UKMCUKMC

Journal of Life Span DevelopmentJournal of Life Span Development

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kesepian di tempat kerja dan stres kerja pada pekerja remote Generasi Z. Perkembangan pesat sistem kerja jarak jauh pascapandemi COVID-19 telah menghadirkan tantangan baru, salah satunya meningkatnya rasa kesepian yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan mental dan kinerja kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik snowball sampling dan melibatkan 116 pekerja remote Generasi Z sebagai responden. Sebagian besar partisipan berusia 22–24 tahun, dengan distribusi gender yang seimbang (50% perempuan dan 50% laki-laki), bekerja terutama di bidang desain, teknologi, dan administrasi, serta memiliki pengalaman kerja remote selama 6 bulan hingga 1 tahun. Instrumen yang digunakan adalah Workplace Loneliness Scale dan Work Stress Scale yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kesepian di tempat kerja dan stres kerja (r = 0,329; p < 0,001). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kesepian di tempat kerja yang dirasakan individu, maka semakin tinggi pula tingkat stres kerja yang dialami. Temuan ini menegaskan bahwa kesepian dalam konteks kerja jarak jauh merupakan faktor psikososial yang penting dalam meningkatkan stres kerja, khususnya pada Generasi Z yang lebih rentan terhadap isolasi sosial.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesepian kerja memiliki hubungan positif terhadap stres kerja pada pekerja remote generasi Z.Semakin tinggi tingkat kesepian yang dirasakan individu, semakin tinggi pula tingkat stres kerja yang dialami.Temuan ini menegaskan bahwa aspek hubungan sosial memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan psikologis pekerja, terutama pada sistem kerja jarak jauh yang minim interaksi tatap muka.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi stres kerja pada pekerja remote, seperti beban kerja, dukungan sosial, dan kondisi lingkungan kerja fisik. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada pengembangan strategi intervensi untuk mengurangi kesepian kerja dan stres kerja pada pekerja remote, dengan mempertimbangkan aspek-aspek seperti keterlibatan kerja dan kesejahteraan psikologis. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki dampak budaya terhadap kesepian kerja dan stres kerja pada pekerja remote, terutama dalam konteks budaya Indonesia yang menekankan pentingnya hubungan sosial dan kebersamaan.

  1. Workplace loneliness and employee creativity from a positive perspective | International Journal of Research... doi.org/10.20525/ijrbs.v9i6.911Workplace loneliness and employee creativity from a positive perspective International Journal of Research doi 10 20525 ijrbs v9i6 911
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/apl0001009APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 apl0001009
  3. The Impact of Workplace Spirituality, Work-Family Conflict, and Loneliness in Work on Intention to Stay:... doi.org/10.26668/businessreview/2023.v8i4.1473The Impact of Workplace Spirituality Work Family Conflict and Loneliness in Work on Intention to Stay doi 10 26668 businessreview 2023 v8i4 1473
Read online
File size352.37 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test