah video animasi dengan konten yang disesuaikan dengan latar belakang budaya dan agama lokal lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman dibandingkan konten umum, mengingat sensitivitas topik kesehatan reproduksi di masyarakat Indonesia. Ketiga, penting untuk meneliti pengaruh kombinasi video animasi dengan pendekatan edukasi interaktif seperti diskusi kelompok atau konseling peer educator terhadap perubahan sikap dan perilaku remaja, bukan hanya pengetahuan, sehingga dapat diketahui apakah media ini mampu mendorong tindakan pencegahan kehamilan remaja secara nyata. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini yang baru fokus pada peningkatan pengetahuan jangka pendek, dan membuka arah baru dalam pengembangan intervensi kesehatan reproduksi berbasis sekolah yang lebih holistik dan berkelanjutan.

  1. THE INFLUENCE OF USING EDUCATIONAL MEDIA WITH ANIMATED VIDEOS ON THE LEVEL OF KNOWLEDGE OF TEENAGE GIRLS... doi.org/10.30994/jqwh.v8i2.300THE INFLUENCE OF USING EDUCATIONAL MEDIA WITH ANIMATED VIDEOS ON THE LEVEL OF KNOWLEDGE OF TEENAGE GIRLS doi 10 30994 jqwh v8i2 300
Read online
File size379.79 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test