Q2LIIQ2LII
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATANJURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATANHipertensi merupakan peningkatan tekanan darah yang menetap di atas 140/90 mmHg dan menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Keberhasilan terapi hipertensi sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi rawat jalan di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 174 responden yang memenuhi kriteria inklusi bulan Juli 2025 melalui metode total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis dilakukan secara univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan sedang (66,1%) dan (33,9%) memiliki kepatuhan rendah. Uji Chi-Square menunjukkan bahwa usia (p=0,006; r=-0,188) dan tingkat pendidikan (p=0,019; r=-0,158) berhubungan signifikan dengan kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan memiliki arah korelasi negatif, sedangkan jenis kelamin, pekerjaan, dan lama menderita hipertensi tidak berhubungan signifikan (p>0,05). Model regresi secara simultan signifikan (p=0,020), namun hanya mampu menjelaskan 10,3% variasi kepatuhan. Disimpulkan bahwa usia dan tingkat pendidikan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kepatuhan penggunaan obat antihipertensi, dengan arah negatif yang menunjukkan bahwa peningkatan usia dan pendidikan dapat menurunkan tingkat kepatuhan pasien.
Usia dan tingkat pendidikan memiliki hubungan signifikan secara parsial terhadap kepatuhan penggunaan obat antihipertensi dengan arah korelasi negatif, yang berarti semakin tinggi usia dan tingkat pendidikan, kepatuhan pasien倾向于 menurun.Variabel jenis kelamin, status pekerjaan, dan lama menderita hipertensi tidak berhubungan signifikan dengan kepatuhan.Secara simultan, karakteristik sosiodemografis pasien secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepatuhan, meskipun kemampuan model dalam menjelaskan variasi kepatuhan masih terbatas.
Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh pendekatan edukasi berbasis teknologi, seperti aplikasi pengingat obat atau konseling daring, terhadap peningkatan kepatuhan pasien hipertensi lanjut usia yang rentan lupa minum obat. Kedua, penting untuk mengeksplorasi alasan di balik rendahnya kepatuhan pada pasien berpendidikan tinggi, misalnya dengan meneliti persepsi mereka terhadap otonomi pengobatan dan kecenderungan menghentikan obat secara mandiri saat merasa sehat. Ketiga, perlu dikaji pengaruh dukungan keluarga dan sistem monitoring harian terhadap konsistensi minum obat jangka panjang, terutama pada pasien dengan durasi penyakit hipertensi lebih dari dua tahun. Penelitian lanjutan juga sebaiknya memasukkan variabel psikososial seperti stres kerja, depresi, atau kepercayaan terhadap dokter yang mungkin memengaruhi kepatuhan secara tidak langsung. Selain itu, penting untuk menguji efektivitas terapi kombinasi satu pil (single-pill combination) dalam meningkatkan kepatuhan, mengingat kompleksitas regimen dapat menjadi hambatan. Studi lanjutan dapat melibatkan intervensi perilaku jangka panjang untuk melihat perubahan kebiasaan minum obat. Penelitian juga dapat dilakukan di tingkat puskesmas untuk membandingkan temuan dari rumah sakit rujukan provinsi. Variabel kualitas komunikasi dokter-pasien layak dieksplorasi sebagai faktor potensial yang memengaruhi kepatuhan. Selain itu, penting mengevaluasi efek samping obat terhadap kejenuhan terapi (medication fatigue) dalam konteks kepatuhan jangka panjang. Dengan mengintegrasikan faktor perilaku dan sistem layanan, diharapkan dapat dikembangkan model prediktif kepatuhan yang lebih komprehensif dan relevan secara klinis.
- Analisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan melakukan pengobatan secara teratur pada pasien hipertensi... ejournal.stikku.ac.id/index.php/jphi/article/view/930Analisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan melakukan pengobatan secara teratur pada pasien hipertensi ejournal stikku ac index php jphi article view 930
- Evaluasi Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Pasien Rawat Jalan RSUD Siti Fatimah Menggunakan... jurnal.jomparnd.com/index.php/jkj/article/view/1857Evaluasi Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi Pasien Rawat Jalan RSUD Siti Fatimah Menggunakan jurnal jomparnd index php jkj article view 1857
| File size | 344.2 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUCIREBONUNUCIREBON Dari 200 artikel yang ditemukan berdasarkan kata kunci yang relevan, diperoleh tujuh artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil tinjauan menunjukkanDari 200 artikel yang ditemukan berdasarkan kata kunci yang relevan, diperoleh tujuh artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil tinjauan menunjukkan
HTPHTP Adanya hiperkolesterolemia pada penderita hipertensi akan meningkatkan risiko terjadinya PJK dan stroke yang merupakan pembunuh nomor satu di IndonesiaAdanya hiperkolesterolemia pada penderita hipertensi akan meningkatkan risiko terjadinya PJK dan stroke yang merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia
UnwahasUnwahas Jenis kelamin, usia, pendidikan, jenis pekerjaan, lama waktu menderita hipertensi, dan jumlah obat tidak memiliki hubungan signifikan terhadap tingkatJenis kelamin, usia, pendidikan, jenis pekerjaan, lama waktu menderita hipertensi, dan jumlah obat tidak memiliki hubungan signifikan terhadap tingkat
HTPHTP Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Kota Makassar, dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor risiko komplikasi kronikBerdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Kota Makassar, dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor risiko komplikasi kronik
HTPHTP 29% penduduk Kelurahan Tangkerang Tengah yang berusia 30 tahun keatas mengalami hipertensi. 23,7% penduduk Kelurahan Tangkerang Tengah yang berusia 3029% penduduk Kelurahan Tangkerang Tengah yang berusia 30 tahun keatas mengalami hipertensi. 23,7% penduduk Kelurahan Tangkerang Tengah yang berusia 30
UIN WALISONGOUIN WALISONGO Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerentanan terhadap penyalahgunaan obat-obatan ditinjau dari perbedaan gender, pada wilayah beresiko tinggi berdasarkanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerentanan terhadap penyalahgunaan obat-obatan ditinjau dari perbedaan gender, pada wilayah beresiko tinggi berdasarkan
UNIVMEDUNIVMED Kesimpulannya, prevalensi hipertensi pada kelompok usia 18 tahun atau lebih dapat dikurangi sebesar 2,9% pada pria dan 12,2% pada wanita, dengan mengatasiKesimpulannya, prevalensi hipertensi pada kelompok usia 18 tahun atau lebih dapat dikurangi sebesar 2,9% pada pria dan 12,2% pada wanita, dengan mengatasi
CERICCERIC Penting dibentuk model kepemimpinan komunitas yang kuat di masyarakat untuk mengidentifikasi faktor risiko, bekerjasama dengan tenaga kesehatan untuk melakukanPenting dibentuk model kepemimpinan komunitas yang kuat di masyarakat untuk mengidentifikasi faktor risiko, bekerjasama dengan tenaga kesehatan untuk melakukan
Useful /
HTPHTP Metode: digunakan non-systematic review dan content analysis kepustakaan tentang upaya kesehatan, MDGs (Millineum Development Goals), epidemiologi, pengambilanMetode: digunakan non-systematic review dan content analysis kepustakaan tentang upaya kesehatan, MDGs (Millineum Development Goals), epidemiologi, pengambilan
HTPHTP Rancangan Penelitian adalah Dekriptif Eksploratif dalam bentuk studi kasus. Subjek penelitian adalah semua penderita positif Avian Influenza dan pengelolaRancangan Penelitian adalah Dekriptif Eksploratif dalam bentuk studi kasus. Subjek penelitian adalah semua penderita positif Avian Influenza dan pengelola
HTPHTP Diharapkan masyarakat untuk lebih memperhatikan kegiatan 3M plus dan pelaksanaan PSN–DBD secara mandiri. Terdapat 6 faktor risiko yang berhubungan denganDiharapkan masyarakat untuk lebih memperhatikan kegiatan 3M plus dan pelaksanaan PSN–DBD secara mandiri. Terdapat 6 faktor risiko yang berhubungan dengan
UWMYUWMY Tahu juga mempunyai berbagai jenis yaitu tahu lunak, medium, keras. Tahu lunak dan medium mempunyai kelemahan karena mudahnya mengeluarkan air (sineresis)Tahu juga mempunyai berbagai jenis yaitu tahu lunak, medium, keras. Tahu lunak dan medium mempunyai kelemahan karena mudahnya mengeluarkan air (sineresis)