BERUGAKBACABERUGAKBACA

BEGIBUNG: Jurnal Penelitian MultidisiplinBEGIBUNG: Jurnal Penelitian Multidisiplin

Penelitian ini bertujuan untuk mencerminkan kehidupan sosial yang seimbang antara dunia dan akhirat. Hal ini penting untuk dilakukan sebagaimana pentingnya kembali kepada kesadaran subjek yang merupakan kelas sosial. Kelas sosial inilah yang menjadi agen bagi berbagai subjek imajiner yang dikonstruksi oleh wacana. Cerpen tersebut mengindikasikan adanya tokoh-tokoh yang telah dipartisi melalui praktik polis, sehingga tokoh-tokoh yang telah dipartisi mengalami ketidaksetaraan dan pembatasan. Partisi itu mendasari diri pada prinsip identifikasi identitas (Arkhe). Karenanya, untuk merebut kesetaraan dan kebebasan perlu dilakukan suatu tindakan politik (disensus; deklasifikasi; migrasi). Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Kakek dipartisi dalam struktur sosial berdasarkan identitasnya sebagai seorang rohaniwan. Identitas dijadikan sensibilitas yang melegitimasi untuk mempartisi Kakek sebagai “Bagian yang tak memiliki bagian. Partisi yang terjadi pada Kakek, dalam hal ini, juga sesuai dengan konsep Archipolitik dan Parapolitik. Sedangkan tindakan disensus yang bertujuan mendeklasifikasi.

Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat nilai sosiologi sastra dalam cerpen Robohnya Surau Kami.Peneliti menemukan gambaran bagaimana manusia seharusnya hidup.Melalui pendekatan sosiologi sastra, cerpen Robohnya Surau Kami menggambarkan kritik terhadap masyarakat yang pasif dan fatalistis, kemiskinan struktural dan ketidakpedulian sosial, kemunduran peran surau sebagai pusat sosial, dan konflik antara nilai tradisional dan tuntutan sosial baru.Pesan Tuhan untuk menjaga sosialnya kepada tokoh Haji Saleh merupakan bentuk dari kebaikan umum, dan selaras juga dengan pemikiran Ibnu Maskawaih.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: 1. Menganalisis lebih dalam tentang peran surau sebagai pusat sosial dan bagaimana hal ini dapat direkonstruksi untuk menciptakan masyarakat yang lebih aktif dan peduli. 2. Meneliti lebih lanjut tentang konflik antara nilai tradisional dan tuntutan sosial baru, serta bagaimana sastra dapat menjadi media untuk merefleksikan dan mengkritisi perubahan sosial tersebut. 3. Mengkaji lebih lanjut tentang konsep kebaikan umum dan bagaimana hal ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan masyarakat yang lebih solidaritas dan peduli terhadap sesama.

  1. ANALISIS CERPEN " ROBOHNYA SURAU KAMI" KARYA A.A NAVIS: PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA | BEGIBUNG:... doi.org/10.62667/begibung.v3i4.222ANALISIS CERPEN ROBOHNYA SURAU KAMI KARYA A A NAVIS PENDEKATAN SOSIOLOGI SASTRA BEGIBUNG doi 10 62667 begibung v3i4 222
Read online
File size439.82 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test