IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran IslamAl-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam

Penelitian ini mengkaji konsep dzikir Abdurrauf al-Singkili, seorang sufi Indonesia terkemuka abad ke-17, sebagai model psikoterapi. Melalui kajian pustaka yang ekstensif, menggunakan teknik dokumenter untuk menganalisis karya-karya Abdurrauf dan materi ilmiah terkait, penelitian ini menggunakan analisis konten untuk menjelaskan pendekatannya terhadap dzikir. Temuan studi ini mengungkapkan bahwa konsep dzikir Abdurrauf menawarkan pendekatan sufistik yang komprehensif terhadap psikoterapi, berpotensi berfungsi sebagai model alternatif atau pelengkap dalam menangani tantangan kesehatan mental saat ini. Konseptualisasi Abdurrauf tentang dzikir sebagai sarana penguatan spiritual dan ketenangan psikologis menunjukkan bahwa konsep ini dapat menjadi tawaran alternatif untuk teknik meditasi dan terapi relaksasi kontemporer. Penelitian ini berkontribusi pada perkembangan literatur tentang psikoterapi integratif, menyoroti relevansi praktik sufistik tradisional dalam intervensi kesehatan mental modern.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa konseptualisasi Abdurrauf al-Singkili tentang dzikir menawarkan kontribusi signifikan terhadap model psikoterapi modern.Pemahamannya tentang dzikir sebagai sumber kekuatan dan ketenangan batin menunjukkan paralel yang mencolok dengan pendekatan terapeutik kontemporer, khususnya dalam domain mindfulness dan terapi perilaku kognitif.Struktur formulasi dzikir yang disajikan oleh Abdurrauf menunjukkan potensi untuk dikembangkan menjadi model terapeutik komprehensif, secara efektif menjembatani praktik sufistik tradisional dengan intervensi psikologis modern.Lebih lanjut, penekanan Abdurrauf pada peran seorang pembimbing spiritual yang berkualitas (shaikh kāmil) dalam praktik dzikir sejalan dengan konsep aliansi terapeutik dalam psikoterapi modern.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi komparatif antara efektivitas dzikir ala Abdurrauf al-Singkili dengan metode relaksasi modern dalam mengurangi gejala kecemasan dan depresi. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif individu yang mengikuti terapi dzikir, termasuk perubahan dalam persepsi diri, hubungan sosial, dan spiritualitas. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul pelatihan bagi terapis untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip dzikir dalam praktik psikoterapi, dengan mempertimbangkan konteks budaya dan agama yang beragam. Pengembangan modul pelatihan ini akan memungkinkan terapis untuk memberikan intervensi yang lebih holistik dan relevan bagi klien yang memiliki latar belakang spiritual Islam, sehingga meningkatkan efektivitas terapi secara keseluruhan.

  1. The Works of A Ma'rifa as A Phenomenon of Spiritual Counseling in Handling Non-Positivistic Psychic... jurnal.iainponorogo.ac.id/index.php/tahrir/article/view/3899The Works of A Marifa as A Phenomenon of Spiritual Counseling in Handling Non Positivistic Psychic jurnal iainponorogo ac index php tahrir article view 3899
  2. Secular Psychology: What'S the Problem? - Jeffrey S. Reber, 2006. secular psychology problem jeffrey... doi.org/10.1177/009164710603400302Secular Psychology WhatS the Problem Jeffrey S Reber 2006 secular psychology problem jeffrey doi 10 1177 009164710603400302
  3. FATWA SHEIKH AḤMAD KHAṬĪB AL-MINANGKABĀWĪ... doi.org/10.21154/altahrir.v23i2.5936FATWA SHEIKH AyAAMAD KHAyAAyEAB AL MINANGKAByECWyEA doi 10 21154 altahrir v23i2 5936
Read online
File size630.34 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test