HARAPANHARAPAN

Journal of Telecommunication and Electrical ScientificJournal of Telecommunication and Electrical Scientific

Baterai timbal-asam, umum pada kendaraan, membutuhkan perawatan yang baik untuk mencegah penurunan kinerja akibat sulfatasi, yaitu penumpukan kristal timbal sulfat yang mengurangi kapasitas baterai. Pulse repair battery charger dikembangkan sebagai solusi dengan mengirimkan pulsa listrik pada frekuensi tertentu untuk memecah kristal timbal sulfat, mengembalikan kapasitas, serta memperpanjang umur pakai baterai. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pulse repair battery charger pada baterai 12 volt, khususnya dalam meningkatkan kapasitas dan performa dibandingkan metode pengisian tradisional. Penelitian ini mencakup eksperimen langsung dengan pengukuran daya menggunakan alat ukur terkalibrasi untuk memastikan keakuratan hasil. Pengujian dilakukan dengan pengisian baterai dan evaluasi performa menggunakan beban lampu, yang memungkinkan pengamatan arus dan tegangan dalam penggunaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan, dari tegangan awal 10,7V/0Ah menjadi 13,5V/3,6Ah setelah pengisian selama 60 menit. Keberhasilan ini diindikasikan oleh nyala lampu yang sebelumnya tidak menyala, menunjukkan pemulihan kinerja baterai. Rekomendasi mencakup pemantauan kondisi baterai secara berkala dan uji coba tambahan dengan variasi kondisi untuk memperoleh data yang lebih lengkap, sehingga dapat memperkuat pemahaman manfaat dan keterbatasan pulse repair dalam perawatan baterai 12 volt.

Dari hasil pengujian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pulse repair battery charger efektif dalam memperbaiki dan mengisi daya baterai.Sebelum pengisian, baterai menunjukkan tegangan sebesar 10,7 V dan kapasitas 0 Ah.Setelah proses pengisian selama 60 menit, tegangan baterai meningkat menjadi 13,5 V dengan kapasitas terisi mencapai 3,6 Ah.Proses pengisian menunjukkan beberapa tahap, mulai dari awal pengisian hingga stabilisasi, yang ditandai dengan peningkatan tegangan dan arus.Keberhasilan pengujian ini juga terlihat dari indikator lampu yang menyala, menandakan bahwa baterai sudah terisi dan berfungsi dengan baik.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai pengaruh variasi frekuensi pulsa pada efektivitas pulse repair battery charger. Dengan memahami hubungan antara frekuensi pulsa dan kinerja perbaikan baterai, dapat dioptimalkan parameter pengisian untuk mencapai hasil yang lebih baik. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengujian pulse repair battery charger pada berbagai jenis baterai timbal-asam, termasuk baterai dengan kondisi sulfatasi yang lebih parah. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kemampuan teknologi ini dalam memulihkan baterai yang mengalami kerusakan signifikan. Ketiga, pengembangan sistem pemantauan kondisi baterai secara otomatis yang terintegrasi dengan pulse repair battery charger dapat menjadi arah penelitian yang menarik. Sistem ini dapat secara otomatis mendeteksi kondisi baterai, menentukan parameter pengisian yang optimal, dan menghentikan proses pengisian ketika baterai telah terisi penuh, sehingga meningkatkan efisiensi dan keamanan penggunaan pulse repair battery charger.

  1. Inverse Charging Techniques for Sulfation Reversal in Flooded Lead-Acid Batteries - IOPscience. inverse... iopscience.iop.org/article/10.1149/2.0761608jesInverse Charging Techniques for Sulfation Reversal in Flooded Lead Acid Batteries IOPscience inverse iopscience iop article 10 1149 2 0761608jes
Read online
File size532.46 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test